Politik & Pemerintahan

Lawan Ketertinggalan, Gubsu Ajak Masyarakat Gotong Royong

Lawan Ketertinggalan, Gubsu Ajak Masyarakat Gotong Royong
BERITASUMUT.COM/BS03
Gubsu saat meninjau rumah yang telah direnovasi di Kabupaten Dairi.
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi membuka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat BBGRM XIII dan HKG-PKK ke-44 dan Pencanangan Desa Binaan Bangdes-Madu Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Silumboyah Kecamatan Empat Numpuholo Kabupaten Dairi, Rabu (14/09/2016).“Semangat gotong royong perlu untuk membangun daerah kita ini menjadi yang terbaik," ujar Gubsu. 
 
Hadir pada kesempatan tersebut FKPD Provinsi mewakili Pangdam I/BB, Bupati Kabupaten Dairi KRA Johnny Sitohang Adinegoro, SSos, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, para bupati dan walikota se Provinsi Sumatera Utara, FKPD kabupaten Dairi, Ketua TP PK Provsu Hj Evi Diana dan para ketua TP PKK Kabupaten/Kota se Provinsi Sumatera Utara, Para Kepala SKPD Provinsi, tokoh masyarakat dan alim ulama Kabupaten Dairi.
 
Pada kesempatan itu Gubsu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus menggelorakan semangat gotong royong."Dengan semangat gotong royong kita bisa melawan ketertinggalan, semangat yang luar biasa untuk membangun daerah kita ini menjadi yang terbaik," tegas Gubsu.
 
Menurut Gubernur, saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap enteng terhadap nilai dan makna besar dari semangat gotong- royong baik dari sisi tujuan dan manfaatnya. "Pada hakekatnya pembangunan bangsa dan negara ini adalah dengan semangat gotong royong," imbuhnya.
 
Salah satu nawacita yakni membangun dimulai dari pinggiran artinya dari desa oleh karenanya desa memiliki peran yang sangat penting untuk menyokong kota wilayah yang lebih luas. Apalagi lanjut Gubsu saat ini anggaran desa yang cukup besar dari tahun ke tahun. Untuk itu Gubsu mengharapkan agar anggaran desa dapat digunakan semaksimal mungkin dengan musyawarah desa yang membicarakan hal-hal prioritas untuk pembangunan. "Diharapkan desa semakin kreatif dan inovatif karena desa merupakan potensi sumber daya untuk pembangunan," ujar Gubsu.
 
Sementara itu, Bupati Dairi KRA Johnny Sitohang dalam sambutan mengatakan bahwa Kabupaten Dairi memiliki motto pembangunan 'Bekerja untuk Rakyat'. Menurutnya, pamong itu adalah pelayan, yaitu pelayan masyarakat. Untuk mengimplementasikan hal tersebut dirinya membuat kebijakan agar seluruh SKPD di Kabupaten Dairi untuk turun ke desa sekali dalam dalam dua minggu yakni pada hari Jumat dan Sabtu. "Kami tidur di desa untuk mengetahui situasi di desa dan apa saja yang diperlukan rakyat," sebutnya. 
 
Dalam acara tersebut, Gubernur berkesempatan meninjau rumah yang tidak layak huni dan telah direnovasi yang merupakan program dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan bantuan dari SKPD Provsu. Untuk kabupaten Dairi sendiri ada 15 unit rumah yang direnovasi. "Ini sangat positif agar masyarakat Sumatera Utara memiliki tempat tinggal yang layak huni," pungkas Gubernur.(BS03)