Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Titik Api di Sumatera dan Kalimantan Tidak Ada Matinya

Titik Api di Sumatera dan Kalimantan Tidak Ada Matinya

Selasa, 01 September 2015 20:04:00
BAGIKAN:
Twitter
Kabut asap pekat di Kalsel.
Beritasumut.com - Titik api atau hotpot di Sumatera dan Kalimantan tidak ada matinya. Pantauan Satelit Modis dari NASA pada Selasa (1/9/2015) pagi di Sumatera ada 198 hotspot yaitu di Jambi 59, Lampung 3, Sumbar 7, Sumsel 46, Riau 82, dan Sumut 1. Sedangkan di Kalimantan ada 591 hotspot yaitu Kalbar 74, Kalsel 30, Kalteng 313, Kaltim 138, dan Kaltara 36.
 
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2015).

Dijelaskan, asap masih mengepung banyak daerah. Jarak pandang di Pekanbaru pada pagi tadi hanya 1 km, Rengat 1 km, Pelalawan 2 km, Jambi 400 meter, dan Pontianak 200 meter. Di Jambi, pesawat terbang Garuda Indonesia pukul 05.45 WIB delay sampai jam 10.00 WIB, kemudian terbang di atas Jambi tetapi tidak dapat mendarat, dan akhirnya balik ke Jakarta. Kualitas udara ketegori tidak sehat. ISPU di Palangkaraya sejak pagi mencapai 628 yang artinya sangat berbahaya, sangat jauh di atas ambang berbahaya 350.
 
Kebakaran hutan dan lahan selalu berulang setiap tahun. Sudah menjadi tradisi tahunan saat musim kemarau. Jutaan jiwa masyarakat terkena dampak dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan mencapai trilyunan rupiah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memadamkan api, baik di darat maupun di udara. Saat ini, tindakan hanya berfokus pada memadamkan kebakaran. Pemerintah dan daerah perlu mengadopsi lebih banyak stategi preventif yang mengatasi akar masalah kebakaran hutan dan lahan. Lemahnya penegakan hukum menyebabkan kebakaran selalu berulang. 

Berdasarkan penelitian CIFOR, pembukaan lahan dengan membakar telah lama digunakan oleh peladang dalam rangka penyiapan lahan. Hal tersebut dilakukan karena mereka mengharapkan lahannya bersih, mudah dikerjakan, bebas hama dan penyakit serta mendapatkan abu hasil pembakaran yang kaya mineral. Motif demikian pulalah yang dilakukan oleh korporasi saat ini, baik oleh perkebunan kelapa sawit maupun oleh pengusaha hutan tanaman industri maupun non hutan seperti sagu, pungkas Sutopo. (BS-001)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Polda Sumut Siap Tangani Dugaan Korupsi Dispenda

    Beritasumut.com-Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Mantan Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) yang sekarang menjadi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos),

  • 3 tahun lalu

    Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

    Beritasumut.com-Gagal melakukan perampokan terhadap Lili Agustina Boru Karo (23) di kawasan Jalan TB Simatupang Medan, Andre alias Udin (23) warga Med

  • 3 tahun lalu

    Tiba di Poldasu, Kapolri Tito Karnavian Langsung Menuju Ruang Rapat

    Beritasumut.com-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan sejajarnya tiba di Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Sabtu (30/07/2016) sore

  • 3 tahun lalu

    Pelindo 1 Kirim 20 Pelajar SMA Berprestasi ke Kalimantan Utara dengan Program SMN

    Beritasumut.com-PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersama PTPN V akan memberangkatkan 20 pelajar berprestasi tingkat Sekolah Menengah

  • 3 tahun lalu

    Ditanya Nama 9 Orang Tim Pansel, Kaiman Turnip Tak Ingin Bawa-bawa BKD

    Beritasumut.com-Meskipun Gubernur Sumatera Utara (sumut) H T Erry Nuradi sudah mengarahkan agar wartawan menanyakan saja kepada Kepala Badan Kepegawai

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.