Jumat, 06 Desember 2019

Warga Demo, Tuding Puskopad Tokohi Pensiunan TNI

Kamis, 21 Februari 2013 07:06:00
BAGIKAN:

Pantai Labu, Beritasumut.com) – Seratusan warga eks Pemukiman Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang merupakan pensiunan TNI menghentikan pekerjaan proyek kanal milik Pemkab Deli Serdang di tempat mereka, Rabu (20/02/2013). Mereka menuntut pihak Puskokad A Dam II/BB blak-blakan soal nilai ganti rugi lahan yang sedang dalam proses pengerjaan tersebut.

Sebab lahan seluas 8 hektar yang merupakan bagian dari 140,97 hektar sisa Kebun Ramunia milik Puskopad selaku pemegang HGU, telah diganti rugi, namun warga pemukiman sama sekali tak mengetahuinya.

Warga mengaku, dari 250 KK warga pemukiman, mereka pernah mendapat masing-masing Rp1,5 juta. Kalau ditotal-total jumlahnya mencapai Rp375 juta. Sementara tersiar kabar, ganti rugi lahan seluas 8 hektar yang terkena proyek kanal milik Pemkab Deliserdang tersebut, jumlahnya mencapai Rp3 miliar.

Pantauan wartawan, karena tak ada kejelasan dari pihak Puskopad, warga pun menghentikan pekerjaan yang telah berlangsung selama 2 bulan lebih itu. 3 beko yang tengah melaksanakan pekerjaan pengorekan, langsung menghentikan kegiatannya. Para pekerja proyek pergi menjauh meninggalkan lokasi yang “diduduki” oleh seratusan warga terdiri atas perempuan dan pria setengah tua serta anak-anak mereka.    

Biar semuanya terang benderang, warga juga mendesak Pemkab Deli Serdang khususnya Dinas PU segera menunjukan bukti ganti rugi lahan yang sedang mereka kerjakan.

Menurut keterangan Boythen Simanjuntak (46), perwakilan anak pemukiman, mereka dengan pihak Puskokad A Dam II/BB telah membuat surat perjanjian dengan Nomor Sper/01/1/2008 tentang penyelesaian sisa lahan Kebun Ramunia antara Puskopad dengan eks pemukiman Ramunia. Dalam surat yang diteken oleh Ketua Pusat Koperasi A ketika itu dijabat Letkol Inf Budi Haryanto dan diketahui Ketua Tim Penyelesaian Sisa Kebun Ramunia, Kolonel Arm Bina Sinuhaji (Irdam II/BB) pada Januari 2008 disebutkan, berdasarkan notulen rapat penyelesaian masalah Kebun Ramunia Tanggal 25 Oktober 2007 tentang pembagian hasil penjualan sisa lahan Kebun Ramunia sebesar 50 persen untuk warga eks pemukiman dan 50 persen lagi untuk Puskopad selaku pemegang HGU.

Pihak pertama Letkol Inf Budi Haryanto selaku Ketua Puskopad sepakat untuk membuat dan menandatangani surat perjanjian kerja sama, tentang pembagian hasil penjualan sisa lahan Kebun Ramunia antara Puskopad dengan warga eks pemukiman Ramunia.

Adapun perwakilan eks pemukim Ramunia yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut, Peltu (Purn) Ngadiman selaku purnawiran, Ny HE Harahap (mendiang) dari Warakawuri dan Boythen Simanjuntak, perwakilan anak pemukiman.

"Maksud dan tujuan surat perjanjian, agar masing-masing pihak mengetahui hak dan kewajibannya sehingga tidak timbul permasalahan di kemudian hari dalam hal penyelesaian dan pembagian hasil penjualan sisa Kebun Ramunia. Jangka waktu perjanjian, terhitung mulai 1 Februari 2008 sampai selesai yakni terjualnya Kebun Ramunia dan pembagian hasil atas penjualan kebun terlaksana," ujar Boy-panggilan lain Boythen Simanjuntak kepada wartawan sambil menunjukan bukti surat perjanjian dimaksud.

Pihak pertama dan kedua, sambung Boy, berhak atas 50 persen hasil penjualan sisa lahan kebun setelah dikurangi pajak dan biaya yang timbul akibat penjualan lahan tersebut.

"Jika terjadi perselisihan maka akan ditempuh penyelesaian melalui musyawarah. Namun bila tidak terdapat kata sepakat untuk penyelesaian, maka kedua belah pihak setuju menyelesaikannya di PN Medan yang ditunjuk kedua belah pihak," tambah Boy, pria gondrong yang menjadi juru bicara warga pemukiman.

Entah bagaimana, lanjut Boy, mendadak terbit perjanjian notaris pada 15 Juli 2008. Dalam akte notaris Ferry Susanto Limbong SH MHum yang berkantor di Jalan Suprapto Medan disebutkan, Peltu Ngadiman bertindak sebagai perwakilan warga eks pemukiman dan tidak melibatkan Boythen dan Ny HE Harahap, sesuai dengan surat perjanjian. Sehingga dirinya bersama Puskopad berhak atas ganti rugi lahan seluas 8 hektar tersebut.

"Nah, ini yang membuat kita heran. Kita menduga, Puskopad sengaja membenturkan sesama kita dengan menunjuk Peltu Ngadiman sebagai bonekanya," duga Boy tak habis pikir. Anehnya lagi, dalam akte notaris tertulis, jangka waktu perjanjian mulai 1 Februari 2008 sesuai dengan surat perjanjian terdahulu, sementara akte notaris dibuat 15 Juli 2008. Kemudian jika terjadi perselisihan, akan ditempuh melalui musyawarah mufakat tanpa berakhir di PN Medan sebagaimana surat perjanjian terdahulu.

"Kita gak mau, karena ulah nakal Puskopad ini, Pangdam II/BB jadi terseret-seret," tandas Boy sembari mengingatkan tentang perjuangan warga eks pemukiman di Tahun 2007 yang cukup menggegerkan dan membuat sibuk Kodam I/BB ketika itu.

"Puskopad ini kesannya menokohi para pensiunan TNI," tambah Boy mengakhiri penjelesannya. Warga berjanji, akan tetap memperjuangkan hak mereka. (BS-001)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 4 tahun lalu

    Video Terjun Payung dalam Rangka HUT Kodam I/BB di Lapangan Merdeka Binjai

    Anggota Kodam I BB membawa bendera Kostrad dalam atraksi terjun payung HUT Kodam I/BB di Lapangan Merdeka Binjai.

  • 4 tahun lalu

    Pameran Alutsista HUT ke-66 Kodam I/BB Ditutup dengan Atraksi Terjun Payung

    Beritasumut.com-Pameran alutsista dan bhakti sosial dalam rangka menyambut HUT Kodam l/BB yang ke-66, yang diadakan di Lapangan Merdeka Binjai selama

  • 4 tahun lalu

    Warga Antusias Ikuti Donor Darah dalam Rangkat HUT Kodam I/BB

    Beritasumut.com-Sejumlah masyarakat di Kota Binjai antusias mengikuti donor darah yang dirangkaikan dengan pameran alutista dalam rangka HUT Kodam I/B

  • 4 tahun lalu

    Delapan Penerjun Beraksi dalam Gladi Bersih HUT Kodam I/BB

    Beritasumut.com-Pagi tadi, Kamis (02/06/2016), Kodam I/BB di hari ketiga kegiatan Alutsista melaksanakan geladi bersih kegiatan demo penerjunan. Gelad

  • 5 tahun lalu

    Intel Kodam Gerebek Judi Pondok Seng

    Beritasumut.com - Sebanyak 10 orang diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan personel Detasemen Intelijen (Denintel) Kodam I/Bukit Barisan di loka

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.