Selasa, 19 Maret 2019

Bukan Karangan, Presiden Jokowi: Data-Data yang Saya Sampaikan dari Kementerian dan Lembaga

Senin, 18 Februari 2019 21:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, data-data yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan, termasuk impor jagung dan beras, diperoleh dari Kementerian dan Lembaga (K/L). Jika data tersebut tidak sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), Presiden memperkirakan kemungkinan kuota impor yang diberikan tidak terealisasi.
 
“Ya coba dicek saja, bisa saja itu kuota tapi tidak terealisasi. Tolong dicek, dicek lapangan. Wong kita ini menyampaikan data dari kementerian, bukan karangan saya sendiri,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari laman setkab, Senin (18/02/2019).
 
Ia mengambil contoh misalnya yang berkaitan dengan impor jagung, Presiden menegaskan sudah konfirmasi lagi ke Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan (Mendag), jika pada 2018 jumlah impornya 180.000 ton, dan juga ada ekspor 380.000 ton.
 
Kemudian soal impor beras meskipun produksinya berlebih, Presiden Jokowi menekankan, bahwa impor itu yang pertama dilakukan untuk cadangan strategis. Yang kedua, untuk hal-hal yang bersifat darurat karena bencana; yang ketiga juga jaga-jaga kalau gagal panen, kalau juga ada hama.“Dari data BPS yang saya terima di 2018 itu sudah surplus 2,8 juta ton, tolong konfirmasi ke BPS. Jadi kita itu datanya data dari kementerian, dari lembaga, bukan ngarang sendiri, bukan ngarang-ngarang itu,” tegas Presiden.
 
Adapun terkait kebakaran hutan, Presiden menegaskan, yang disampaikannya adalah bahwa pemerintah bisa mengatasi kebakaran hutan dalam tiga tahun ini. Artinya, bukan tidak ada, tetapi turun drastis, 85 persen lebih.“Artinya, ya sekarang kan enggak ada yang namanya pesawat enggak bisa turun, enggak bisa naik kayak dulu. Keluhan-keluhan di provinsi mengenai asap juga tidak ada, keluhan dari negara tetangga dalam tiga tahun ini, Singapura Malaysia dapat dikatakan enggak ada komplain sama sekali. Itu yang kita maksud,” jelas Presiden seraya menekankan, ada tapi turunnya lebih dari 85 persen begitu.
 
Sementara terkait konflik dalam pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa konteksnya adalah pembebasan lahan. Ia mengingatkan, banyak infrastruktur yang berhenti delapan tahun, ada yang berhenti 26 tahun karena pembebasan tanah yang terhambat.
 
Sekarang ini, ungkap Presiden,  alhamdulillah untuk pembebasan infrastruktur itu dapat dikatakan kita tidak banyak terjadi konflik konflik yang ada.“Kalau konflik agraria, sebelum sertifikat lahan itu selesai 80 juta itu ya konflik-konflik itu pasti ada, di semua provinsi ada,” kata Presiden seraya meminta wartawan agar konteksnya jangan dibolak-balik sehingga kelihatannya kita ini tidak menguasai masalah.(BS09)
T#g:Debat PresidenjokowipilpresPresiden
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Resmikan Pengembangan Pelabuhan Sibolga, Jokowi Berharap Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengembangan Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang dikelola PT Pelabuhan Indonesi

  • 17 jam lalu

    Ke Sibolga, Jokowi Beri Bantuan Warga Terdampak Bom Sibolga

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke lokasi terjadinya ledakan bom dari rumah terduga teroris di Sibolga. &quo

  • 2 hari lalu

    Pemerintah Terus Tingkatkan Kapasitas dan Kesejahteraan Guru

    Beritasumut.com-Upaya Pemerintah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik terus ditingkatkan. Melalui pemberian tunjangan profesi guru (TPG) yang

  • 3 hari lalu

    Hadiri Temu Kader di Lapangan Merdeka Medan, Presiden Jokowi Minta AMPI Luruskan Berita Hoaks

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kader-kader Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) agar berani meluruskan fitnah, be

  • 3 hari lalu

    Mengaku Sedih dan Prihatin, Presiden Jokowi Hormati Proses Hukum KPK Kepada Romahurmuzy

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah melakukan Operasi Tangkap Tangan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.