Peristiwa

Walikota Medan: Jaga Kearifan Lokal agar Tidak Tergerus Perubahan Zaman

Walikota Medan: Jaga Kearifan Lokal agar Tidak Tergerus Perubahan Zaman
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Tergerus Perubahan Zaman Berbagai kearifan lokal yang telah diwariskan nenek moyang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak punah tergerus perubahan zaman.
 
Demikian dikatakan Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Plt Kadis Pendidikan, Marasutan Harahap, saat menggelar jamuan makan malam bagi peserta Seminar Nasional Kearifan Lokal Tahun 2019, Kamis (24/01/2019) di rumah dinas Walikota Medan. Turut hadir dalam jamuan makan malam itu Wakil Dekan I Fakultas Teknik USU, Prof Ir Johannes Tarigan, Ketua Departemen Arsitektur Fakultas Teknik USU Dr Ir Dwira Mirfailini Aulia, serta keynote speaker Prof Iwan Sudrajat dari ITB dan Dr Nurlisa Ginting dari USU.
 
Walikota mengungkapkan, sejatinya, nilai-nilai kearifan lokal itu merupakan inti sari kehidupan yang didapat nenek moyang kita melalui proses yang sangat panjang dan lama.
 
Sepanjang tidak bertentangan dengan norma hukum dan nilai agama yang saat ini berlaku di tanah air, maka nilai kearifan lokal tersebut harus bisa terus dijaga dan dilestarikan.
 
“Saya pribadi mengharapkan agar kedepan, makin banyak instansi yang mau peduli pada penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, pembangunan di tanah air tercinta ini akan bisa berlangsung dengan baik sambil tetap melestarikan nilai kearifan lokal adiluhur budaya asli Indonesia,” sebutnya.
 
Walikota juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang kembali menggelar Seminar Nasional Kearifan Lokal 2019. Disebutkannya, Kota Medan turut berbangga hati karena didatangi para delegasi dari berbagai tempat di tanah air. Selain itu, kegiatan ini bisa juga digunakan untuk mempromosikan berbagai potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal yang ada di Kota Medan.
 
“Berbagai kegiatan yang diadakan hari ini, semuanya merupakan bentuk nyata dari kekayaan seni dan budaya masyarakat lokal di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara yang multikultural,” sebut Walikota.(BS08)