Kamis, 22 Agustus 2019

Pemerintah Cegah Penyebaran Hoaks, 2184 Akun dan Website Ditutup

Senin, 27 Mei 2019 23:05:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Pemerintah berupaya mengurangi dampak hoaks dan ujaran kebencian yang disebarluaskan melalui platform media sosial (medsos) dan percakapan instan. Upaya itu ditujukan untuk meminimalisasi dan menghindarkan konflik sebagai akibat tindakan kekerasan yang dipicu oleh informasi hoaks.
 
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, dilansir dari Setkab.go.id, Senin (27/05/2019) mengatakan, hoaks yang tidak dikendalikan akan berpotensi memicu aksi massa dan kekerasan yang berdampak pada jatuhnya korban. “Satu hoaks saja sudah cukup untuk memicu aksi massa yang berujung penghilangan nyawa, seperti salah satunya yang menimpa Mohammad Azam di India pada tahun 2018. Padahal ada banyak hoaks sejenis itu lalu-lalang di Indonesia setiap hari, apalagi sekitar 22 Mei lalu,” katanya.
 
Menkominfo Rudiantara menyebutkan, ada tiga langkah yang diambil pemerintah berdasarkan tingkat kegentingan peredaran konten hoaks. Langkah itu lazim dan kerap diambil oleh Pemerintah di negara lain untuk mencegah meluasnya kerusuhan. Langkah pertama adalah menutup akses tautan konten atau akun yang terindikasi menyebarkan hoaks. Kedua, bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk menutup akun. Dan ketiga, pembatasan akses terhadap sebagian fitur platform digital atau berbagi file. “Pembatasan akses merupakan salah satu dari alternatif-alternatif terakhir yang ditempuh seiring dengan tingkat kegentingan. Pemerintah negara-negara lain di dunia telah membuktikan efektivitasnya untuk mencegah meluasnya kerusuhan,” jelas Rudiantara.
 
Menteri Kominfo menjelaskan bagaimana Srilanka menutup akses ke Facebook dan WhatsApp untuk meredam dampak serangan Bom Gereja dan serangan Anti-Muslim yang mengikutinya. Sementara, Iran pernah menutup akses Facebook pada tahun 2009 setelah pengumuman kemenangan Presiden Ahmadinejad. “Banyak negara lain melakukan pembatasan dan penutupan dengan berbagai pertimbangan,” tandas Rudiantara.
 
Tutup Akses 2184 Akun dan Website
Sebelum dan selama pembatasan akses sebagian fitur platform media sosial dan percakapan instan berupa fitur image dan video, menurut Rudiantara, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menutup ribuan akun media sosial dan situs web. Sebanyak 551 akun facebook telah diblokir. Kemudian akun twitter 848 akun, Instagram 640 akun, Youtube 143 akun, serta masing-masing 1 untuk url website dan LinkedIn. Total ada 2184 akun dan website yang telah diblokir.
 
Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan penyedia platform digital. “Itu juga ditempuh. Misalnya, saya telah berkomunikasi dengan pimpinan WhatsApp, yang hanya dalam seminggu sebelum kerusuhan 22 Mei lalu telah menutup sekitar 61.000 akun aplikasi WhatsApp yang melanggar aturan,” jelas Rudiantara.
 
Menurut Menteri Kominfo semua itu perlu dilakukan agar sebaran konten hoaks, fitnah maupun provokasi dapat diminimalkan. Bahkan, Menteri Kominfo mengajak semua kalangan untuk memulai dari sendiri agar tidak menyebarkan konten yang melanggar aturan atau hukum. “Jangan lelah untuk mengimbau agar masyarakat dan teman-teman di sekitar kita berhenti menyebarkan konten yang mengandung hoaks, fitnah, maupun provokasi untuk melanggar aturan atau hukum. Tentu saja harus kita mulai dari diri sendiri,” jelas Rudiantara. (BS09)
T#g:HoaxMedsos DiblokirMenkominfoSitus Diblokirujaran kebencian
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Berangkat dari Hoax, Sabri Gusmail dan Miyoshi Masato Pentaskan Karya Tari Filter

    Beritasumut.com-Berangkat dari kegelisahannya terhadap peredaran isu hoax yang marak terjadi, Seorang Koreografer, Seniman asal Aceh Sabri Gusmail

  • satu bulan lalu

    Kelemdiklat Polri: Email Berisi Penambahan Kuota Penerimaan Polri Hoaks

    Beritasumut.com-Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi menegaskan bahwa terkait beredarnya e-mail yang berisi informasi penambahan

  • 2 bulan lalu

    BKN Hitung Rekapitulasi Data Pelanggaran Netralitas ASN Saat Pemilu 2019 Lalu

    Beritasumut.com-Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mendata bahwa 99,5% pelanggar netralitas ASN berstatus pegawai instansi daerah yang meliputi P

  • 3 bulan lalu

    Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

    Beritasumut.com-Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/05/2019), berupa video aksi kekerasan, ker

  • 4 bulan lalu

    Tiap Bulan Naik Terus, Kominfo Identidikasi 1.645 Konten Hoaks Terkait Pemilu Serentak 2019

    Beritasumut.com-Tren penyebaran informasi hoaks selama Pemilu Serentak 2019 meningkat tajam. Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informa

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.