Rabu, 23 Oktober 2019

Mendagri Dorong KPU Perbanyak 'Smart Campaign'

Selasa, 11 September 2018 14:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap dalam pemilu serentak 2019 nanti yang diperbanyak adalah kampanye dialogis. Ia menyebutnya, kampanye dialogis sebagai bentuk smart campaign atau kampanye cerdas. Kampanye seperti itu yang dibutuhkan publik. Selain mengedukasi agar pemilih bisa berpikir cerdas dan rasional, tapi kampanye dialogis juga jadi ruang yang tepat menyebar ide dan gagasan. 
 
"Saya berharap, pemilu serentak 2019 lebih mengedepankan kampanye dialogis. Kampanye cerdas atau smart campaign," kata Tjahjo dilansir dari laman kemendagri, Selasa (11/09/2018).
 
Karena itu, ia mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilihan memperbanyak ruang kampanye dialogis. Karena lewat kampanye dialogis, kontestan dan tim suksesnya baik yang bersaing di pemilu legislatif atau pemilihan presiden, akan ditantang menawarkan ide, konsep dan gagasan. "Smart campaign dalam bentuk kampanye dialogis adalah bentuk kampanye dimana parpol dan timses mendekatkan calon pemimpin dengan rakyatnya," terang Tjahjo. 
 
Lewat kampanye dialogis pula, komunikasi dengan rakyat akan tercipta dua arah. Calon pemimpin bisa menyerap apa yang jadi aspirasi rakyatnya. Dan, rakyat bisa mendapat ruang untuk bicara. Kampanye dialogis akan mendorong pendewasaan poltik publik. "Setidaknya calon pemimpin akan mengetahui lebih jauh tentang apa yanh menjadi kebutuhan dan aspirasi rakyatnya. Sebaliknya rakyat atau konstituen akan mengenal lebih dekat sosok calon pemimponnya," katanya. 
 
Daripada kampanye dengan pengerahan massa, menurut Tjahjo, lebih banyak mudharatnya. Sebab kampanye yang lebih mengutamakan pengerahan massa, rentan memicu gesekan. "Kampanye dialogis yang bisa mendewasakan cara kita berpolitik," kata Tjahjo. 
 
Menurut Tjahjo, kenapa ia merasa perlu mendorong KPU agar lebih memperbanyak smart campaign. Sedianya ada beberapa pertimbangan yang mendasari itu. Terutama  manfaat kampanye dialogis. Pertimbangan pertama, sejatinya kampanye adalah kegiatan kegiatan adu ide dan gagasan dan adu program. Dan adu program hanya bisa dilakukan secara baik dalam skala pertemuan terbatas.Bisa disemai dengan baik dalam bentuk dialog.Itu ruang untuk uji program."Itu hanya mungkin dilakukan secara baik dalam kampanye dialogis," jelasnya.
 
Pertimbangan kedua, lanjut Tjahjo, dalam kampanye dialogis, ada ruang bagi pemilih untuk berfikir secara kritis dan rasional. Menelaah dan menguji  program atau gagasan yag ditawarkan oleh calon atau tim suksesnya. Pertimbangan ketiga, kampanye dialogis memberikan pendiidikan politik yang mencerahkan, mendidik masyarakat dan program-program parpol dan calon pun bisa ditawarkan lebih transparan serta akuntabel. 
 
"Pertimbangan keempat, dengan kampanye dialogis, masyarakat tidak sekedar berkumpul bersuka ria sebagai massa, tapi lebih partisipatif dan menempatkan rakyat sebagai subyek dalam proses politik dan pembangunan," ujarnya. 
 
Kampanye dialogis juga dapat mencegah konflik horisontal dan jauh dari kampanye negatif yang mengadu domba dan menyesatkan. Tidak hanya itu, kampanye dialogis lebih efisien dari segi biaya, waktu dan tenaga. "Dan masih banyak maanfaat lainnya," ujarnya.
 
Tjahjo juga kemudian menjelaskan aturan main kampanye yang diatur dalam UU Pemilu maupun dalam peraturan KPU. Menurutnya, berdasarkan Pasal 1 angka 35 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang dimaksud kampanye pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan  menawarkan visi, misi atau citra diri peserta pemilu."Sementara masa kampanye diatur dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019," kata dia.
 
Dalam aturan KPU, kata Tjahjo, masa kampanye berlangsung mulai tanggal 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Dan pada 14 April 2019 akan memasuki hari tenang. Pencoblosan pemilu serentak sendiri akan dilaksankan pada 17 April 2019.(BS09)
 
T#g:KPUMendagriPemilupilegpilpres
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Pilkada Kota Medan Tahun 2020 Diharapkan Berlangsung Aman dan Lancar

    Beritasumut.com-Pemko Medan siap mendukung dan memfasilitasi seluruh komponen yang dibutuhkan terkait penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilk

  • 3 hari lalu

    Bawaslu Labura Dapat Dana Hibah 8,2 Miliar dari Pemkab Labura

    Beritasumut.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mendapat Dana Hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labura

  • 3 hari lalu

    Sekjen Kemendagri Minta Inventarisir MoU Kampus IPDN, Jangan Hanya Seremonial Yang Tidak Bermanfaat

    Beritasumut.com-Sekjen Kemendagri yang juga Plt Rektor IPDN, Hadi Prabowo mendorong kemajuan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN). Menurutnya ad

  • 4 hari lalu

    DPRD di Seluruh Indonesia Diminta Turut Sukseskan Pilkada Tahun 2020

    Beritasumut.com-DPRD Provinsi di Seluruh Indonesia, terutama daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada, diminta untuk turut menyukseskan Pilkada Ta

  • 6 hari lalu

    Mendagri Terus Ingatkan Kepala Daerah dan ASN untuk Hindari Area Rawan Korupsi

    Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terus mengingatkan kepala daerah dan ASN dalam berbagai kesempatan untuk menghindari

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.