Minggu, 15 Desember 2019

Wapres: CPNS Harus Mau Ditempatkan di Mana Saja

Rabu, 24 Juli 2019 21:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
B-Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberikan Presidential Lecture pada Pembukaan Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi sekitar 6.000 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil seleksi tahun 2018 dari berbagai instansi pemerintah, di Istora, Jakarta, Rabu (24/07/2019).
 
Kepada para CPNS itu, Wapres Jusuf Kalla meminta untuk selalui memegang prinsip bahwa tugas mereka semua adalah melayani yang tentu saja berbeda-beda cara melayani karena tergantung tugas masing-masing.Ia menunjuk contoh, seorang guru yang diangkat, melayani artinya mengajar atau mendidik generasi muda dengan ikhlas dengan kemampuan yang baik. Seorang pegawai Kementerian Kesehatan melayani artinya ialah merawat, mendorong kesehatan masyarakat lebih baik.
 
Seorang yang diangkat di Kementerian PUPR, lanjut Wapres, melayani artinya membangun infrastruktur yang baik, membangun fasiltas yang baik untuk negeri, untuk masarakat. Demikian juga seorang pegawai negeri yang bertugas di kantor-kantor, melayani artinya mempercepat izin, mempercepat proses administrasi, dan mempercepat proses birokrasi di kantornya masing-masing.
 
“Jangan berprinsip seperti sampai saya sampaikan di Medan, kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Pokoknya harus dipercepat, itu prinsip-prinsip yang kita pegang oleh bangsa ini,” tegas Wapres dilansir dari laman setkab.
 
Wapres menegaskan PNS jangan lagi berprinsip untuk dilayani. Diakuinya, zaman dahulu PNS itu ingin dilayani oleh masyarakat, ingin dihormati, ingin mendapatkan fasilitas yang lebih baik.
 
Namun, menurut Wapres, itu tentu pikiran-pikiran masa lalu yang telah berubah akibat persaingan di manapun di dunia. Kita harus berpikir lebih baik dan lebih maju.“Karena itulah Anda terpilih, Anda diangkat, Anda diberikan tentu penghasilan dan tunjangan yang baik apabila Anda berhasil dalam menjalankan tugas-tugas itu,” ujar Wapres.
 
Tugas-tugas itu, sambung Wapres Jusuf Kalla, tentu bukanlah tugas yang ringan. Namun, sebagai PNS yang muda, Wapres mengingatkan, mereka harus siap untuk tetap ditempatkan di mana saja di republik ini.
 
Wapres mengingatkan, bangsa ini bangsa yang besar, kita tidak lagi mempunyai prinsip-prinsip bahwa di Jawa ASN harus Jawa, di Makassar harus orang Makassar, di Medan harus orang Medan. “Kita bangsa yang besar, Anda harus siap ditempatkan dimana saja agar bangsa ini tetap kokoh dan bersatu sehingga kita dapat menjalin suatu bangsa yang besar yang bersatu,” tegas Wapres.
 
Dalam bagian lain pidatonya, Wapres Jusuf Kalla juga mengingatkan, bahwa dalam masa reformasi ini ada kebebasan pers juga. Artinya, lanjut Wapres, orang akan leluasa mengkritik PNS apabila mereka berbuat keliru, apabila PNS tidak berbuat sepantasnya, apa bila mereka tidak berhasil, maka orang akan mengkritik.Karena itulah, Wapres meminta para PNS maka mempunyai suatu kemampuan diri.
 
Wapres juga meminta para PNS harus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bekerja sebaik-baiknya. Ia mengingatkan, dalam sistem pemerintahan kita tentu terjalin hubungan saling mendorong satu sama lain. Pemerintah, sambung Wapres mempunyai kemampuan dengan APBN dan APBD. Ia juga menambahkan bahwa APBN dan APBD itu berasal dari pajak yang diperoleh dari kemampuan pengusaha untuk bekerja dengan baik.
 
“Artinya adalah bahwa penghasilan pegawai semua dari Anda adalah sangat tergantung kepada ekonomi bangsa yang dilaksanakan oleh para pengusaha dan masyarakat. Apabila Anda tidak mendorong kemampuan ekonomi, kemampuan pengusaha, apakah itu pengusaha besar atau UMKM, maka ekonomi daerah, ekonomi bangsa tidak akan berkembang sebaik-baiknya,” tutur Wapres.
 
Karena itulah, lanjut Wapres, hubungan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha harus terjalin dengan baik. “Jangan menganggap bahwa mereka adalah musuh Anda atau bagian yang berbeda daripada tujuan-tujuan kita semua,” tegas Wapres seraya mengingatkan, karena itulah maka PNS semuanya harus bersifat melayani kepada masyarakat, kepada para pengusaha, kepada dunia yang akan menentukan suatu pemerintah maju dalam bidang ekonomi dan penghasilan masyarakat secara keseluruhan.
 
Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moelok.(BS09)
T#g:CPNSPNSWapres
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Seleksi CPNS, Plt Kepala Biro Humas BKN: Siapkan Berkas Valid Saat Melakukan Sanggahan ke Instansi

    Beritasumut.com-Berdasarkan keputusan rapat Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) tanggal 26 November 2019, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengeluar

  • 2 hari lalu

    Pendaftaran Ditutup, BKN Terbitkan Jadwal Acuan Tahapan Seleksi CPNS 2019

    Beritasumut.com-Pendaftaran seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 untuk semua instansi Pemerintah telah ditutup pada 10 D

  • 5 hari lalu

    Kepala BKN: PNS Yang Jadi Kades Tidak Kehilangan Hak Kepegawaian

    Beritasumut.com-Menyikapi terdapatnya beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terpilihdan diangkat menjadi Kepala (Kades) Desa atau Perangkat Desa

  • 2 minggu lalu

    BKN Gelar Rapat Pembahasan Soal SKB CPNS 2019

    Beritasumut.com-Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (PPSR ASN) BKN, Heri Susilowati menguraikan sejumlah panduan menge

  • 2 minggu lalu

    Bupati Asahan Himbau ASN Tingkatkan Kinerja Bagi Masyarakat

    Beritasumut.com-Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil atau ASN

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.