Sabtu, 21 September 2019

Jelang Pemilu 17 April, Jumlah Konten Hoaks yang Beredar Cenderung Meningkat

Senin, 01 April 2019 21:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, menjelang hari pencoblosan 17 April 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat terus meningkat.
 
“Di bulan Agustus 2018 hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi, September 2018 naik menjadi 27 hoaks, sementara pada Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Di bulan Desember 2018, jumlah info hoaks terus naik di angka 75 konten,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dilansir dari laman setkab, Senin (01/04/2019).
 
Peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan, menurut Ferdinandus, terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kementerian Kominfo. “Angka itu naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut menjadi 453 konten hoaks selama Maret 2019,” ujarnya.
 
Menurut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo itu, dari jumlah 453 hoaks yang diidentifikasi selama Maret 2019 tersebut, selain terkait isu politik, juga menyasar isu kesehatan, pemerintahan, hoaks berisikan fitnah terhadap individu tertentu, terkait kejahatan, isu agama, internasional, mengarah ke penipuan dan perdagangan serta isu pendidikan.
 
“Dari 453 hoaks tersebut, terdapat 130  hoaks politik. Sehingga total hoaks politik yang diidentifikasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 311 hoaks. Hoaks politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu,” ungkap Ferdinandus.
 
Ia menyebutkan, Tim AIS Kemkominfo dibentuk oleh Menteri Kominfo Rudiantara pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.
 
“Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten,” tukas Ferdinandus. (BS09)
T#g:hoaksHoaxPemilupilegpilpres
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    KPU Sumut Gelar Rakor Evaluasi Data Pemilih Pemilu 2019

    Beritasumut.com-Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Data Pemilih Pemilu 2019 diselenggarakan pada 12-13 September 2019 di Hotel Grand Mutiara, Berast

  • 3 minggu lalu

    Pj Bupati Pakpak Bharat Janjikan Tahapan Pilkada Berjalan Lancar

    Beritasumut.com-Demi menjamin pelaksanaan tahapan, program dan kegiatan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pakpak Bha

  • 4 minggu lalu

    Penetapan Calon Anggota DPRD Sumut Terpilih, PDI Perjuangan Raih Kursi Terbanyak

    Beritasumut.com-Sebanyak 100 kursi partai politik dan seratus calon terpilih anggota DPRD Sumut ditetapkan dalam pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan

  • 4 minggu lalu

    Kemenkominfo RI Masih Blokir Akses Data di Papua dan Papua Barat

    Beritasumut.com-Masih tingginya distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis di Provinsi Papua dan Papua Barat,

  • satu bulan lalu

    Buat Laporan Palsu, Taufik Terancam Hukuman Tujuh Tahun Penjara

    Beritasumut.com-Buat laporan palsu, Taufik Hidayat warga Jalan Medan Area Selatan terancam hukuman tujuh tahun penjara. Pasalnya, Taufik sudah mere

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.