Minggu, 20 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Usai Ditangkap Poldasu, 54 Preman Dikenakan Wajib Lapor

Usai Ditangkap Poldasu, 54 Preman Dikenakan Wajib Lapor

Rabu, 21 Juni 2017 21:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Polda Sumut (Poldasu) melepaskan 54 orang preman yang ditangkap pada Selasa (20/06/2017) kemarin. Meski dilepas, para preman yang terjaring dalam Operasi Ramadniya Toba 2017 dari sejumlah lokasi di Medan ini dikenakan wajib lapor.
 
"Kalian dua kali seminggu wajib lapor kemari, selama sebulan. Kalau mangkir akan ditambah menjadi tiga bulan. Karena kalian yang melakukan pungli meresahkan banyak masyarakat," ujar Kasubdit III/ Jatanras Poldasu, AKBP Faisal F Napitupulu ketika memberi pengarahan kepada puluhan preman di depan Gedung Ditreskrimum Mapolda Sumut, Rabu (21/06/2017).
 
Faisal menyebutkan, sanksi wajib lapor itu diberlakukan untuk memberi efek jera kepada preman maupun oknum Organisasi Kepemudaan (OKP) yang melakukan pungli. Sehingga kedepannya masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, terutama saat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.
 
Sebelumnya, penangkapan terhadap 54 orang preman dilakukan oleh dua tim yang khusus dibentuk Polda untuk memburu para pelaku tindak kejahatan selama Operasi Ramadniya Toba 2017. 
 
Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Nurfallah mengatakan kedua tim itu terdiri dari 47 personel dan 52 personel. Tim pertama bertugas menangkap sejumlah orang yang melakukan pemerasan dengan modus mengajukan proposal ke perusahaan untuk meminta THR, uang berbuka bersama, santunan fakir miskin serta pungli.
 
"Tim pertama ini berhasil mengamankan sejumlah anggota OKP dengan barang bukti uang Rp 1.015.000. Berdasarkan pemeriksaan para oknum OKP ini mengancam mengganggu usaha masyarakat yang tidak memberi sumbangan," ungkap Nurfallah.
 
Sedangkan, tim kedua berhasil menangkap 34 orang yang berperan sebagai calo penumpang taksi gelap dengan modus meminta tips kepada supir. "Jadi total ada 54 orang yang diamankan, dan seluruhnya digelandang ke Mapolda Sumut untuk dibina agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama," jelasnya.
 
Nurfallah menegaskan, bagi mereka yang tertangkap memiliki senjata tajam akan dikenakan UU Darurat. Dan bagi yang melakukan pemerasan akan dikenakan Pasal 368 KUHP. "Mereka yang terbukti akan kita proses. Selebihnya akan kita pulangkan setelah kita beri pembinaan," ungkapnya.
 
Razia preman ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah lebaran 2017 sesuai dengan instruksi Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di pasar, terminal, pelabuhan, bandara dan sejumlah lokasi keramaian lainnya.(BS04)
T#g:lebaranOKPPemerasanPoldasuPremanPremanismepungli
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 60 menit lalu

    Poldasu dan Kodam I BB kembali Gelar Patroli Bermotor

    Beritasumut.com-Guna menciptakan kondisi aman di Kota Medan khususnya di hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, personel Poldasu

  • 2 hari lalu

    Poldasu dan Kodam I/BB Perketat Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden RI

    Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bersama Kodam I/Bukit Barisan (BB) melakukan konsolidasi dalam upaya memperketat pengama

  • satu minggu lalu

    Poldasu Sebut Tewasnya Golfrid Siregar Mengarah Ke Laka Tunggal

    Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), untuk sementara menyimpulkan penyebab tewasnya aktivis yang juga kuasa hukum (advok

  • 2 minggu lalu

    Bawa 80 Kg Ganja, Tiga Pria Diamankan Poldasu dari Kawasan Jamin Ginting, Satu Pelaku Residivis GAM

    Beritasumut.com-Personel Unit IV Subdit I, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut berhasil mengamankan narkotika sebanyak 80 Kg gan

  • 3 minggu lalu

    Pemkab Labura Bersama Polres Labuhanbatu Gelar Sosialisasi Saber Pungli

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Utara bersama Polres Labuhanbatu menggelar Sosialisasi Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.