Rabu, 17 Juli 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Usai Ditangkap Poldasu, 54 Preman Dikenakan Wajib Lapor

Usai Ditangkap Poldasu, 54 Preman Dikenakan Wajib Lapor

Rabu, 21 Juni 2017 21:45:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Polda Sumut (Poldasu) melepaskan 54 orang preman yang ditangkap pada Selasa (20/06/2017) kemarin. Meski dilepas, para preman yang terjaring dalam Operasi Ramadniya Toba 2017 dari sejumlah lokasi di Medan ini dikenakan wajib lapor.
 
"Kalian dua kali seminggu wajib lapor kemari, selama sebulan. Kalau mangkir akan ditambah menjadi tiga bulan. Karena kalian yang melakukan pungli meresahkan banyak masyarakat," ujar Kasubdit III/ Jatanras Poldasu, AKBP Faisal F Napitupulu ketika memberi pengarahan kepada puluhan preman di depan Gedung Ditreskrimum Mapolda Sumut, Rabu (21/06/2017).
 
Faisal menyebutkan, sanksi wajib lapor itu diberlakukan untuk memberi efek jera kepada preman maupun oknum Organisasi Kepemudaan (OKP) yang melakukan pungli. Sehingga kedepannya masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas, terutama saat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.
 
Sebelumnya, penangkapan terhadap 54 orang preman dilakukan oleh dua tim yang khusus dibentuk Polda untuk memburu para pelaku tindak kejahatan selama Operasi Ramadniya Toba 2017. 
 
Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Nurfallah mengatakan kedua tim itu terdiri dari 47 personel dan 52 personel. Tim pertama bertugas menangkap sejumlah orang yang melakukan pemerasan dengan modus mengajukan proposal ke perusahaan untuk meminta THR, uang berbuka bersama, santunan fakir miskin serta pungli.
 
"Tim pertama ini berhasil mengamankan sejumlah anggota OKP dengan barang bukti uang Rp 1.015.000. Berdasarkan pemeriksaan para oknum OKP ini mengancam mengganggu usaha masyarakat yang tidak memberi sumbangan," ungkap Nurfallah.
 
Sedangkan, tim kedua berhasil menangkap 34 orang yang berperan sebagai calo penumpang taksi gelap dengan modus meminta tips kepada supir. "Jadi total ada 54 orang yang diamankan, dan seluruhnya digelandang ke Mapolda Sumut untuk dibina agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama," jelasnya.
 
Nurfallah menegaskan, bagi mereka yang tertangkap memiliki senjata tajam akan dikenakan UU Darurat. Dan bagi yang melakukan pemerasan akan dikenakan Pasal 368 KUHP. "Mereka yang terbukti akan kita proses. Selebihnya akan kita pulangkan setelah kita beri pembinaan," ungkapnya.
 
Razia preman ini akan terus berlangsung hingga beberapa hari setelah lebaran 2017 sesuai dengan instruksi Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian di pasar, terminal, pelabuhan, bandara dan sejumlah lokasi keramaian lainnya.(BS04)
T#g:lebaranOKPPemerasanPoldasuPremanPremanismepungli
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Poldasu Tangkap Komplotan Perampok Mengaku Anggota Polri yang Beraksi di Kampung Kolam

    Beritasumut.com–Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Poldasu) berhasil menangkap empat dari enam anggota

  • 7 hari lalu

    Walikota Hadiri Upacara HUT Ke 73 Bhayangkara

    Beritasumut.com-Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH dihadiri Wakil Walikota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi mengikuti Upacara HUT ke-73 Bh

  • satu minggu lalu

    Poldasu Amankan Sabu Senilai 40 Miliar di Jalan Iskandar Muda

    Beritasumut.com-Direktorat Narkoba Polda Sumut bersama Polsek Medan Baru berhasil mengamankan para pelaku jaringan narkoba internasional beserta ba

  • 2 minggu lalu

    Indonesian Coast Guard Bentuk Unit Pemberantasan Pungutan Liar

    Beritasumut.com-Badan Keamanan Laut Republik Indonesia yang disingkat Bakamla RI atau Indonesian Coast Guard membentuk unit non struktural baru yan

  • 2 minggu lalu

    Sebanyak 1.551 Personel Poldasu Terima Kenaikan Pangkat

    Beritasumut.com-Sebanyak 1.551 orang personel yang terdiri dari Perwira, Bintara dan ASN Polda Sumatera Utara (Poldasu) meraih kenaikan pangkat sat

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.