Politik & Pemerintahan

Kapal China Masuk ke Perairan Natuna, Ini Kata Kepala Bakamla RI


Kapal China Masuk ke Perairan Natuna, Ini Kata Kepala Bakamla RI
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A Taufiq R, memimpin apel besar seluruh personel Bakamla RI wilayah Jakarta, di Aula Mabes Bakamla RI, Jl Proklamasi No.56 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (06/01/2020).
 
Dalam arahannya, Laksdya Taufiq mengatakan, Bakamla RI mengemban tugas sebagai penjaga lautan Nusantara. "Itu dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya di tengah kekurangan kita, di tengah keterbatasan kita, seperti moto kita, Terbatas Namun Dipercaya. Menyikapi situasi yang berada di Natuna, kita harus cerdas yang awalnya pola operasi bersifat continue saya rubah dengan mengedepankan data intelejen preparation battle dan analisa dari Puskodal kita sehingga sampai akhir tahun kita masih mampu melaksanakan operasi," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (07/01/2020).
 
Dia mengaku bangga dengan prajurit-prajuritnya yang saat ini sedang bertugas di Natuna. Mereka tidak disiapkan untuk itu, tetapi mampu melakukan tugas dengan baik. "Klaim kedaulatan China terhadap perairan Natuna merupakan kesalahan besar. Karena kedaulatan itu hanya dari teritorial kedalam artinya kita berdaulat penuh dan hukum nasional dapat diberlakukan," sambungnya.
 
Hadirnya Bakamla RI sebagai institusi operasional, lanjut Kabakamla, dimana dalam menghadapi situasi nasional akan bekerja berdasarkan otoritas nasional yaitu Presiden karena Bakamla RI dibawah Presiden. "Maka operasi Bakamla RI selalu terukur dan menghindari miscalculation supaya tidak meningkat eskalasi. Karena semangat dari aturan pelibatan Bakamla RI adalah pertama mencegah terjadinya konflik dan menghindari konflik itu terjadi. Kedua adalah hukum internasional yaitu UNCLOS 1982 dan ketiga adalah kebijakan nasional. Itulah elemen kekuatan yang saya gunakan untuk melindungi satuan sendiri maupun satuan lain," paparnya.
 
Dia menuturkan, sesuai dengan instruksi presiden terkait situasi di Natuna dikatakan tidak ada kompromi dengan China tetapi melakukan tindakan terukur. "Adapun tindakan Bakamla RI saat ini terhadap 50 kapal ikan China dan 2 China Coast guard, tegas saya perintahkan usir mereka karena tegas klaim kita bahwa perairan Natuna ini punya kita," terangnya. 
 
Laksdya Taufiq menambahkan, kita harus mengetahui perilaku dari China, kenali dirimu, kenali musuhmu, seratus pertempuran seratus kemenangan. Jadi kita harus mengerti perilaku China. Pertama, kenapa China turun ke laut China Selatan karena mereka butuh sumber daya alam. Kedua keamanan, China adalah negara yang tidak pernah ekspansi tapi difensif. Ketiga adalah masalah geopolitik, China mau mendominasi laut China Selatan karena laut Natuna adalah akses ke Samudera Hindia.
 
"China mau mendominasi jalur pelayaran tersebut secara niaga dan militer. Untuk mengamakan tersebut, makanya mereka membuat pangkalan-pangkalan di laut China Selatan dipulau buatan. Keempat, terkait internal yaitu nine dash line. Sehingga apapun yang kita kerjakan disana, China tidak akan mundur. Bakamla RI saat ini berada di depan, karena area tersebut adalah area berdaulat yaitu lebih kepada penegakan hukum jadi biarlah Bakamla RI sebagai Indonesian Coast Guard menghadapi China Coast Guard tidak secara militer," lanjut Kabakamla RI.
 
Terkait tindakan yang dilakukan China, paparnya, akan diimbangi dengan strategi yaitu dengan abaikan peraturan perikanan, kirim semua kapal besar ikan di Pantura ke Natuna dan Bakamla RI akan kawal sambil kita gaungkan bahwa China telah melanggar hukum internasional. "Personel Bakamla RI harus memahami kenapa Bakamla RI di depan dalam menangani Natuna, karena ini bukan situasi perang. Saat kita melakukan suatu operasi walaupun operasi militer yang kita gunakan adalah asas legitimate yaitu tindakan hukum," pungkas Laksdya Taufiq sembari mengatakan bahwa karakter personel Bakamla RI adalah harus cerdas, berani dan punya keteguhan. (Rel)

Tag:Bakamla RIKapal Chinaperairan natuna