Peristiwa

Wagubsu dan Wakil Konsul AS Bahas Penanganan Pengungsi Sinabung

Wagubsu dan Wakil Konsul AS Bahas Penanganan Pengungsi Sinabung
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nurhajizah Marpaung berdiskusi dengan Wakil Konsul Amarika Serikat (AS) untuk Sumatera Tamra H Greig di ruang kerja Wagubsu di Lantai 9, Kantor Gubsu, Rabu (09/08/2017). Obrolan dua pejabat perempuan itu melahirkan berbagai kesepakatan bersama di antaranya untuk berbuat sesuatu membantu mengurangi derita warga pengungsi bencana Gunung Sinabung.
 
Kedatangan Tamra ke Kantor Wagubsu dalam rangka keinginantahuan Tamra tentang kemajuan dan perkembangan pembangunan Sumatera Utara. Wagubsu dalam kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup DR Hidayati dan Kepala Biro Ekonomi Setda Provsu Ernita Bangun.
 
Di antara pertanyaan yang diajukan Tamra adalah mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur investasi dari berbagai negara dan perkembangan penanganan bencana Gunung Sinabung.
 
Menyangkut Sinabung, kedua wanita tersebut mengungkapkan keprihatinannya. Wagubsu Nurhajizah juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi terutama dalam hal penanganan pengungsian dan penyediaan infrastruktur pendukung. "Kita tawarkan kemungkinan kerjasama dalam membantu meringankan beban para pengungsi baik melalui penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan perekonomian maupun pendidikan anak pengungsi," ujar Wagubsu.
 
Tawaran Wagubsu kemudian disambut positif Tamra. Tamra yang bekerja di Medan sejak 2015 berjanji akan mencari berbagai peluang kerjasama untuk membantu masyarakat pengungsi di sana. Selain itu, Tamra juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat peduli mengenai  perlindungan dan pelestarian hutan tropis dan penyelamatan hewan langka yang berada diambang kepunahan. Menurut Tamra pada November mendatang pihaknya akan memboyong profesor ahli jurnalisme dan lingkugan ke Medan, Sumatera Utara.
 
Kepada Wagubsu, Tamra menyampaikan pihaknya melalui United State Geological Survey (USGS) membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam menyediakan teknologi berupa informasi deteksi dini letusan gunung Sinabung. “Teknologi tersebut masih digunakan hingga saat ini dan kami terus membantu melakukan monitoring,” kata Tamra.
 
Saat membahas pola letusan Gunung Sinabung yang hingga kini belum juga berhenti sejak letusan tahun 2010, Tamra mengatakan bahwa berdasarkan studi yang dilakukan sejak 2013 dengan membandingkan pola letusan Sinabung dengan pola letusan gunung berapi lainnya yang sama, maka diperkirakan letusan akan terus terjadi hingga tahun 2018. Namun untuk mengetahui kapan sebenarnya Sinabung berhenti erupsi, menurut Tamra dibutuhkan riset lebih lanjut.(BS03)