Sabtu, 21 September 2019

Tidak Ada Pungutan Lain, Presiden Jokowi: Semua WNI di Malaysia Harus Punya Paspor

Kamis, 23 November 2017 16:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Seusai menghadiri konsultasi tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia, Presiden Joko Widodo bertemu dengan masyarakat Indonesia di Sarawak yang digelar di Stadium Perpaduan, Kuching Sarawak, Malaysia Rabu, (22/11/2017).
 
Dalam pertemuan yang tidak kurang dihadiri 7.000 orang itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar semua warga negara Indonesia harus memiliki Paspor. “Semuanya harus pegang paspor, yang belum pegang paspor segera urus di Konjen,” tutur Presiden.
 
Saat pertemuan tersebut, Presiden Jokowi pun berjanji dalam proses pengurusan paspor tidak ada pungutan lain selain harga resmi dan pelayanan yang cepat di KBRI maupun di konsulat jenderal. Bahkan dirinya telah memerintahkan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia dan juga Konsul Jenderal RI Kucing, Johar Gultom untuk memberikan kemudahan dalam proses pengurusan paspor.
 
“Semua yang berurusan dengan paspor dipercepat, tidak ada pungutan lain selain harga yang resmi,” kata Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Jangan sampai ada warga negara Indonesia yang tidak memiliki paspor karena dalam proses pengurusan paspor dipersulit. “Saya tidak mau rakyat kita tidak pegang paspor gara-gara ada yang mainin masalah paspor,” ucap Presiden.
 
Selain paspor, Presiden juga mengingatkan agar anak-anak Indonesia yang lahir memilliki akte kelahiran. “Anak-anak yang lahir semuanya diurus akta kelahirannya di konjen, agar nanti kalo sudah dewasa ada pegangan hukumnya,” ucap Presiden.
 
Untuk yang belum memiliki akte kelahiran, Presiden minta agar diurus di konsulat jenderal. “Jangan sampai anak-anak kita tidak memiliki akte kelahiran, karena anak-anak kita semuanya harus sekolah,” ujar Presiden.
 
Presiden juga mengingatkan agar anak-anak yang berada di Sarawak untuk bersekolah. Dalam konsultasi tahunan ke-12 yang baru saja diikutinya, Presiden telah meminta ke PM Najib untuk membangun sekolah.
 
Tahun ini telah dibangun 19 Community Learning Center (CLC) tempat sekolah. “Target sampai Juli 2018 adalah 50 CLC sekolah. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Masa depan Indonesia ada di anak-anak kita,” ujarnya.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Menko PMK Puan Maharani, Menlu Retno Marsudi, Menkumham Yasonna Laoly, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menaker Hanif Dhakiri, Mendag Enggartiasto Lukita, KSP Teten Masduki dan Dubes Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana.(BS01)
T#g:MalaysiaTKItkwTenaga Kerja
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Meriahkan HAN, GOPTKI Gelar Perlombaan antar TK/RA se-Kabupaten Deli Serdang

    Beritasumut.com-Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional (HAN) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menggelar beberapa kegiatan perlombaan antar

  • 2 minggu lalu

    Malindo Air Tawarkan Pilihan Makanan Berat dan Ringan di Kelas Ekonomi

    Beritasumut.com–Malindo Air (kode penerbangan OD) member of Lion Air Group, menawarkan pelanggan yang terbang memilih kelas ekonomi dengan fl

  • 3 minggu lalu

    Wisman dari Malaysia Dominasi Kunjungan ke Indonesia

    Beritasumut.com-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2019 mencapai 1,48 juta kunjungan atau naik sebesar 2,04 per

  • 3 minggu lalu

    Balai Kota Medan Terima Kunker 7 Ahli Majlis Negeri Sembilan Malaysia

    Beritasumut.com-7 Ahli-Ahli Majlis (anggota DPRD) dari Majlis Perbandaran Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Ba

  • 4 minggu lalu

    Tim Pemprov Terus Berupaya Pulangkan TKW Asal Sumut

    Beritasumut.com–Untuk mempercepat penanganan TKW asal Sumatera Utara (Sumut) Meimeris Tumanggor yang sakit di Penang, Malaysia, tim yang diut

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.