Peristiwa

Walikota Medan Lantik Dewan Kesenian Medan Periode 2016-2020

Walikota Medan Lantik Dewan Kesenian Medan Periode 2016-2020
Beritasumut.com/BS02
Walikota Medan saat melantik Dewan Kesenian Medan, Senin (27/06/2016).

Beritasumut.com-Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Mi mengukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Medan periode 2016-2020 di Balai Kota, Senin (27/6/2016). Diharapkan Organisasi ini dapat menjadi wadah pergerakan dan Pemberdayaan seni serta keragaman budaya dengan ciri yang khas sebagai kekayaan budaya Kota Medan.

Pengukuhan ini berdasarkan dengan Surat Keputusan Walikota Medan Nomor 430/ 632.K / 2016 tentang Pengukuhan Dewan Kesenian Medan periode 2016-2020 yang beranggotakan 30 orang dan dibagi 6 bidang. Diantaranya bidang seni sastra, bidang seni teater, bidang seni musik, bidang seni sinematografi dan multimedia, bidang seni tari dan bidang seni rupa. Selain itu terdapat anggota ex-officio dari Pemko medan.

Dikatakan Eldin, Kota Medan dikenal sebagai miniatur Indonesia memiliki suku, etnis, dan budaya yang begitu beragama sehingga memberikan warna yang begitu beragama sehingga memberikan warna yang begitu banyak pada aneka seni dan budaya Kota medan. Artinya Dewan Kesenian Kota Medan memiliki arti penting dan bermakna strategis sebagai wadah dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mewariskan seni budaya kepada generasi penerus.

"Saya mengajak seluruh stake holder untuk menjadikan Pelantikan dewan kesenian Kota medan sebagai salah satu momentum terbaik dalam Pembinaan seni budaya, yang dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Medan sebagai rumah kita," kata Walikota.

Dijelaskan Eldin, masalah anggaran memang menjadi hal klasik dalam sektor seni dan budaya. Untuk itu Pemko Medan akan mendukung dan memfasilitasi berbagai pertunjukkan seni Kota Medan. Disamping itu sektor swasta juga harus mendukung seni dan budaya kota Medan guna memajukan kreatifitas para pelaku seni Kota. "Saya meminta Dewan Kesenian Kota Medan untuk lebih profesional, baik dalam meningkatkan Tata manajerial maupun kemampuan seninya. Fungsi Dewan Kesenian harus lebih dioptimalkan termasuk jalinan kerjasamanya dengan pihak swasta dan dengan dewan kesenian kabupaten/Kota lainnya dalam memperdayakan dan mengelola seni daerah termasuk para pelaku seni di kota," Harap Walikota.

Eldin juga menjelaskan, sektor pembangunan apapun sekarang dibenturkan pada kompetisi global, termasuk di bidang seni. Bagi generasi muda saat ini menyaksikan pertunjukkan musik tradisional atau pagelaran seni tari dianggap kuno atau tidak gaul. Tentunya ini sangat ironis di tengah bangsa kaya dengan seni dan budaya serta sarat dengan nilai-nilai dan falsafah," katanya.

"Kita hendaknya kembali meneladani prinsip 'trisakti' yang pernah dicetuskan Bung Karno sangat relevan menjadi pegangan dalam pembangunan, yaitu 'Berdaulat di bidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, artinya berkepribadian dalam kebudayaan berarti seni dan tradisi yang kota miliki harus dipertahankan, dilestarikan dan menjadi ciri khas yang tidak boleh hilang, serta harus diberdayakan agar manfaat secara optimal," ungkap Eldin.

Usai Pengukuhan, Dewan Kesenian Medan menggelar rapat pleno perdana. Rapat ini menentukan ketua DKM dan terpilih Rianto Aghly sebagai Ketua Dewan Kesenian Medan, Wakil Ketua I Herwin Kampusi, Wakil Ketua II Syahbilal. Setelah terpilih Rianto menjelaskan Dewan Kesenian Kota Medan siap mendukung program Pemerintah Kota Medan khususnya dibidang Kesenian. "Keberadaan kami akan membina dan mengembangkan potensi Kesenian di Kota Medan. Artinya Menjadikan Medan rumah kita sebagai Kota Kesenian," kata Rianto. (BS02)