Peristiwa

Wali Kota Tinjau Korban Banjir di Medan Deli


Wali Kota Tinjau Korban Banjir di Medan Deli
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau korban banjir di Medan Deli. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau lokasi pengungsian warga di Masjid Al Amin, Jalan Mangaan IV, Lingkungan 2, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (20/12/2014).

Di tempat itu ada sekitar 25 kepala keluarga (KK) atau 112 jiwa yang mengungasi setelah rumah tempat tinggal mereka direndam banjir.

Umumnya warga yang menjadikan lantai dua Masjid Al Amin itu sebagai tempat menginap sementara adalah kaum wanita, terutama ibu-ibu dan anak-anak. Mereka belum pulang karena air masih menggenangi rumah. Untuk itulah segala kebutuhan warga ditanggung Pemko Medan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan.

Didampingi Kadis Bina Marga Kota Medan Khairul Syahnan, Kepala BPBD Hana Lore Simanjuntak serta  Kabag Humasy Budi Hariono, wali kota berharap kepada warga untuk  tabah dan sabar menghadapi musibah banjir ini. Pemko Medan kini sedang berkerja keras untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

Untuk meringankan beban warga, wali kota memberikan bantuan berupa peralatan tidur seperti tikar, tilam busa dan bantal busa. Selain itu memberikan peralatan mandi seperti sabun, sikat gigi maupun odol. Sedangkan untuk  kebutuhan konsumsi warga selama berada di Masjid Al Amin, wali kota telah mengistruksikan Hana Lore supaya menyediakan sarapan pagi, makan siang dan makan malam.

"Semoga bantuan yang diberikan ini memberikan manfaat bagi ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian. Saya beserta seluruh jajaran terkait akan bekerja keras untuk mengatasi persoalan banjir ini. Jika ada kebutuhan maupun keperluan yang mendesak, segera laporkan kepada camat untuk ditindaklanjuti," kata wali kota.

Usai menyerahkan bantuan, wali kota kemudian menyalami warga satu persatu, termasuk anak-anak sambil mengelus kepala mereka dengan penuh kasih sayang. Selanjutnya, Wali Kota mengingatkan Hana Lore untuk terus memantau kebutuhan konsumsi masyarakat. 

"Jangan sampai sarapan maupun makan siang dan malam masyarakat terlambat," ujarnya mengingatkan.

Selanjutnya mantan Sekda Kota Medan ini memberikan arahan kepada Kadis Bina Marga untuk segera mengatasi banjir yang terjadi. Apalagi banjir ini bukan akibat air sungai yang meluap melainkan drainase yang ada tidak mampu menampung debit air hujan. Di samping itu kawasan pemukiman warga dikelilingi tembok. Akibatnya begitu hujan deras turun, air tkidak mengalir sehingga menggenagi rumah warga.

Kepada wali kota, Kadis Bina Marga menjelaskan telah menurunkan anggotanya untuk menangani masalah banjir tersebut. Apalagi dia telah mendapatkan titik-titik  yang menjadi pemicu terjadinya banjir. 

"Mulai kemarin sampai hari ini kita terus bekerja untuk berupaya menangani masalah banjir ini. Kita sudah mendapat titik-titik yang harus segera ditangani guna mengatasi banjir ini," jelas Syahnan sambil menunjukkan sketsa yang dibuatnya kepada wali kota.

Sementara itu menurut pengakuan warga, banjir yang terjadi ini merupakan yang terparah dialami. Banjir terakhir kali melanda kawasan itu sekitar Tahun 2009 namun tidak sampai membuat warga mengungsi. 

"Kalau banjir yang terjadi kali ini cukup parah, ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Itu sebabnya banyak warga yang mengungsi ke Masjid Al Amin, terutama dereka yang memiliki anak kecil," jelas salah seorang warga. (BS-001)

Tag:Banjir