Selasa, 20 Agustus 2019

Ajak Generasi Milenial Melek Politik, Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Gelar Democratic Talk

Selasa, 12 Februari 2019 09:38:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Generasi milenial merupakan kelompok yang cukup dominan dalam populasi penduduk Indonesia. Karena itu, kontribusinya dalam segala aspek berbangsa dan bernegara sangat penting, termasuk dalam hal politik, generasi milenial harus melek politik.
 
Hal inilah yang mendasari Tim Relawan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin menggelar Democratik Talk dengan tema "Milenial Melek Politik," di Warung Community, Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (10/02/2019).
 
Ketua Pelaksana Kegiatan Imam Akbar, mengatakan, Democratik Talk ini merupakan yang kedua kalinya digelar. 
 
"Ini kali kedua kita melaksanakan diskusi bertajuk Democratic Talk dan kita berkomitmen untuk memberikan asupan ilmu guna membuka cakrawala berpikir kelompok milenial," ujar Imam Akbar yang juga Ketua Gerakan Independen Jokowi (GI-JO) Sumut.
 
Imam Akbar mengajak generasi milenial untuk berkomitmen dan berpartisipasi aktif guna mencerdaskan kehidupan berbangsa. "Mari kita bersama berkomitmen untuk peduli dan berpartisipasi aktif  guna mencerdaskan kehidupan bangsa, bahwa demokrasi itu adalah ruang kebebasan jadi dalam hal perebutan kekuasaan, saya dan anda semua yang hari ini hadir harus mampu bersaing,” tegas Imam.
 
Sementara itu, Direktur Relawan TKD Sumut yang tampil sebagai salah satu narasumber Agus Marwan, mengatakan, pada Pemilu 2019, lebih dari 42 juta orang pemilih milenial akan memberikan suaranya di TPS. Artinya sekitar 30%-40%  pemilih berada dalam kelompok milenial. 
 
"Kelompok milenial tidak boleh apatis terhadap politik, milenial harus melek.  Perbanyak pengetahuan dan perkuat literasi politik agar mampu menyaring isu-isu yang berkembang di tengah kekuatan arus politik hari ini, sehingga tidak tergiring isu-isu hoaks yang menjadi pemicu perpecahan dan pembodohan anak bangsa," jelasnya.
 
Agus mengatakan, generasi milenial sebenarnya memiliki kemampuan yang luar biasa. Dari mulai keterampilan sampai dengan mengemas isu, sehingga mampu menggerakkan gelombang massa yang begitu besar.
 
"Kita bisa lihat Emmanuel Macron (39 tahun) menjadi presiden termuda di Perancis dalam sejarah negara tersebut, ada juga Kanselir Austria Sebastian Kurtz (31) yang disebut sebagai pemimpin dunia termuda, atau juga Nathan Law (23) yang dengan usianya begitu muda mampu mengantongi 50.000 suara dan menjadi anggota parlemen Hong Kong, dan di Indonesia sendiri Reformasi 1998 juga digerakkan oleh kaum muda. Inilah bentuk bahwa kaum muda atau kaum milenial memiliki potensi yang luar biasa," tutur Agus.
 
Pada kesempatan itu, Ketua Kartini Juara Sumut Farida R Manurung, mengatakan,  generasi milenial menjadi perhatian bersama, bukan hanya sekedar untuk kepentingan politik, tapi lebih kepada kepentingan bangsa ini ke depan.
 
"Karena generasi milenial sebagai tonggak kemajuan bangsa dan pemersatu bangsa, maka kenapa saya dan teman-teman lainnya akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk menjadi wadah pengetahuan bagi kelompok milenial dan kita semua", ujarnya.
 
Farida juga mengimbau kepada generasi milenial untuk menggunakan hak suara-nya pada Pemilu 17 April 2019.  "Yang terpenting, generasi milenial harus menggunakan hak suaranya. Kalau pada pemilu sebelumnya ada yang golput, mudah-mudahan setelah ikut acara ini menjadi tidak golput,” harapnya sambil menambahkan bahwa  kegiatan Democratic Talk ini akan dilakukan di beberapa titik di Sumatera Utara.(BS08)
T#g:Democratik TalkGenereasi MilenialMilenial Melek PolitikRelawan Jokowi-Amin
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.