Minggu, 17 Desember 2017
pilkada beritasumut.com

Penerbangan Harusnya Aman dan Nyaman

Senin, 04 Desember 2017 19:48:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Berbagai moda transportasi memiliki karakter tersendiri untuk dipilih dan disukai penumpang untuk perjalanan. Salah satunya adalah pesawat, penerbangan "burung besi" ini tentu harus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang.
 
Beberapa terakhir, sejumlah faktor menyebabkan penerbangan peswat dari dan ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang mengalami keterlambatan (delay). Sebagai bentuk kenyamanan, perusahaan maskapai diharuskan memberikan kompensasi atas ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang.
 
Aturan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, yang mendefenisikan keterlambatan sebagai "Terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan.”
 
Jenis-jenis keterlambatan kemudian diperjelas dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia (“Permenhub 89/2015”). Menurut Pasal 2 Permenhub 89/2015, keterlambatan dibagi menjadi enam kategori, yakni keterlambatan 30 menit s/d 60 menit. Kategori 2, keterlambatan 61 menit s/d 120 menit. Kategori 3, keterlambatan 121 menit s/d 180 menit. Kategori 4, keterlambatan 181 menit s/d 240 menit. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit dan Kategori 6, pembatalan penerbangan.
 
Kompensasi yang wajib diberikan Badan Usaha Angkutan Udara akibat keterlambatan penerbangan itu berupa, keterlambatan kategori 1, kompensasi berupa minuman ringan. Keterlambatan kategori 2, kompensasi berupa minuman dan makanan ringan (snack box). Keterlambatan kategori 3, kompensasi berupa minuman dan makanan berat (heavy meal). Keterlambatan kategori 4, kompensasi berupa minuman, makanan ringan (snack box), dan makanan berat (heavy meal). Keterlambatan kategori 5, kompensasi berupa ganti rugi sebesar Rp 300.000. Keterlambatan kategori 6, badan usaha angkutan udara wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket). Keterlambatan pada kategori 2 sampai dengan 5, penumpang dapat dialihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund ticket).
 
Dengan aturan ini, tentunya penting untuk dipahami pihak maskapai dan penumpang, sehingga keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan angkutan udara terwujud.*
T#g:delaykompensasi delaypenundaan penerbangan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Sempat Diamuk Penumpang, Lion Air Berikan Kompensasi karena Delay Lebih dari 6 Jam

    Beritasumut.com-Penumpang Lion Air JT 131 sempat mengamuk di pintu 10 keberangkatan Bandara Kualanamu, Minggu (03/12/2017). Pasalnya, penumpang tuj

  • 2 minggu lalu

    Gangguan Cuaca, Penerbangan Lion Air di Bandara Kuala Namu Bermasalah

    Beritasumut.com-Akibat mengalami gangguan cuaca buruk, penerbangan maskapai Lion Air di Bandara Kuala Namu bermasalah, Minggu (03/12/2017). &nb

  • 3 minggu lalu

    Erupsi Magmatik Gunung Agung Menerus, Bandara Ngurah Rai Bali Kembali Ditutup

    Beritasumut.com-Erupsi Gunung Agung terus berlangsung. Erupsi magmatik ini terus mengeluarkan asap dan abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang

  • 3 minggu lalu

    Dampak Letusan Gunung Agung, Penerbangan Tujuan ke Bali Dibatalkan

    Beritasumut.com-Ratusan penumpang dari Bandara Kuala Namu yang akan transit tujuan Bali terpaksa dibatalkan tiket penerbangannya lantaran ditutupny

  • 3 minggu lalu

    Cuaca Buruk, Penerbangan dari Bandara Kuala Namu ke Nias Dibatalkan

    Beritasumut.com-Sejumlah penerbangan tujuan Pulau Nias , Provinsi Sumatera Utara terpaksa dibatalkan (cancel). Pasalnya, Bandara Binaka dilanda cua

  • Copyright © 2010 - 2017 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.