Peristiwa

Tugu Gempa dan Tugu Durian Kota Gunungsitoli Diresmikan Menteri Hukum Dan HAM RI


Tugu Gempa dan Tugu Durian Kota Gunungsitoli Diresmikan Menteri Hukum Dan HAM RI
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tugu Peringatan Gempa dan Tugu Durian yang telah dibangun di pusat Kota Gunungsitoli diresmikan Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia Yasonna Laoli. Turut hadir Menteri ESDM RI Ignasius Jonan, Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro, Bupati Nias Utara Ingati Nazara dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan Forkopimda di Kepulauan Nias.
 
Setelah tiba, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara untuk agenda Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang dihadiri oleh Menteri Ignasius Jonan. Dilansir dari Gunungsitolikota.go.id, Minggu (09/12/2018), Menteri Hukum dan Ham RI bersama dengan Walikota Gunungsitoli kemudian menuju lokasi Tugu Peringatan Gempa untuk melaksanakan peresmian tugu tersebut.
 
"Tugu Gempa dibangun untuk mengenang kejadian gempa dahsyat 8,3 SR yang melanda kepulauan Nias pada tanggal 28 Maret 2005 silam. Tugu ini menjadi sarana pengingat bagi masyarakat Nias agar senantiasa menyadari bahwa Pulau Nias adalah daerah rawan gempa dan hendaknya selalu menjaga kewaspadaan dan meningkatkan kepekaan terhadap mitigasi bencana. Selain itu, Tugu ini juga memberikan makna tentang kebangkitan masyarakat Nias dalam pembangunan pasca bencana tersebut dan semangat untuk terus maju dan meningkatkan kualitas hidupnya," ujar Menteri Hukum dan Ham RI Yasonna Laoli.
 
Menteri Hukum dan HAM RI juga mengajak para hadirin untuk sejenak mengheningkan cipta mengingat dan mendoakan arwah para sanak keluarga dan saudara-saudara yang telah menjadi korban pada saat bencana terjadi dan kemudian meletakkan sebuah karangan Bunga berwarna putih di depan tugu tersebut. Nama-nama yang menjadi korban pada saat gempa itu sendiri terpatri pada prasasti yang melekat pada dinding tugu yang mana pada puncaknya terdapat sebentuk bongkahan besi dan beton yang merupakan sisa dari bangunan-bangunan yang runtuh pada saat gempa dan menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana tersebut.
 
Tugu itu sendiri berdiri di dalam kolam dengan air mancur yang secara simbolis diaktifkan melalui sebuah tombol secara bersama-sama oleh para tokoh yang hadir. Air mancur ini sendiri akan menghadirkan konfigurasi air yang menari-nari dengan sangat menarik, terutama ketika lampu sorot dihidupkan dan menerangi sekitaran tugu tersebut dikala malam hari.
 
Setelah meninjau area lokasi tugu gempa, rombongan kemudian menuju area Taman Ya’ahowu untuk melaksanakan peresmian Tugu Durian yang juga menjadi sebuah ikon kebanggaan masyarakat Kota Gunungsitoli. Walikota Gunungsitoli dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya, bahwa pembangunan tugu ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Walaupun sebelumnya mendapat masukan dan kritik dari masyarakat, namun Pemerintah Kota Gunungsitoli membuktikan bahwa untuk kebaikan bersama, untuk hal-hal yang bersifat positif demi kemajuan Kota Gunungsitoli, maka Pemerintah akan mengakomodir segala bentuk peran dan partisipasi masyarakat.
 
"Berdirinya tugu durian ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk memajukan pembangunan di sektor kepariwisataan. Durian akan menjadi promosi pariwisata Kota Gunungsitoli dengan melaksanakan event rutin Festival Durian tiap tahun. Hal ini diharapkan akan menarik minat wisatawan untuk mau datang berkunjung ke Kota Gunungsitoli karena semakin banyak opsi tujuan wisata yang menarik yang dapat ditawarkan di Kota Gunungsitoli ini," sebut Walikota Gunungsitoli. (BS02)

Tag:Kota GunungsitoliMenteri HAMTugu DurianTugu GempaYasonna Laoly