Sabtu, 22 Februari 2020

Jelang Pemilu 17 April, Jumlah Konten Hoaks yang Beredar Cenderung Meningkat

Senin, 01 April 2019 21:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, menjelang hari pencoblosan 17 April 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian yang beredar di masyarakat terus meningkat.
 
“Di bulan Agustus 2018 hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi, September 2018 naik menjadi 27 hoaks, sementara pada Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Di bulan Desember 2018, jumlah info hoaks terus naik di angka 75 konten,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dilansir dari laman setkab, Senin (01/04/2019).
 
Peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan, menurut Ferdinandus, terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kementerian Kominfo. “Angka itu naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut menjadi 453 konten hoaks selama Maret 2019,” ujarnya.
 
Menurut Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo itu, dari jumlah 453 hoaks yang diidentifikasi selama Maret 2019 tersebut, selain terkait isu politik, juga menyasar isu kesehatan, pemerintahan, hoaks berisikan fitnah terhadap individu tertentu, terkait kejahatan, isu agama, internasional, mengarah ke penipuan dan perdagangan serta isu pendidikan.
 
“Dari 453 hoaks tersebut, terdapat 130  hoaks politik. Sehingga total hoaks politik yang diidentifikasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 311 hoaks. Hoaks politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu,” ungkap Ferdinandus.
 
Ia menyebutkan, Tim AIS Kemkominfo dibentuk oleh Menteri Kominfo Rudiantara pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.
 
“Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten,” tukas Ferdinandus. (BS09)
T#g:hoaksHoaxPemilupilegpilpres
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Temui Kadinkes Sumut, Pria Penyebar Info Virus Corona Masuk Medan Minta Maaf

    Beritasumut.com-Setelah videonya sempat viral di dunia maya, F mengakui kalau dirinya salah karena langsung mempercayai informasi yang didapatnya t

  • satu minggu lalu

    Kemenag Bantah Pengumuman Lelang Jabatan, Karo HDI: Itu Hoax

    Beritasumut.com-Beredarnya kabar di media sosial tentang pengumuman lelang jabatan atau seleksi terbuka calon pejabat pimpinan tinggi Kementerian A

  • 3 minggu lalu

    Ade Sandrawati Purba Ajak Wartawan Perangi Hoax

    Beritasumut.com-Penasehat Media Siber Khabar 24jam.com Ade Sandrawati Purba menegaskan, wartawan menjadi pilar keempat demokrasi dengan memerangi h

  • 4 minggu lalu

    Jelang Pilkada Serentak Tahun 2020, Kemendagri Fokus Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

    Beritasumut.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof HM Tito Karnavian PhD memaparkan Kebijakan Kementerian Dalam Negeri dalam Mendukung Pilkada Se

  • 2 bulan lalu

    Daftar ke PPP, Mhd Syafii Perkenalkan Program Gebermen untuk Kota Medan

    Beritasumut.com-Mantan birokrat, Dr Drs H Mhd Syafii SH MH MSi menawarkan visi, misi, dan program yang besar untuk Kota Medan dan siap menuntaskan

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.