Jumat, 24 Januari 2020

Mendagri: Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi dengan Kajian Akademis

Selasa, 19 November 2019 10:28:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengemukakan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung perlu dievaluasi. 
 
“Semua kebijakan publik apalagi menyangkut masyarakat banyak, menyangkut sistem pemilihan, itu juga perlu dievaluasi setelah berapa lama. Nah kemudian evaluasi itu harus dilakukan dengan mekanisme evaluasi kajian akademis, jangan kajian empirik berdasarkan pemikiran semata,” kata Mendagri menjawab wartawan usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komite I DPD RI di Jakarta, Senin (18/11/2019). 
 
Untuk itu, menurut Mendagri, diperlukan metode penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan Pilkada secara langsung melalui institusi yang reliabel. “Metode penelitiannya juga harus (dilakukan) secara benar oleh institusi yang reliabel yang reputasinya bagus. Mungkin tiga sampai empat kajian lembaga penting yang terkenal baru kita lihat hasilnya, bisa saja temuannya nanti (menyatakan)  bahwa publik lebih sepakat dengan Pilkada langsung terus dilanjutkan, kita otomatis why not (kenapa tidak), ini adalah suara rakyat. Tapi kalau nanti kajian akademiknya kita tidak perlu Pilkada langsung tapi Pilkada Asimetris itu juga jadi pertimbangan,” jelas Tito. 
 
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, metode pelaksanaan Pilkada Asimetris yang memungkinkan hanya di kota-kota tertentu yang melaksanakan Pilkada secara langsung, itupun perlu dipersiapkan analisis lebih lanjut seperti indeks kedewasaan dalam berdemokrasi. 
 
“Asimetris itu artinya tidak semuanya Pilkada Langsung, maka perlu dibuat indeks kedewasaan demokrasi tiap-tiap daerah, saya sudah bicara dengan Kepala Pusat Statistik dan Kepala Balitbang di Kemendagri untuk menggunakan anggaran itu untuk mencoba melihat indeks demokrasi, daerah mana saja yang siap melaksanakan Pilkada langsung dan tidak,” jelas Tito. 
 
Dengan demikian, tegas Tito, Kemendagri tidak pada posisi dalam mengambil keputusan memilih sistem Pilkada langsung, tidak langsung, atau asimetris. Namun diperlukan kajian akademis dalam menganalisis dan mengevaluasi pelaksanaan Pilkada secara langsung yang telah berlangsung dalam kurun waktu 15 tahun ini.(rel)
T#g:MendagriPilkadaPilkada 2020Pilkada Langsung
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 jam lalu

    Pengamat Politik: Akhyar Nasution Sosok yang Sederhana dan Pekerja

    Beritasumut.com-Memimpin pemerintahan sekaligus juga menyandang gelar sebagai politisi, nama Akhyar Nasution menjadi sosok yang saat ini dinilai se

  • 4 hari lalu

    Akhyar Nasution Fit and Proper Test di DPD Golkar Sumut, Ayok Sama-sama Kita Bangun Medan

    Beritasumut.com-Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan visi dan misi di DPD Partai Golkar Sumatera Utara. Penyampaian visi dan misi itu sebagai sala

  • 5 hari lalu

    Pemkab Labura dan Polres Labuhanbatu Tandatangani MoU Dana Hibah Pengamanan Pilkada

    Beritasumut.com-Dalam rangka melakukan pengamanan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara tahun 2020, Bupati Labu

  • satu minggu lalu

    Begini Sosok Akhyar Nasution di Kalangan Warga Muhammadiyah

    Beritasumut.com-Nama pelaksana tugas Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi terus menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Kalau

  • satu minggu lalu

    Jelang Pilkada, Pemko Medan dan KPU Gelar Rapat Sinergitas

    Beritasumut.com-Guna mensukseskan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan tahun 2020, Pemko Medan bersama Komisi Pemilihan Umum (K

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.