Kamis, 12 Desember 2019

Tidak Ada Pungutan Lain, Presiden Jokowi: Semua WNI di Malaysia Harus Punya Paspor

Kamis, 23 November 2017 16:00:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Seusai menghadiri konsultasi tahunan ke-12 Indonesia-Malaysia, Presiden Joko Widodo bertemu dengan masyarakat Indonesia di Sarawak yang digelar di Stadium Perpaduan, Kuching Sarawak, Malaysia Rabu, (22/11/2017).
 
Dalam pertemuan yang tidak kurang dihadiri 7.000 orang itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar semua warga negara Indonesia harus memiliki Paspor. “Semuanya harus pegang paspor, yang belum pegang paspor segera urus di Konjen,” tutur Presiden.
 
Saat pertemuan tersebut, Presiden Jokowi pun berjanji dalam proses pengurusan paspor tidak ada pungutan lain selain harga resmi dan pelayanan yang cepat di KBRI maupun di konsulat jenderal. Bahkan dirinya telah memerintahkan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia dan juga Konsul Jenderal RI Kucing, Johar Gultom untuk memberikan kemudahan dalam proses pengurusan paspor.
 
“Semua yang berurusan dengan paspor dipercepat, tidak ada pungutan lain selain harga yang resmi,” kata Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Jangan sampai ada warga negara Indonesia yang tidak memiliki paspor karena dalam proses pengurusan paspor dipersulit. “Saya tidak mau rakyat kita tidak pegang paspor gara-gara ada yang mainin masalah paspor,” ucap Presiden.
 
Selain paspor, Presiden juga mengingatkan agar anak-anak Indonesia yang lahir memilliki akte kelahiran. “Anak-anak yang lahir semuanya diurus akta kelahirannya di konjen, agar nanti kalo sudah dewasa ada pegangan hukumnya,” ucap Presiden.
 
Untuk yang belum memiliki akte kelahiran, Presiden minta agar diurus di konsulat jenderal. “Jangan sampai anak-anak kita tidak memiliki akte kelahiran, karena anak-anak kita semuanya harus sekolah,” ujar Presiden.
 
Presiden juga mengingatkan agar anak-anak yang berada di Sarawak untuk bersekolah. Dalam konsultasi tahunan ke-12 yang baru saja diikutinya, Presiden telah meminta ke PM Najib untuk membangun sekolah.
 
Tahun ini telah dibangun 19 Community Learning Center (CLC) tempat sekolah. “Target sampai Juli 2018 adalah 50 CLC sekolah. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Masa depan Indonesia ada di anak-anak kita,” ujarnya.
 
Turut hadir mendampingi Presiden, Menko PMK Puan Maharani, Menlu Retno Marsudi, Menkumham Yasonna Laoly, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menaker Hanif Dhakiri, Mendag Enggartiasto Lukita, KSP Teten Masduki dan Dubes Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana.(BS01)
T#g:MalaysiaTKItkwTenaga Kerja
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 jam lalu

    Kadin Sumut Business Matching dengan Usahawan Pulau Pinang

    Beritasumut.com-Kadin Sumut bersama Pemprovsu membawa sejumlah UKM untuk melakukan Busimess Matching dengan para pengusaha Pulau Pinang, Malaysia d

  • satu minggu lalu

    Mida Situmorang dan Keluarganya Terlantar di Hutan di Malaysia, Gubernur Perintahkan Tim Pemprov Menjemput

    Beritasumut.com–Satu keluarga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan terlantar di sebuah pondo

  • 2 minggu lalu

    Polrestabes Medan Bongkar 7 Pelaku Jaringan Narkotika Internasional dari Hotel di Jalan Sunggal

    Beritasumut.com-Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan bongkar peredaran narkotika jenis sabu jaringan in

  • 2 minggu lalu

    Puluhan Guru TK dan RA Mengikuti Pelatihan Yang Diselenggarakan GOPTKI Deli Serdang

    Beritasumut.com-Latar belakang masalah pendidikan adalah pembentukan keperibadian manusia, yaitu memanusiakan manusia dalam arti sesungguhnya,karen

  • 3 minggu lalu

    Dongkrak Harga Sawit, Menko Perekonomian Ajak Malaysia Implementasikan Program Mandatori B30

    Beritasumut.com-Usai menghadiri The 2nd Ministeral Meeting of Palm Oil Producting Countries, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordina

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.