Minggu, 18 Agustus 2019

Berbeda Pemilu Sebelumnya, Hasil Pileg 2019 Gunakan Metode Konversi Sainte Laque

Sabtu, 20 April 2019 20:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Metode konversi perolehan suara partai ke kursi DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota pada Pileg 2019 ini menggunakan metode Sainte Lague.Menariknya, dari pelaksanaan Pemilu 2019 ini berbeda dengan Pemilu sebelumnya dengan menggunakan metode Kuota Hare yang memakai metode BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) dalam menentukan jumlah kursi, maka pada Pemilu kali ini akan menggunakan teknik Sainte Lague untuk menghitung suara. 
 
Metode ini diperkenalkan oleh seorang pakar matematika asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910. 
 
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar menjelaskan Aturan mengenai metode Sainte Lague tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, yaitu dalam Pasal 414 ayat (1), disebutkan bahwa setiap partai politik peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sebesar 4 persen.
 
Lebih lanjut ia sampaikan bahwa partai yang tidak memenuhi ambang batas tak akan diikutsertakan dalam penentuan kursi di DPR RI. Sementara itu, untuk penentuan kursi DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, seluruh partai politik akan dilibatkan.
 
Setelah memenuhi ambang batas atau parliamentary threshold perolehan suara partai tersebut akan dikonversi menjadi kursi di DPR RI pada setiap daerah pemilihan (Dapil). Sesuai Pasal 415 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2019, suara partai akan dibagi dengan pembagi suara bilangan pembagi 1, 3, 5, 7,  dan seterusnya.
 
Dilansir dari laman kemendagri, Sabtu (20/04/2019), berikut bunyi Pasal 415 UU Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pemilihan Umum. "Selanjutnya, dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR RI, suara sah setiap partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 414 ayat (1) dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3; 5; 7; dan seterusnyam," dikutif dari UU Nomor 7 Tahun 2017.
 
Bahtiar mengungkapkan bahwa Metode penghitungan suara atau konversi jumlah suara pemilih menjadi kursi di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota menjadi salah satu isu krusial yang sempat dibahas pada pembahasan UU Pemilu."Maklum saja, sistem konversi suara ke kursi yang dipilih akan berkorelasi dengan raihan kursi yang akan diperoleh usai Pemilu serentak 2019," ungkap Bahtiar.
 
Ia juga sampaikan metode penghitungan suara merupakan salah satu variabel utama dari sistem Pemilu. Metode ini berfungsi mengkonversi suara menjadi kursi dan pilihan terhadap metode sangat penting, karena berpengaruh terhadap partai.
 
Bahtiar menjelaskan perbedaan dari metode Kuota Hare yang digunakan pada Pemilu sebelumnya dengan metode Sainte Lague yang digunakan pada Pemilu 2019.Dalam Kuota Hare, ada dua tahapan yang harus dilalui untuk mengkonversi suara menjadi kursi.
 
Pertama, penentuan harga satu kursi dalam satu daerah pemilihan (Dapil) dengan menggunakan rumus V (vote) dibagi S (seat).Kedua, jumlah perolehan suara partai politik di suatu Dapil dibagi dengan hasil hitung harga satu kursi yang telah dilakukan di tahap pertama untuk mengetahui jumlah perolehan  kursi masing-masing partai di Dapil tersebut."Metode Kuota Hare paling dikenal di Indonesia sebab paling sering digunakan dari pemilu ke Pemilu," ujar Bahtiar.
 
Berbeda dengan metode Kuota Hare, metode Sainte Lague yang salah satu dari teknik penghitungan Divisor tidak menerapkan harga satu kursi sebagai bilangan pembagi untuk mencari perolehan kursi masing-masing partai.Metode ini memiliki bilangan tetap untuk membagi perolehan suara masing-masing partai.
 
Logika yang dipakai adalah bahwa partai yang memperoleh suara tertinggi dari hasil pembagian diurutkan sesuai dengan alokasi kursi yang disediakan dalam satu Dapil yang berhak memperoleh kursi. Teknik penghitungan suara Divisor Sainte Lague yang menerapkan bilangan pembagi suara berangka mulai 1,3,5,7, dan seterusnya, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 415 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.(BS09)
T#g:Metode Konversi Sainte LaquePemilupilegpilpres
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Wali Kota Sibolga: LPM Harus Netral dalam Pemilihan Wali Kota Sibolga Tahun Depan

    Beritasumut.com-Wali Kota Sibolga Drs HM Syarfi Hutauruk MM melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Pemberda-yaan Masyarakat (LPM) Ke

  • satu bulan lalu

    BKN Hitung Rekapitulasi Data Pelanggaran Netralitas ASN Saat Pemilu 2019 Lalu

    Beritasumut.com-Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mendata bahwa 99,5% pelanggar netralitas ASN berstatus pegawai instansi daerah yang meliputi P

  • satu bulan lalu

    Presiden Jokowi: Pilpres Sudah Selesai, Mari Kita Berangkulan Kembali

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, masalah Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan April lalu telah selesai setelah keputusa

  • 2 bulan lalu

    Motivasi Perangkat Pemerintah di Pematangsiantar, Gubernur Isyaratkan Sudahi Kontestasi Politik

    Beritasumut.com-Menggelar Kunjungan Kerja ke daerah, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberikan motivasi kepada perangkat pemerintah

  • 2 bulan lalu

    Pesta Demokrasi Usai, ASN Diminta Kembali Fokus Jalankan Tugas Layani Masyarakat

    Beritasumut.com-Pesta demokrasi dalam bentuk pemilihan umum (Pemilu) serentak usai sudah. Untuk itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refo

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.