Senin, 22 Juli 2019

DPRD Medan Sinyalir Penataan Seputar Simpang TVRI Pesanan Oknum Tertentu

Rabu, 10 Oktober 2018 11:41:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/BS07
Beritasumut.com-Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong mensinyalir penataan yang dilakukan Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di kawasan Jalan Putri Hijau - Jalan Guru Patimpus (Simpang TVRI) merupakan 'pesanan' oknum tertentu.  
 
Penertiban JPO di Jalan Putri Hijau  yang dilakukan Pemko Medan beberapa hari lalu sangat berkaitan dengan peralihan jalan menjadi satu arah di Jalan Guru Patimpus.
 
"Kalau melihat dari kinerja yang dilakukan di kawasan tersebut, kita mengindikasikan ada kepentingan terhadap gedung yang sedang tahap finishing di kawasan itu," terang Parlaungan kepada wartawan, Rabu(10/10/2018). 
 
Padahal, kata Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan itu, Pemko Medan telah melakukan analisa serta mempertimbangkan dampak terhadap penetapan ruas jalan dan keberadaan JPO di kawasan tersebut. 
 
"Sebelum dibangun, kan sudah dianalisa dulu keberadaan JPO itu. Baik dari perhubungan dan penataan kota. JPO sangat dibutuhkan khususnya bagi masyarakat yang ingin menyeberang ke ruas sebelahnya. Kalau tidak ada JPO itu, sangat sulit masyarakat menyeberang," ucap Parlaungan. 
 
Sinyalemen terkait perubuhan JPO dan perubahan arus lalin diduga karena  ada pesanan, sangat kental. Sebab, penataan di kawasan itu dilakukan setelah ada bangunan mewah di sana. 
 
"Kalau memang mau ditata, kenapa tidak dari dulu. Kenapa begitu ada bangunan megah, baru ada pembongkaran. Harusnya kan tunggu 15 tahun dulu lakukan penataan. Bukan bisa suka-suka," timpalnya. 
 
Menurutnya, sikap OPD terkait melakukan penertiban terhadap JPO hanya membuang anggaran saja. Karena hanya menguntungkan oknum pengusaha. 
 
"Harusnya mereka lebih memperhatikan kepentingan masyarakat. Kalau seperti ini, mereka lebih memihak pengusaha. Hanya menguntukan pihak pengusaha," ketusnya. 
 
Untuk mendalami persoalan tersebut, Parlaungan berjanji Komisi D DPRD Medan segera menjadwalkan pemanggilan untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan OPD terkait. Hal itu penting dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait penataan tersebut.  
 
Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengaku, penertiban terhadap JPO di Jalan Putri Hijau karena mengganggu jalur pembuangan air yang mengalir ke Sungai Deli yang berada di belakang bangunan Podomoro. Sehingga di kawasan tersebut kerap terjadi banjir. 
 
"Banjir di kawasan Putri Hijau karena ada penyumbatan terhadap jalur pembuangan air. Setelah kita cek, jalurnya terhambat jembatan penyeberangan orang (JPO). Akhirnya kita putuskan JPO dibongkar," ucap Akhyar. (BS07)
T#g:estetika kotapenataan kotapenertibanpenggusuran
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Penataan Kota, Walikota Gunung Sitoli Adakan Pertemuan dengan Pedagang Jajanan Malam

    Beritasumut.com-Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua didampingi Sekda Kota Gunungsitoli Ir Agustinus Zega Agus Zega dan Asisten Pemerintahan

  • 3 bulan lalu

    Ciptakan Kondisi yang Teratur dan Tertata, Pemko Medan Kembali Akan Lakukan Penertiban

    Beritasumut.com-Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH, dihadiri Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memimpin rapat Internal Analisa

  • 3 bulan lalu

    Dishub Kota Medan Kembali Tertibkan Terminal Liar dan Pedagang Pulsa Pinggir Jalan

    Beritasumut.com-Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan kembali menertibkan terminal liar dan pedagang pulsa yang berjualan di badan jalan

  • 8 bulan lalu

    Spanduk Caleg dan Baliho di Simpang Aksara Dibongkar

    Beritasumut.com-Petugas Polsek Percut Sei Tuan, bersama Satpol PP dan petugas Trantib Polsek Percut Sei Tuan menggelar penertiban spanduk calon leg

  • 9 bulan lalu

    Satpol PP Kembali Bongkar 13 Reklame Liar

    Beritasumut.com-Tim gabungan yang dikomandoi Satpol PP Kota Medan terus melakukan penertiban dalam upaya mendukung  Pemko Medan yang tengah me

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.