Selasa, 22 Oktober 2019

Ketua Fraksi PKS Tawarkan Lima Solusi Komprehensif Menghentikan Kekerasan di Forum Parlemen Dunia

Jumat, 08 September 2017 02:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Dalam perhelatan World Parliamentary Forum on Sustainable Development yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali 6-7 September 2017, salah satu topik yang hangat dan menjadi fokus perhatian hampir seluruh delegasi adalah fenomena konflik dan kekerasan di berbagai negara khususnya yang aktual terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya.
 
Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, yang mewakili Delegasi DPR RI turut melakukan intervensi pada Sesi Forum yang bertajuk "Ending Violence, Sustaining Peace". Menurut Jazuli, kekerasan seharusnya tidak terjadi lagi sejalan dengan kemajuan dunia dan perkembangan intelektualitas manusia.
 
"Tapi realitasnya kita masih mendapati bentuk-bentuk kekerasan di depan mata kita bahkan pada perempuan dan anak-anak seperti yang terjadi di Rohingya, Pelestina, Suriah, Irak, dan lain sebagainya," katanya mengawali pernyataan.
 
Anggota Komisi I ini lalu menggugah delegasi 45 negara dalam forum tersebut dengan menyodorkan dua pilihan. Pertama, apakah kita membiarkan saja kekerasan itu menjadi tontonan yang menyedihkan dan menyakitkan sampai korbannya habis binasa? "Seperti saat ini, kita dipertontonkan tragedi pembunuhan, pembakaran, dan penyiksaan saudara-saudara kita di Rohingya dan kita hanya bisa bersedih, berduka, serta menangis pilu," ujar Jazuli berkaca-kaca.
 
Atau, kedua, kita harus bertindak sekarang juga stop kekerasan."Tentu sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dunia kita harus menghentikan semua bentuk kekerasan atas nama dan alasan apapun," tegas Jazuli.
 
Untuk itu, Ketua Fraksi PKS ini menawarkan lima tetobosan sebagai solusi komprehensif untuk menghentikan kekerasan di muka bumi ini. Yakni, mewujudkan keadilan dalam hukum, ekonomi, dan sosial kepada seluruh masyarakat dunia.Mewujudkan sistem demokrasi yang semakin kuat sehingga setiap keputusan dan hasil proses demokrasi seperti pemilu diterima secara terbuka bukan konflik apalagi kudeta. 
 
Kemudian menerima, mengakui, dan menghargai hak asasi manusia secara tulus dan murni. Selanjutnya, negara-negara kuat harus jujur dalam mengambil peran untuk kemajuan dunia, bukan malah mengambil kesempatan atas kekerasan yang terjadi di berbagai negara demi kepentingan ekonomi politiknya.
 
"Dan yang terakhir kita mengapresiasi kerja kerasa lembaga-lembaga internasional seperti PBB dalam menghentikan kekerasan, tapi kita meminta agar perannya lebih kuat dan determinan lagi. Kerena realitasnya resolusi/keputusan PBB banyak yang dilanggar negara agresor, bahkan berkali-kali seperti yang dilakukan oleh agresor Israel atas rakyat Palestina," pungkasnya. (Rel)
 
T#g:Forum Parlemen DuniaPKSRohingyaKekerasan
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Gubernur Sumut Cepat Tangani Pengungsi Wamena, Ketua Karang Taruna Sumut Berikan Apresiasi

    Beritasumut.com–Kepedulian Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terhadap persoalan warga Sumut yang mengungsi akibat bencana sosial

  • 2 bulan lalu

    Ayah Tiri Aniaya Bayi 2 Tahun Hingga Tewas di Kecamatan Salapian Langkat

    Beritasumut.com-Seorang bayi berusia 2 tahun bernama M Ibrahim Ramadan alias Akil harus meregang nyawa di tangan Ayah Tirinya Riki Ramadan Sitepu (

  • 3 bulan lalu

    Ada Celah Hukum, DPR Tagih Pemerintah Ajukan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi

    Beritasumut.com-Kementerian Dalam Negeri telah memperpanjang hak akses Astra terhadap data kependudukan RI yang telah dilakukan sejak tahun 2017. P

  • 4 bulan lalu

    Aplikasi Simfoni PPA Diharapkan Percepat Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

    Beritasumut.com-Penggunaan aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) diharapkan mampu mempercepat penanganan k

  • 5 bulan lalu

    Kasus Pelecehan Anak di Taput, Keluarga Mohon Ombudsman Sumut Tegakkan Keadilan

    Beritasumut.com-Meski terlambat, keluarga korban pelecehan anak di bawah umur di Tapanuli Utara (Taput), meminta Ombudsman Sumut bisa menuntaskan k

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.