Selasa, 22 Oktober 2019

Penataan KJA di Danau Toba, Wagub Ingatkan Tenggat Pengurangan Jumlah dan Produksi

Jumat, 27 Oktober 2017 19:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr Hj Nurhajizah Marpaung menegaskan bahwa penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba harus segera dituntaskan. Dirinya pun memberikan peringatan soal tenggat waktu pengurangan jumlah dan produksi ikan.
 
"Kita meminta untuk segera dikurangi jumlahnya. Kalau bisa mengurangi, ya terimakasih. Karena bagaimanapun kita ingin Danau Toba ini benar-benar untuk kepentingan pariwisata," ujar Nurhajizah terkait upaya keras Pemprov Sumut menjadikan Danau Toba (Geopark Kaldera Toba) mendapat pengakuan UNESCO sebagai taman bumi pada November mendatang, Jumat (27/10/2017).
 
Pada pertemuan yang dihadiri sejumlah pihak terkait seperti pemilik kerambah (masyarakat), perusahaan, serta unsur pemerintah setempat, Wagub menyebutkan dirinya telah diperintahkan pusat melalui beberapa kementerian untuk memastikan upaya pengurangan dan penataan KJA berjalan efektif. "Jadi saya mohon kepada Camat, Kepala Desa dan masyarakat mari kita mendukung kelestarian Danau Toba ini, bukan untuk kita, tetapi anak cucu kita juga nanti, untuk seluruh masyarakat yang ada di kawasan ini," sebut Nurhajizah didampingi Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut Zonny Waldi.
 
Tidak hanya itu, bahkan saat kunjungan lapangan ke lokasi KJA menggunakan kapal, Wagub menyempatkan diskusi bersama sambil meninjau keberadaan kerambah yang dinilai tidak mendukung pelestarian lingkungan dan mencemari air Danau Toba. Dalam tinjauan tersebut, dirinya memberikan arahan keras agar pengurangan jumlah KJA serta penataan dalam bentuk relokasi tempat yang dianjurkan secepatnya dilaksanakan.
 
Relokasi dimaksud adalah tempat yang memang diperuntukkan bagi budidaya ikan. Namun untuk beberapa titik lokasi seperti jalur wisata dan jalan umum yang dapat terlihat memperburuk pemandangan Danau Toba, harus dilakukan penataan dan pemindahan. Meskipun pada prinsipnya, untuk mencapai pengakuan UNESCO, segala aktivitas yang mencemari, harus dikurangi. "Ini memang warisan (pemberian) dari Tuhan untuk orang Batak. Tetapi kalau tidak dipelihara, apa yang mau kita titipkan ke anak cucu kita, lihatlah warnanya berubah. Apalagi kita mau mengundang 1 juta wisatawan mancanegara, mereka itu tidak suka mengotori danau," katanya. Wagub juga meminta seluruh jajaran pemerintahan mulai Kabupaten, Kecamatan, Desa hingga komunitas yang ada, untuk aktif mensosialisasikan pengurangan jumlah KJA demi mengembalikan kondisi Danau Toba lebih baik dan mengurangi pencemaran.
 
Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut Zonny Waldi mengatakan bahwa informasi selama ini dari perusahaan terkait teknologi pakan terapung yang tidak akan mengendap ke dasar danau, berbeda dengan yang terjadi di lapangan saat kunjungan tersebut. Dirinya melihat langsung banyak pakan apung yang tidak termakan ikan dan dalam waktu beberapa jam, akan tenggelam ke dasar danau dan menyebabkan pencemaran. "Ini jadi masalah, banyak sekali pakan yang tidak termakan ikan. Sementara daya tahan (apung) pakan itu hanya beberapa jam. Jadi tetap saja akan tenggelam ke dasar, dan mencemari Danau Toba," tegasnya.
 
Zonny pun mengatakan, daya dukung pencemaran untuk produksi ikan KJA yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Gubernur adalah 10ribu ton per tahun. Sementara kondisi di lapangan pada 2016 lalu, mencapai 62 ribu ton. Karena itu, pihaknya terus mendorong agar pengurangan jumlah KJA di Danau Toba bisa dilakukan secara bertahap hingga nantinya bisa dibersihkan. (BS03)
T#g:danau tobaKJAkerambaKerusakan lingkungannurhajizah marpaungPemerintahPemprovsu
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Pimpin Rakor KSN Mebidangro, Edy Rahmayadi Ingatkan Semua Pihak Tentang Perpres 62/2011

    Beritasumut.com–Untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan terintegrasi Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro) dibutuhkan kes

  • 7 hari lalu

    Pemprov Sumut Dukung Upaya Penurunan Tingkat Kematian Ibu dan Bayi

    Beritasumut.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi dan mendukung program USAID Jalin di Sumut, yang bertujuan

  • 7 hari lalu

    Pemerintah Gelontorkan Anggaran Rp4,04 Triliun untuk Pembangunan Insfratuktur dan Utilitas Dasar Danau Toba

    Beritasumut.com-Pemerintah Republik Indonesia (RI) menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,04 triliun untuk pembangunan insfratuktur dan utilitas dasa

  • 7 hari lalu

    Raker Sekda se-Sumut, Sabrina Berpesan Harus Tanggap dengan Perkembangan Terkini

    Beritasumut.com-Sekretaris Daerah (Sekda) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Setidaknya, ada tiga fungsi mendasar yang menj

  • 7 hari lalu

    Toba Caldera Resort Diresmikan, Presiden Jokowi Ingin Rumah di Kawasan Danau Toba Dikembalikan Seperti Aslinya

    Beritasumut.com–Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan insfratuktur di kawasan Danau Toba untuk dapat deselesaikan sesuai

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.