Jumat, 22 November 2019

Rizal Ramli Kandidat Kuat Dampingi Jokowi pada Pilpres 2019

Minggu, 28 Januari 2018 11:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Sampai kini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) secara resmi belum menyatakan dukungan sepenuhnya untuk mengusung Jokowi sebagai Presiden tahun 2019. PDI-P memang agak kalah cepat dalam menentukan sikap politik terkait Pilpres.
 
Hal ini menjadi bumerang bagi partai moncong putih tersebut. Pasalnya, bisa saja mereka disusul Partai Golkar (PG) baik itu elektabilitas maupun popularitas. Di mana saat ini grafik PG semakin naik. Tren mereka terus merangkak naik kata Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie.
 
"Kalau kita lihat hasil survei yang dikeluarkan LSI, Kedua partai tersebut adalah PDIP dan Partai Golkar. Saat ini, elektabilitas PDIP sebesar 22.2 %, lebih besar dari perolehan suaranya di pemilu 2014 yaitu 18.95 %. Elektabilitas Partai Golkar sebesar 15.5 %, lebih besar dari perolehan suaranya di pemilu 2014 yaitu sebesar 14.75 %. Elektabilitas partai lainnya rata-rata dibawah perolehan suaranya di pemilu 2014," kata Jerry.
 
Menurut Jerry, baru partai Nasdem, Partai Golkar dan Hanura yang secara terang-terangan mendukung Jokowi pada pilpres 2018. Bisa saja, PDI-P ketinggalan kereta."Saya lihat justru PDI-P kurang jeli. Jokowi bagaikan "wanita cantik" banyak yang kepincut meminangnya. Bisa jadi Golkar akan menempatkan salah satu kader mereka yakni Airlangga berpasangan dengan Jokowi," kata dia.
 
Presiden Jokowi notabene 2 kali Walikota Solo, 1 kali Gubernur DKI Jakarta dan berpotensi dua kali presiden. Menurut Jerry, dengan dikeluarkannya keputusan DPR tentang Presidential Threshold (PT), 20 persen suara legislatif (DPR) dan 25 persen suara nasional.
Paling tidak lawan Jokowi hanyalah Prabowo dan koalisinnya Gerindra, PKS, PAN, Demokrat atau bisa saja PPP."Dengan naiknya elektabilitas Golkar 15,5 persen dan turunnya PDI-P % ke 22,2 % akan sangat berpengaruh," kata dia.
 
Memang dia melihat, nama-nama yang punya potensi juga mendampingi Jokowi dari TNI sudah terlihat nampaknya Jenderal (Purn) Moeldoko punya peluang yang besar. 
 
Selain itu jelas Jerry, nama yang mengkristal saat ini yakni ekonom handal Rizal Ramli. Sejumlah tokoh-tokoh nasional alumni ITB dan UGM yang ingin mengawinkan dirinya bertandem dengan Jokowi. Adapula nama yang berpotensi Cak Imin (PKB) Puan Maharani (PDI-P), dan Surya Paloh (Nasdem).
 
Jika jadi di second line ada nama-nama penantang Jokowi yakni, Anies Baswedan, Agus Yudhoyono dan Gatot Nurmantyo. Memang hanya mereka yang disebut-sebut sejumlah lembaga survei.Dengan diangkatnya Idrus Marham sebagai Menteri Sosial dan tetap dipertahankannya Airlangga Hartarto di posisi Menteri Perindustrian, maka itu sinyal kuat PG menjadi bombernya Jokowi.
 
Bisa saja kata Jerry, Golkar menyalib PDI-P. Apalagi ketua umum  mereka orangnya low profile dan bersih dari masalah hukum. Sebenarnya pemilih tradisional masih banyak yang simpati dengan Golkar. Namun elektabilitas dan popularitas mereka anjlok saat Setya Novanto dipaksakan memimpin partai ini.
 
"Tak bisa dipungkiri partai Golkar bisa saya katakan "The King of Indonesia Party". Dari partai inilah lahirlah partai besar di tanah air seperti, Partai Nasdem yang dipimpin Surya Paloh, Partainya Prabowo Subianto (Gerindra), dan Wiranto (Hanura). Namun jika ini digabungkan Golkar 91 kursi, Partai Gerindra 73,  Nasdem 35 dan Hanura 16 kursi. Jadi total 215 suara di DPR dari 560 (38 persen)," jelas dia.
 
Untuk pilpres nanti jelas Jerry, paling hanya ada dua calon presiden ataupun bisa jadi Jokowi akan melawan kotak kosong. Tapi bisa terulang big match antara Jokowi dan Prabowo. Lantaran saat ini selain Prabowo belum ada satupun yang bisa mengimbangi nantan Walikota Solo dua periode ini.
 
Bicara "big suprise" kata dia, barangkali relatif kecil. Dengan pencapain  pembangunan Presiden Jokowi, maka Jerry memprediksi akan sulit bagi para kampriotnya untuk menandinginya. Jokowi pribadi punya mind set is think out of the box, sosok talk less, do more (sedikit bicara dan banyak berbuat).
 
Ditambahkannya, Golkar menjadi brigde politik jika nanti tak diusung PDI-P. Ini sudah dipikirkan Jokowi. Bisa jadi faktor "Jokowi Pekerja Partai" menjadi bom waktu bagi dirinya.(Rel)
T#g:jokowiPilpres 2019Rizal Ramli
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Presiden Jokowi Didampingi Gubernur, Tinjau RSUD Abdoel Moeloek Lampung

    Beritasumut.com-Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) singgah di Provinsi Lampung dalam agenda peresmian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas Ja

  • 7 hari lalu

    Presiden Jokowi Minta Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah Kerja Bersama dalam Pembangunan

    Beritasumut.com-Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa kerja yang dilakukan jajaran pemerintah mulai dari penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

  • 3 minggu lalu

    Samakan Persepsi Terkait Program Prioritas Nasional, Mendagri Akan Undang Kepala Daerah

    Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof HM Tito Karnavian PhD meminta seluruh jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) memahami Visi-Misi Pre

  • 4 minggu lalu

    Hanya Bisa Pilih 34 dari 300 Nama Calon Menteri, Presiden Jokowi Minta Maaf

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam seminggu ini dirinya dan Wakil Presiden sibuk membentuk kabinet, mengangkat Mente

  • 4 minggu lalu

    Inilah Susunan Kabinet Indonesia Maju, Prabowo Jadi Menhan

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan secara resmi menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet untuk periode 2019-20124. K

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.