Kamis, 24 Oktober 2019

PKS Tegaskan Tolak RUU Pro Zina dan LGBT

Senin, 25 Maret 2019 13:33:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS03

Beritasumut.com-Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS Sumut menggelar acara "Silaturrahim Tokoh Muslimah Sumatera Utara", Sabtu (23/03/2019), di Gedung Madinatul Munawarah Asrama Haji Medan.

Acara yang dihadiri sekitar 200 peserta tersebut dibuka oleh Ketua DPP PKS Wilda Sumbagut Ir H Tifatul Sembiring yang juga anggota DPR RI. Pada acara tersebut dihadirkan Ketua Devisi Kajian BPKK DPP PKS Sri Rahayu Purwitaningsih yang membawakan materi tentang ketahanan keluarga di tengah kian massifnya arus informasi era millenial saat ini.

Selain dampak positif, kata Sri Rahayu Purwitaningsih, perkembangan informasi dan teknologi saat ini juga menjadi ancaman serius bagi setiap keluarga. Menurutnya, bila tidak diantisipasi, maka apa yang terjadi di dunia barat saat ini juga akan terjadi di Indonesia. Di barat, katanya, institusi keluarga telah menjadi asing dan usang.

"Ketika seks bebas dan LGBT merebak karena tidak adanya sanksi agama dan sosial, serta institusi keluarga ditinggalkan, jadilah pertumbuhan penduduk minus," papar Sri Rahayu Purwitaningsih.

Lebih jauh disebutkannya, bahwa salah satu misi utama PKS adalah menjadikan keluarga Indonesia sebagai basis pertumbuhan SDM dan juga perbaikan bangsa ke depan. "Kita  memperjuangkan agar negara melindungi keluarga dari berbagai hal yang akan merusak atau berpotensi destruktif terhadap ketahanan keluarga," ujarnya.

Sementara itu Ketua BPKK DPW PKS Sumatera Utara Fitri Gustiana menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang isinya masih banyak kontradiktif, karena banyak hal-hal yang betentangan dengan agama, adat-istiadat dan budaya sehingga perlu ada revisi agar nanti hasilnya menjadi lebih baik.

“Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual perlu direvisi karena didalamnya masih banyak hal-hal yang betentangan dengan agama, adat-istiadat dan budaya. Jika tidak direvisi, maka kami bersepakat untuk menolak rancangan tersebut,” tegas beliau.

Sebagaimana diketahui, menurut Aliansi Indonesia Cinta Keluarga (AILA), jika RUU ini diketok rentan menjadi pintu bagi legalisasi perzinahan, aborsi dan LGBT sebab landasan filosofisnya yang mutlak dari feminisme Barat dan menihilkan agama.(BS03)

T#g:LGBTPKSRUU
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Terluka Saat Demo, Pertunangan Briptu Charis Terpaksa Ditunda

    Beritasumut.com-“Untung tak dapat diraih dan malang tak dapat dihindari!” Sepenggal pribahasa ini seakan cocok untuk menggambarkan suas

  • 4 minggu lalu

    Presiden Jokowi Berharap RUU KUHP dan Sejumlah RUU Lain Dibahas DPR Periode Mendatang

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menunda menunda pengesahan sejumlah ranc

  • satu bulan lalu

    Diminta Presiden, DPR RI Pertimbangkan Tunda Pengesahan RUU KUHP Oleh Humas

    Beritasumut.com-Pimpinan DPR RI Bambang Soesatyo mempertimbangkan permintaan pemerintah untuk menunda pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Unda

  • 2 bulan lalu

    RUU Perpajakan Baru: Pemerintah Pangkas PPH Badan, Hapus PPH Dividen, Turunkan Denda Pajak

    Beritasumut.com-Pemerintah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ketentuan dan fasilitas perpajakan untuk penguatan perekonomian, yang m

  • 3 bulan lalu

    Ada Celah Hukum, DPR Tagih Pemerintah Ajukan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi

    Beritasumut.com-Kementerian Dalam Negeri telah memperpanjang hak akses Astra terhadap data kependudukan RI yang telah dilakukan sejak tahun 2017. P

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.