Sabtu, 29 Februari 2020
  • Home
  • Sosok
  • Dr Liberty Manik, Pencipta Lagu Satu Nusa Satu Bangsa Transnarasikan 500-an Naskah Batak ke Bahasa Jerman

Dr Liberty Manik, Pencipta Lagu Satu Nusa Satu Bangsa Transnarasikan 500-an Naskah Batak ke Bahasa Jerman

Selasa, 23 Juli 2019 23:10:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Belum banyak yang tahu jika komponis nasional serta pencipta lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Dr Liberty Manik atau lebih dikenal dengan L Manik, berperan dalam mentransnarasikan (mengalihbahasakan) 500-an naskah Batak. Manik mengalihbahasakan naskah Batak ke Bahasa Jerman. Ia juga menghasilkan disertasi menarik berjudul Das Arabische Tonsystem  Im Mittelalter,  yang  mengkaji sistem nada musik Arab.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Prof Uli Kozok PhD, seorang Guru Besar Universitas Hawaii, Amerika Serikat, dalam kuliah umum bertema Peran Dr Liberty Manik dalam Hubungan Indonesia Jerman yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Antropologi Sosial dan Jurusan Pendidikan Sejarah Unimed di Gedung Pascasarjana Unimed, akhir pekan kemarin.
 
Dilansir dari laman unimed.ac.id, Selasa (23/07/2019), Prof Kozok mengatakan, pekerjaan mentransnarasikan naskah diterima Malik ketika pemerintah Jerman mengambil kebijakan untuk mengkatalogkan seluruh naskah tentang Asia-Afrika yang ada di Jerman. Malik yang saat itu tinggal di Jerman ditugaskan untuk mengkatalogkan naskah Batak.
 
"Malik mentransnarasikan naskah dengan sangat baik. Dia (Liberty Manik) sebenarnya hanya ditugaskan untuk membuat katalog. Tetapi ternyata Ia membuat transnarasi penuh dari awal hingga akhir. Itu luar biasa,” kata Kozok yang juga penulis buku Surat Batak ini.
 
Menurut Prof Kozok, naskah Batak yang ditransnarasikan oleh Malik memiliki bahasa yang tidak diketahui banyak orang. Naskah-naskah tersebut kebanyakan memakai Bahasa Poda. Bahasa tersendiri yang digunakan oleh datu atau dukun. Bahasa ini sangat sulit dialihbahasakan.“Beliau mentransnarasikan naskah itu dengan sangat rapi. Sangat akurat. Setiap catatan itu saya lihat memakai bahasa Jerman yang sangat bagus,” ungkap Kozok.
 
Sebagian naskah hasil transnarasi itu Manik bawa ke Yogyakarta. Untung saja, sebanyak 12 bundel naskah berhasil diselamatkan oleh R Situngkir, kerabat Liberty Manik. Meskipun dari informasi yang Kozok ketahui, ada sekitar 100-an naskah yang Manik bawa ke Indonesia.
 
Kedua-belas naskah tersebut kemudian diserahkan untuk di digitalisasi oleh perpustakaan di Berlin,  Jerman. Naskah tersebut juga dapat diakses melalui internet. “Naskah seharusnya memang dimasukkan ke perpustakaan. Bukan museum. Orang museum akan melihat naskah itu sebagai benda. Namun orang perpustakaan akan melihatnya sebagai naskah. Sehingga kemudian di digitalisasi dan dapat diakses orang banyak,” jelas filolog kelahiran Jerman ini.
 
Sementara itu, R Situngkir yang menjadi salah satu ahli waris Liberty Manik mengatakan, Manik kecil berbakat di bidang musik. “Sejak kecil Ia (Liberty Manik) sudah pandai menyanyi, main suling dan kecapi. Ia juga memiliki seorang adik perempuan tinggal di Padang Bulan, Medan, dan sudah meninggal,” ujar Situngkir.
 
Liberty Manik lahir pada 21 November 1924 dengan nama lahir bernama Raja Tiang Manik, di Huta Manik, Kecamatan Sumbul, 18 kilometer dari Sidikalang, Sumatera Utara. Ia wafat 16 September 1993 di Yogyakarta.
 
Kuliah umum ini dihadiri oleh Asdir 1 Pascasarjana Unimed Prof Dr Syahyar MS, Ketua Prodi Antropologi Sosial Unimed Dr Hidayat MSi, Sekretaris Prodi Antropologi Sosial Dr Ratih Baiduri MSi, Sejarahwan Dr Phil Ichwan Azhari MS, Wakil Dekan II FIS Dra Flores Tanjung MA, beberapa dosen Unimed serta mahasiswa S1 dan S2.
 
Dr Hidayat M Si yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia acara ini mengatakan jika di dalam negeri Liberty Manik lebih dikenal sebagai komponis, maka di luar negeri Ia dikenal sebagai filolog. Hal tersebut yang melatarbelakangi acara kuliah umum kali ini. “Ternyata banyak peninggalan budaya yang perlu kita ketahui dari karya L Manik dan dari diri Manik sendiri. Dan Prof Uli Kozok banyak tau tentang itu,” pungkas Hidayat.(BS09)
T#g:batakDr Liberty ManikMusikUnimed
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Pascasarjana Unimed Latih Mahasiswa Bertanam dengan Sistem Hidroponik

    Beritasumut.com-Perkembangan budidaya tanaman secara hidroponik di Kota Medan sudah sangat menggembirakan. Tapi, sosialisasi harus terus dilakukan

  • 2 minggu lalu

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan SDM, Pemkab Simalungun Kerjasama dengan Unimed

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam pengembangan dan pening

  • 2 minggu lalu

    Dosen FBS Unimed Kenalkan Budaya Batak ke Dunia di Prancis

    Beritasumut.com-Dosen Bahasa Prancis Unimed, Dr Andi Wete Polili MHum keluar sebagai pemenang lomba bahasa Prancis dunia 'Bienvenue à Ni

  • 2 minggu lalu

    Rektor Unimed Himbau Agar Siswa yang Eligible Segera Mendaftar SNMPTN

    Beritasumut.com-Sesuai dengan jadwal yang telah diinformasikan sebelumnya, proses Penerimaan Mahasiswa Baru PTN, saat ini sudah sampai pada tahapan

  • 3 minggu lalu

    Ini Rencana Program Studi Baru yang Akan Dibuka di Unimed

    Beritasumut.com-Fakultas Ekonomi (FE) Unversitas Negeri Medan (Unimed) mengundang puluhan praktisi dan dunia industri dalam rangka menuntaskan kuri

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.