Selasa, 21 Mei 2019

Bukan Karangan, Presiden Jokowi: Data-Data yang Saya Sampaikan dari Kementerian dan Lembaga

Senin, 18 Februari 2019 21:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, data-data yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan, termasuk impor jagung dan beras, diperoleh dari Kementerian dan Lembaga (K/L). Jika data tersebut tidak sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), Presiden memperkirakan kemungkinan kuota impor yang diberikan tidak terealisasi.
 
“Ya coba dicek saja, bisa saja itu kuota tapi tidak terealisasi. Tolong dicek, dicek lapangan. Wong kita ini menyampaikan data dari kementerian, bukan karangan saya sendiri,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari laman setkab, Senin (18/02/2019).
 
Ia mengambil contoh misalnya yang berkaitan dengan impor jagung, Presiden menegaskan sudah konfirmasi lagi ke Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan (Mendag), jika pada 2018 jumlah impornya 180.000 ton, dan juga ada ekspor 380.000 ton.
 
Kemudian soal impor beras meskipun produksinya berlebih, Presiden Jokowi menekankan, bahwa impor itu yang pertama dilakukan untuk cadangan strategis. Yang kedua, untuk hal-hal yang bersifat darurat karena bencana; yang ketiga juga jaga-jaga kalau gagal panen, kalau juga ada hama.“Dari data BPS yang saya terima di 2018 itu sudah surplus 2,8 juta ton, tolong konfirmasi ke BPS. Jadi kita itu datanya data dari kementerian, dari lembaga, bukan ngarang sendiri, bukan ngarang-ngarang itu,” tegas Presiden.
 
Adapun terkait kebakaran hutan, Presiden menegaskan, yang disampaikannya adalah bahwa pemerintah bisa mengatasi kebakaran hutan dalam tiga tahun ini. Artinya, bukan tidak ada, tetapi turun drastis, 85 persen lebih.“Artinya, ya sekarang kan enggak ada yang namanya pesawat enggak bisa turun, enggak bisa naik kayak dulu. Keluhan-keluhan di provinsi mengenai asap juga tidak ada, keluhan dari negara tetangga dalam tiga tahun ini, Singapura Malaysia dapat dikatakan enggak ada komplain sama sekali. Itu yang kita maksud,” jelas Presiden seraya menekankan, ada tapi turunnya lebih dari 85 persen begitu.
 
Sementara terkait konflik dalam pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa konteksnya adalah pembebasan lahan. Ia mengingatkan, banyak infrastruktur yang berhenti delapan tahun, ada yang berhenti 26 tahun karena pembebasan tanah yang terhambat.
 
Sekarang ini, ungkap Presiden,  alhamdulillah untuk pembebasan infrastruktur itu dapat dikatakan kita tidak banyak terjadi konflik konflik yang ada.“Kalau konflik agraria, sebelum sertifikat lahan itu selesai 80 juta itu ya konflik-konflik itu pasti ada, di semua provinsi ada,” kata Presiden seraya meminta wartawan agar konteksnya jangan dibolak-balik sehingga kelihatannya kita ini tidak menguasai masalah.(BS09)
T#g:Debat PresidenjokowipilpresPresiden
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu jam lalu

    Jokowi-Maruf Ungguli Prabowo-Sandi, PDIP Menangi Pemilu Legislatif

    Beritasumut.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dari 34 provinsi

  • 4 hari lalu

    Presiden Jokowi Ingin Fasilitas MotoGP 2021 di Mandalika Rampung Tahun Depan

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai progres perkembangan dari Mandalika yang akan menjadi lokasi MotoGP 2021 dengan konsep Street

  • satu minggu lalu

    Terkait Ancaman Pembunuhan, Presiden Jokowi Serahkan Kasus Tersebut ke Proses Hukum

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak terganggu dengan ancaman pembunuhan terhadap dirinya yang dilontarkan oleh salah seoran

  • satu minggu lalu

    Cegah Hal Tak Diinginkan Pasca Pemilu, Kemenkes Bentuk Tim Kesehatan

    Beritasumut.com-Sebagai bentuk antisipasi terjadinya masalah kesehatan pasca pemilu, terutama saat penghitungan suara, Kementerian Kesehatan (Kemen

  • 2 minggu lalu

    Kunjungi Kalimantan, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Alternatif Pemindahan Ibu Kota RI

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Pulau Kalimantan. Kunjungan kerja ini merupakan tinda

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.