Rabu, 12 Desember 2018

Sejak 2014, Susi: Produksi Ikan Tangkap di Dalam Negeri Meningkat Signifikan

Selasa, 23 Oktober 2018 22:50:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sejak 2014 saat pemerintah memutuskan menerapkan pemberantasan IUU Fishing atau kegiatan perikanan yang tidak sah, tidak dilaporkan pada institusi yang berwenang, dan kegiatan perikanan yang belum diatur dalam peraturan yang ada, PDB perikanan mempunyai pertumbuhan yang sangat baik yaitu 7,35 persen dan 7,89 persen di tahun 2015, dan terus berlanjut sampai 2017 yaitu 5,95 persen.
 
“Pada triwulan 2018 ini kelihatannya akan jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya karena pada semester pertama sudah naik secara signifikan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers Laporan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Membangun Manusia Indonesia Menuju Negara Maju, di Aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, seperti dilansir dari laman setkab, Selasa (23/10/2018).
 
Secara nominal, Susi menjelaskan, economic size PDB perikanan kita di 2014 adalah Rp245,48 triliun, tahun 2015 Rp288,9 triliun, tahun 2016 Rp317 triliun, tahun 2017 Rp349,53 triliun. Tahun 2018 pada triwulan II sudah Rp187 triliun.“Jadi yang bilang perikanan melemah tidak benar, karena ekspor dan PDB secara signifikan terus naik,” tegas Susi.
 
Ditegaskan Susi, pertumbuhan PDB perikanan, terutama di perikanan tangkap ini mutlak dihasilkan melalui kekuatan armada nasional, karena sejak November 2014, kapal-kapal ikan asing dan eks asing sudah tidak boleh beroperasi di wilayah Indonesia.
 
Mengenai kenaikan produksi perikanan tangkap secara signifikan, Menteri Kelautan dan Perikanan mengemukakan, kenaikan itu nilainya lebih tinggi dibanding volumenya. Sehingga terjadi gap yang lebar  antara volume dan nilai (value) itu.“Artinya, perikanan kita sudah menuju pada perikanan yang berkelanjutan. Ada selective catch, ukuran ikan lebih besar, volumenya turun tapi value-nya naik. Itulah cara mengelola perikanan yang benar. Jadi bukan ikan jelek-jelek yang ditangkap, melainkan ikan-ikan baik yang nilainya tinggi,” tutur Susi.
 
Ditambahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, produksi perikanan budidaya juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Seperti udang, patin, nila, lele, kepiting, kakap dll. Sementara produksi perikanan rumput laut di tahun 2017 ada penurunan akibat cuaca, karena produksi tersebut berada di pesisir, jika ombak tinggi biasanya menyebabkan produktivitas rendah.“Kita juga mengkampanyekan terus menerus gemar makan ikan untuk memperbaiki sumber daya manusia Indonesia. Terlebih lagi, Presiden mulai tahun ini akan memprioritaskan pembangunan SDM Indonesia yang lebih berkualitas,” sambung Susi.
 
Dalam kesempatan itu, Susi membantah sinyalemen sejumlah pihak bahwa ekspor perikanan kita sekarang turun. Ia menjelaskan, ekspor ikan Indonesia sekarang banyak yang sudah diolah.“Jadi kode HS-nya jangan ikan gelondongan, tapi kalau dengan produk added value-nya dari bakso, nugget, surimi dan sebagainya itu terlihat ada kenaikan tinggi,” terang Susi.
 
Menurutnya, nilai ekspor akhir tahun 2018 akan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2017, karena yang masuk data baru dua kuartal saja sudah pada angka 2.272,67 juta dollar AS. Sedangkan tahun lalu hanya 2.013 juta dolar AS, berarti ada kenaikan lebih dari 12,88 persen.
 
“Ini pertama kali dalam sejarah pemerintahan, sejak 4 tahun ini neraca perdagangan perikanan untuk Asia Tenggara selalu di atas negara-negara ASEAN yang lain. Untuk pertama kalinya nomor 1 di Asia Tenggara,” terang Susi seraya menambahkan, kita bukan cuma juara dalam negeri saja, tapi sudah ASEAN, karena negara tetangga ikannya dari Indonesia, sekarang sudah tidak bisa nyolong lagi, jadi harus impor dari kita.(BS09)
 
T#g:IkanMenteri Kelautan dan PerikananSusi Pudjiastuti
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 jam lalu

    Komitmen Semua Lembaga, Pendidikan Antikorupsi Akan Diterapkan di Semua Jenjang Pendidikan

    Beritasumut.com-Komitmen bersama dari segenap lembaga untuk memerangi dan memberantas korupsi di negeri ini kembali ditunjukkan oleh pemerintah.

  • 17 jam lalu

    KUPT Disdik Labura dan 1 Oknum Lainnya Jadi Tersangka OTT Pungli

    Beritasumut.com-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya hanya menetapkan dua orang sebaga

  • 2 hari lalu

    Jelang Natal dan Tahun Baru, Menhub Minta Stakeholder Pelayaran Cek Kelaikan Kapal

    Beritasumut.com-Jelang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta stakeholder pelayaran menguta

  • 3 hari lalu

    Plt Bupati Labuhanbatu Apresiasi Inovasi Budidaya Lele di Desa Pematang Seleng

    Beritasumut.com-Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT, bersama Kadis Perikanan dan Kelautan Ir Jumingan tengah melakukan Panen Ika

  • 7 hari lalu

    Guru Jadi Kunci Pembangunan SDM, Presiden Jokowi Minta Masukan PGRI

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang jajaran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), ke Istana Merdeka, Jakarta, Rab

  • http://ceritasumut.com/
    Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.