Peristiwa

Wabup Tobasa Serahkan Bantuan kepada Para Pengrajin Ulos di Kecamatan Silaen


Wabup Tobasa Serahkan Bantuan kepada Para Pengrajin Ulos di Kecamatan Silaen
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Wakil Bupati (Wabup) Toba Samosir (Tobasa) Hulman Sitorus didampingi Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Balige yang diwakili Azan Maruli Siregar  menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa benang untuk para pengrajin ulos di Desa Pintubatu dan Desa Lumbandolok Kecamatan Silaen, dengan nilai total Rp 84.862.800.
 
Penyerahan bantuan CSR ini dipusatkan di kantor Desa Lumbandolok dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus secara simbolis kepada para pengrajin ulos yang diterima  5 orang perwakilan dari kelompok pengrajin Tenun Satahi Saoloan Desa Pintubatu dan 5 orang perwakilan kelompok pengrajin Tenun Ulos Mangiring Desa Lumbandok.
 
Menurut Kepala Cabang PT Bank Sumut Cabang Balige Henry Gultom yang diwakili Azan Maruli Siregar bahwa jumlah benang yang diserahkan kepada pengrajin masing-masing kelompok pengrajin Tenun Satahi Saoloan Desa Pintubatu menerima bantuan jenis benang Seratus sebesar 103 Kg dan kelompok pengrajin Tenun Ulos Mangiring di Desa Lumbandok menerima bantuan jenis benang sebesar 100 Kg.
 
Selanjutnya Azan Maruli Siregar menyampaikan bahwa Bank Sumut telah menyalurkan bantuan CSR kepada Pemkab Tobasa tahun 2019 sebesar 275 juta yang disalurkan melalui 3 dinas di Kabupaten Tobasa yaitu Dinas Perindagkop, Dinas Lindup dan Dinas Pendidikan.
 
Wabup Hulman Sitorus pada acara penyerahan bantuan tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Sumut atas kepeduliannya terhadap para pengrajin di Kabupaten Tobasa.Wabup juga menyinggung tentang penggunaan dana desa, bahwa tahun depan penggunaan dana desa supaya dikurangi pembangunan fisik selanjutnya perbanyak pemberdayaan masyarakat, sebab dana desa 30% harus menjadi upah.
 
"Saya berharap dengan tambahan bantuan pendukung ini, perajin ulos semakin berkembang, meningkat pendapatan keluarga. Bekerja keras dan berdoa itulah kunci sukses mencapai kesejahteraan keluarga," ungkapnya.
 
Sementara itu, Kadis Perindagkop Marsarasi Simanjuntak mengatakan bahwa Desa Pintubatu merupakan salah satu sentra tenun ulos dan Desa Lumbandolok mempunyai 30 pengrajin ulos ragi hotang dan 20 pengrajin sirat."Produksi pengrajin ulos dan sirat dijual kepada toke ulos di Balige, Porsea, Laguboti dan lainnya dengan harga jual Ulos ragi hotang mulai terendah 600 ribu dan tertinggi 2 juta lebih," sebut Marsarasi.
 
Kadis Marsarasi menambahkan, bahwa Pemkab Tobasa sangat memikirkan para pengrajin di usaha ekonomi kerakyatan, ini terbukti dari bantuan yang diterima saat ini. "Pemberian benang ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu benang putar dan benang seratus dan masing-masing para pengrajin  menerima benang sebesar 1,5 kg. Kita Berharap setelah mendapat bantuan ini para penenun akan lebih sejahtera, dan bisa lebih banyak memproduksi ulos, sirat dan lainnya," pungkasnya.(BS09)
 

Tag:danau tobaTobasaUlosWisata