Rabu, 17 Juli 2019

4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Menko Polhukam: Indeks Demokrasi Naik, Indeks Kerukunan Turun

Kamis, 25 Oktober 2018 22:30:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Setelah sempat mengalami penurunan pada 2015 dan 2016, Indeks Demokrasi Indonesia menunjukkan peningkatan pada 2016 dan 2017. Namun di sisi lain, indeks kerukunan beragama mengalami sedikit penurunan.
 
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengemukakan, angka indeks demokrasi Indonesia pada 2017 sudah mencapai 72,11 naik dibanding tahun 2016 yang berada di angka 66,63.“Artinya dari sekitar 26 indikator dapat dijamin bahwa demokrasi di Indonesia berkembang dengan baik, terjaga dengan baik, dan kita bisa merasakan stabilitas politik lumayan, di sana-sini ada naik-turun, panas-dingin, anget, tapi tidak sampai mendidih,” kata Wiranto dilansir dari laman setkab.go.id, Kamis (25/10/2018).
 
Mengenai penurunan yang terjadi di tahun 2015 dan 2016, Menko Polhukam mengemukakan, hal itu terjadi karena adanya tambahan indikator yang tidak bisa sekaligus dinetralisir.Ia menunjuk contoh misalnya, adanya laporan berita penggunaan fasilitas pemerintah untuk kepentingan calon atau parpol tertentu dalam pemilu legislatif.
 
Selain itu, lanjut Menko Polhukam, juga ada laporan Pegawai Negeri Sipil (PNS) terlibat dalam kegiatan politik parpol pada pemilu yang lalu.“Ini juga yang menggerus sedikit, tapi kali ini pemerintah sudah betul-betul memberikan isyarat bahwa ASN (Aparatur Sipil Negara) jangan sampai menggunakan fasilitas-fasilitas pemerintah untuk berkampanye, untuk berpolitik. Presiden sendiri terus memberikan peringatan soal itu,” ungkap Wiranto.
 
Namun di sisi lain, Menko Polhukam mengakui bahwa pada tahun 2017 ada penurunan indeks kerukunan umat beragama. Hal ini tidak terlepas dari digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di sejumlah daerah di tanah air.Sebelum ada Pilkada Serentak, lanjut Wiranto, tidak ada gesekan-gesekan. Tetapi pada saat Pilkada Serentak maka ada kecenderungan juga dalam kegiatan politik menggunakan agama sebagai simbol-simbol kontestasi.
 
“Nah ini yang kemudian menyebabkan agak turun dengan banyaknya konflik-konflik horizontal baik kecil maupun agak sedang karena ada penggunaan simbol-simbol agama dalam kontestasi politik, terutama pilkada serentak. Juga pengaruh perkembangan hoaks,” kata Wiranto.
 
Wiranto yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Menko Polhukam pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000 itu mengemukakan, maraknya penyebaran hoaks atau berita bohong terjadi setelah banyak masyarakat memiliki telepon selular.
 
Ia menyebutkan, dulu pengguna telepon 20 juta, internet juga hanya 900 ribu, sekarang pemilik telepon terdaftar di Indonesia 300 juta karena banyak orang Indonesia yang hobinya memang mengumpulkan telepon baru.“Tapi kembali lagi saudara sekalian bahwa kondisi ini tidak bisa kita elakkan, hanya bagaimana kita bisa menekan kejahatan lewat hoaks tidak sampai menganggu stabilitas nasional. Maka disini ada penurunan sedikit. Tapi belum sampai mengganggu kerukunan kita sebagai bangsa,” ujar Wiranto.
 
Untuk menjamin kerukunan umar beragama, menurut Menko Polhukam, pemerintah telah membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di 34 provinsi, dan sampai 2016 lalu juga sudah terbentuk di 500 kabupaten/kota.“FKUB ini telah mampu menjadi media yang efektif untuk meningkatkan dialog antar umat beragama, menekan terjadinya konflik, khususnya dalam pendirian rumah ibadah dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya,” pungkas Wiranto. (BS09)
T#g:DemokrasijokowiMenko Polhukam
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Akan Berlanjut, Seskab: Pertemuan Presiden Jokowi-Prabowo Tidak Ada Syarat Apapun

    Beritasumut.com-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, tidak ada syarat apapun yang diajukan pada pertemuan antara Presiden Joko Wid

  • 4 hari lalu

    Ucapkan Selamat Kepada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu untuk Kepentingan Rakyat

    Beritasumut.com-Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada Joko Widodo atas penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden RI

  • 4 hari lalu

    Bertemu di MRT, Jokowi dan Prabowo Sepakat Tidak Ada Lagi Cebong, Kampret

    Beritasumut.com-Setelah ditunggu cukup lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden R

  • 5 hari lalu

    Soal Kabinet, Presiden Jokowi: Komposisi Parpol-Profesional 60:40 atau 50:50

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden RI periode 2019-2024 mengaku sudah

  • 2 minggu lalu

    KPU Tetapkan Jokowi dan Maruf Amin Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI

    Beritasumut.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 (Paslon 01), Joko Widodo (Jok

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.