Politik & Pemerintahan

Pemko Medan Masih Rahasiakan Waktu Pembangunan RS Martondhi untuk Pedagang Aksara

Try Try
Pemko Medan Masih Rahasiakan Waktu Pembangunan RS Martondhi untuk Pedagang Aksara
BERITASUMUT.COM/IST
Pedagang Aksara saat melakukan aksi unjuk rasa terkait relokasi pasar.
Beritasumut.com-Pemko Medan masih merahasiakan kapan dimulainya pembangunan kios untuk pedagang Aksara di lahan eks RS Martondhi. Seperti diketahui Pemko Medan telah memutuskan eks RS Martondhi sebagai pengganti tempat berjualan para pedagang yang kiosnya terbakar di Pasar Aksara.
 
"Kita siapkan. Kapannya, itu nanti kita beberkan. Internal dulu.Yang pasti relokasinya sudah diputuskan di Martondhi," ujar Walikota Medan Akhyar Nasution kepada wartawan, Selasa (29/11/2016).
 
Akhyar menyebutkan lahan seluas satu hektare ini bisa menampung 700-an pedagang Aksara yang menjadi korban kebakaran.Akhyar menegaskan jika para pedagang ngotot masih ingin Pasar Aksara yang terbakar itu dibangun kembali, itu tidaklah mungkin.Pasalnya, di lokasi tersebut direncanakan adan dibangun fly over Aksara yang dilakukan oleh pemerintah pusat. 
 
Akibatnya, lahan di Pasar Aksara seluas sekitar 4.000 meter milik Pemko pun nantinya akan tegerus akibat pembangunan itu.
"Imposible lah kalau mau dibangun lagi. Ga akan muat untuk menampung banyaknya pedagang disana," jelasnya.
 
Akhyar menerangkan sistem pembangunannya adalah Pemko Medan akan membeli lahan itu. Pemko, katanya, telah melakukan pertemuan dengan pemilik lahan. Menurutnya, dari hasil pertemuan itu pemilik lahan bersedia agar lahannya itu pun dikelola karena selama ini lahan itu tidak dikelola dengan baik.
 
"Jadi gini, sistemnya Pemko beli lahan itu. Kemudian dibangun dengan dana Pemko. Gedungnya permanen. Setelah itu sewa-pakai. Yang dibayar retribusi sewa aja. Jadi pedagang masuk ga dipungut biaya lagi," terang Akhyar.
 
Untuk itu, pihaknya terus berupaya agar para pedagang itu mendapat tempat yang layak untuk berjualan. Pemko Medan, katanya, sebisa mungkin memberikan tempat yang nyaman dan aman buat para pedagang. 
 
Sebelumnya, Walikota Medan HT Dzulmi Eldin mengatakan karena adanya pembangunan tol Aksara, pihaknya tak ingin dua kali kerja. Ia khawatir, setelah dibangun sebelum adanya pembangunan fly over Aksara nanti pasar yang sudah dibangun tergusur lagi. "Kita jangan dua kali kerja. Habis anggaran. 2017 kita anggarkan pembangunannya," jelasnya. (BS03)