Selasa, 15 Oktober 2019

Omset dan Jumlah Peserta Gebyar Kerajinan Daerah Sumut Menurun

Selasa, 06 September 2016 00:23:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Gubsu bersama Ketua dekranasda Sumut di pembukaan Gebyar Kerajinan Daerah 2016
Beritasumut.com-Kesuksesan gebyar kerajinan daerah tahun 2015 tak terulang di Tahun 2016 ini. Selain omset yang jauh berkurang, jumlah peserta juga mengalami penurunan. Seperti diketahui Pada penyelenggaraan pertama tahun 2014 penjualan mencapai Rp 230.179.000 selama tiga hari dengan jumlah peserta 36 pengrajin.
 
Hal ini cukup kontras dengan yang terjadi di tahun 2015, dimana ada peningkatan penjualan dan peserta. Pada saat itu, kegiatan yang digelar selama lima hari, sukses meraup penjualan mencapai Rp 1.127.990.600 dengan jumlah peserta 39 pengrajin. Sedangkan tahun 2016 ini dengan jumlah peserta menjadi 26 pengrajin, penjualan hanya sebanyak Rp526 juta selama tiga hari pelaksanaan yakni 2-4 September 2016.
 
Ironisnya, fakta adanya penurunan penjualan dan peserta berbanding terbalik dengan pernyataan Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumatera Utara (Sumut) Purnama Dewi selaku Ketua Panitia.
 
"Kita merasa bangga, karena dari tahun ke tahun para peserta pameran semakin meningkat. Ada dari Dekranasda Medan Binjai, Tanjungbalai, Pematang Siantar, Kabupaten Sergai dan lainnya. Dari informasi yang kami kumpulkan di lapangan, omset penjualan selama 3 hari mencapai sebesar 526 juta, dengan pendapatan perharinya lebih kurang 175 juta rupiah. Ini merupakan satu peningkatan yang sangat baik," ujar Purnama Dewi dalam sambutannya saat penutupan Gebyar Kerajinan Daerah Sumut, Minggu (04/09/2016) malam.
 
Dalam kesempatan itu, Purnama Dewi juga menyampaikan kalau kegiatan ini merupakan keinginan Pemprov Sumut untuk menjadikan Sumut sebagai salahsatu kerajinan daerah di Indonesia yang mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui perkembangan industri kerajinan dan padat karya. Dia juga meminta semua pihak untuk bersama-sama menggunakan kesempatan ini dalam mengembangkan industri kerajinan daerah, karena jika sektor ini berkembang maka terjadilah peningkatan produktivitas dan yang paling utama peningkatan kreatifitas pengrajin yang akan membuka lapangan kerja baru, meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
 
"Dengan menjadikan gebyar ini sebagai even tahunan, kiranya keinginan tersebut dapat terwujud. Harapan terbesar kita yaitu mendongkrak peningkatan realisasi investasi Sumut melalui kerjasam pengembangan usaha baik di dalam maupun luar negeri," pungkasnya. (BS03)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.