Jumat, 22 Februari 2019
  • Home
  • Sosok
  • Kreatif, Mardiyati Buat Filamen Printer 3D dari Limbah Botol Bekas

Kreatif, Mardiyati Buat Filamen Printer 3D dari Limbah Botol Bekas

Minggu, 27 Januari 2019 09:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Persoalan sampah, termasuk sampah plastik masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Namun di sisi lain, plastik sangat dibutuhkan, karena materialnya yang ringan, mudah dibentuk, murah dan hampir semua kebutuhan sehari-hari memakai plastik. Masalahnya, setelah selesai dipakai sampah plastik termasuk yang sulit diurai di alam sehingga mencemari lingkungan.
 
Berangkat dari fenomena tersebut, Dr Mardiyati melakukan penelitian mengenai pemanfaatan sampah botol plastik sebagai bahan filamen untuk produk 3D printing.Penelitian tersebut berjudul 'Preparation of 3D Printing Filament Made From Thermoplastic Waste'.
 
Seperti diketahui, pemanfaatan dan permintaan filamen cetak 3D saat ini sedang meningkat secara signifikan. Sementara itu, filamen cetak 3D komersial yang tersedia di pasaran bahannya mahal, dan masih impor dari luar negeri. Untuk itu, Dr. Mardiyati mencari bahan lain sebagai bahan filamen yaitu menggunakan termoplastik dari sampah botol air mineral.
 
Termoplastik adalah salah satu bahan yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi suatu produk baru dengan melalui suatu proses pemanasan. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada pengembangan dan pemanfaatan termoplastik sebagai bahan baku untuk filamen cetak 3D. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan filamen cetak 3D yang terbuat dari termoplastik dan untuk mengkarakterisasi kinerja filamen termoplastik.
 
Penelitian dan pengembangan filamen tersebut dilakukan di Green Polymer Lab, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB. Dr. Mardiyati mengawali penelitiannya pada tahun 2016 dan selesai pada 2018. Penelitian tersebut kemudian berhasil mengembangkan filamen 3D printing dari sampah tutup botol yang berbahan dasar Polipropilena dan botol air mineral yang berbahan dasar PET. Penelitian ini pun sudah memiliki hak paten.
 
“Filamen jenis ABS dan PLA sangat mahal dan tinggi di pasaran. Berangkat dari hal tersebut, tercetuslah ide pembuatan filamen dari sampah plastik menjadi produk. Kenapa kita tidak mencoba membuat filamen sendiri dari sampah plastik untuk bahan 3D printing,” kata Dr Mardiyati dilansir dari laman ristekdikti, Minggu (27/01/2019).
 
Dalam pembuatannya, Mardiyati menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan limbah tutup botol, lalu mencacahnya menjadi potongan kecil. Setelah itu, hasil cacahan dimasukan ke dalam mesin ekstrusi, hingga keluarannya seperti gulungan benang. Filamen inilah yang nantinya akan menjadi bahan untuk pembuatan 3D Printing.Untuk mesin 3D printingnya sendiri dibeli di pasaran dan dimodifikasi ulang untuk dapat digunakan filamen tersebut jenis termoplastic. Selain itu, Dr. Mardiyati juga berhasil mengembangkan penelitian bahan filamen dari botol plastiknya, tidak hanya tutupnya saja.
 
“Perbedaan antara bahan filamen dari tutup botol dan boto plastiknya adalah dari sisi proses ektrusinya. Kalau yang dari tutup botol melelehkannya cukup 180 derajat saja, namun untuk bodi plastik itu perlu suhu 240 derajat, dan ada campuran khusus,” lanjutnya.
 
Selain mengenai filamen, Dr. Mardiyati bersama Tim Green Polymer Lab juga melakukan penelitian lain tentang limbah plastik. Salah satunya ialah mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan kerajinan. Bahkan ada yang tertarik atas hasil sampah daur ulangnya untuk dijadikan alat praga edukasi anak yang akan dipamerkan di Kedutaan Belanda.
 
“Harapan yang ingin disampaikan, saya selalu ingin mendorong mahasiswa untuk berkarya menghasilkan produk yang sangat bermanfaat untuk masyarakat atau menjawab segala keresahan yang ada di masyarakat. Jadi kita melakukan penelitian bukan sekedar menyelesaikan tugas, ada laporan, namun saya lebih suka ada masalah apa di masyarakat, dan apa yang bisa kita lakukan bagi penelitian kita dan kembali lagi manfaatnya untuk masyarakat,” pungkasnya.(BS09)
 
T#g:3DDr MardiyatiITBlimbahprinter
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Dukung Program Pemerintah, Ikatan Alumni ITB Sumut Gelar FGD dengan Pemkab Labuhanbatu

    Bertasumut.com-Ikatan Alumni ITB Daerah Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemk

  • 2 minggu lalu

    Perusahaan Jual Limbah Non B3 Tanpa Diolah Dipertanyakan

    Beritasumut.com-PT Komitama Maju Perkasa (KMP), perusahaan pengolahan limbah non B3 jenis plastik di Jalan Medan-Binjai yang menjual limbah non B3

  • satu bulan lalu

    DPRD Sumut Tinjau Lokasi Timbunan Diduga Limbah Beracun di Martubung

    Beritasumut.com-Anggota DPRD Sumut HM Nezar Djoeli meninjau langsung kondisi penimbunan tanah yang diduga menggunakan limbah Bahan Berbahaya dan Be

  • 2 bulan lalu

    Kemenperin Minta Penerapan Cukai Plastik Kresek Dikaji Kembali

    Beritasumut.com-Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufik Bawazier meminta rencana penerapan cukai plastik kresek

  • 3 bulan lalu

    Wagubsu Minta PT PPSU Segera Gelar RUPS

    Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah meminta PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) segera menggelar Rapa

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.