Sabtu, 19 Oktober 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Terkendala Lahan, Pembangunan Normalisasi Sungai Ehau di Nias Utara Dibatalkan

Terkendala Lahan, Pembangunan Normalisasi Sungai Ehau di Nias Utara Dibatalkan

Minggu, 28 Juli 2019 15:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Kadis PUPR Kabupaten Nias Utara Bernard Nazara ST ME
Beritasumut.com-Awal tahun 2018 pada Musyawarah Pembangunan Provinsi Sumatera Utara (Musrenbang Provinsi Sumatera Utara) Pemkab Nias Utara melalui Dinas Perkim Kab. Nias Utara telah mengusulkan penanganan Normalisasi Sungai Ehau Kecamatan Lotu untuk menghindari banjir di ibukota Kabupaten Nias Utara.
 
Tindak lanjut dari usulan tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas SDA CK TR Provsu telah mengalokasikan dana  4 miliar untuk Tahun Anggaran 2019 untuk penanganan tersebut. Adapun kegiatannya yaitu Normalisasi Sungai sepanjang 5000 meter mulai dari Jembatan Ehau I desa Hilidundra, melewati Jembatan Ehau II Desa Lawira dan sampai ke ujung Sungai Ehau (yang bermuara ke Sungai Muzoi, Desa Muzoi).
 
Pada awal Januari 2019 Kepala UPT SDA Nias  menyurati Bupati Nias Utara melalui surat nomor 602.1/037/SDA-N/2019 tanggal: 07 Januari 2019 perihal dukungan terhadap pembebasan lahan untuk kegiatan rehabilitasi/ perbaikan dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan pengamanan sungai pada Sungai Ehau, Kec. Lotu kab. Nias Utara TA. 2019 dan Surat susulan nomor 602.1/135/SDA-N/ tanggal 14 Februari 2019 perihal Tindak lanjut pembebasan lahan untuk kegiatan TA. 2019. Surat ini dimaksudkan agar Pemerintah Kabupaten Nias Utara dapat memberikan jaminan bahwa penanganan normalisasi sungai Ehau tidak terkendala oleh pembebasan lahan masyarakat di sepanjang Sungai Ehau.
 
Menyikapi surat tersebut Bupati Nias Utara memerintahkan Camat Lotu untuk segera melakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan pada lokasi yang akan ditangani oleh Provsu tersebut. Sosialisasi pembebasan lahan tersebut dilaksanakan tanggal 20 Februari 2019 di Kantor Camat dengan hasil yang dicapai pada pertemuan dimaksud, yakni warga desa Hilidundra mulai dari Jembatan Ehau I sampai ke Jembatan Ehau II Lawira bersedia menghibahkan lahannya jika ada biaya ganti tanaman dan kebun. Pada pertemuan tersebut yang hadir Asisten II, Filifo Harefa (saat itu), Staf Ahli Faoaro Gea, Kabid SDACK Dinas PUPR Nias Utara, Staf UPT SDA Nias Provsu, Camat Lotu, Sekcam Lotu dan warga pemilik lahan dari Desa Hilidundra dan Lawira Satu.
 
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Sosialisasi tersebut dan surat hibah sebagian telah ditandatangani oleh pemilik lahan pada awal bulan April 2019 Camat Lotu menyerahkan surat tentang dukungan dan tidak menuntut ganti rugi lahan dari masyarakat yang berasal dari Desa Lawira, dimana masih terdapat 9 orang yang masih belum menandatangani surat tersebut dari 46 orang pemilik lahan. Sedangkan surat tentang dukungan dan tidak menuntut ganti rugi lahan dari masyarakat yang berasal dari Desa Hilidundra belum ada sampai waktu yang telah ditentukan UPT SDA Provsu tersebut (s/d awal bulan April 2019)
 
Setelah surat pernyataan hibah tanah yang telah dihimpun oleh Camat Lotu diserahkan kepada Kepala UPT SDA Provsu, menyusul surat dari Kepala UPT SDA Provsu dengan nomor : 602/076/IV/2019 tanggal 15 April 2019 perihal Surat pernyataan pembebasan lahan, yang isinya agar seluruh masyarakat yang belum menandatangani surat hibah tanah agar segera menandatanganinya. 
 
“Setelah kami konfirmasi dengan Camat Lotu dan menunggu sampai pertengahan bulan Mei, ternyata tetap belum ada tambahan dari masyarakat yang setuju menghibahkan tanahnya dan hal tersebut telah kami sampaikan secara lisan kepada Kepala UPT SDA Provsu," ujar Kadis PUPR Kabupaten Nias Utara Bernard Nazara ST ME dilansir dari laman niasutarakab.go.id, Minggu (28/07/2019)
 
"Dan akhirnya, sekitar akhir bulan Mei 2019, Kepala UPT SDA Provsu menghubungi Saya dan menyatakan bahwa Pekerjaan Normalisasi Sungai Ehau dengan sebesar 4 M dibatalkan karena tidak terpenuhinya dukungan masyarakat yang menghibahkan tanahnya di sepanjang sungai yang akan dinormalisasi dan juga karena telah dilakukan rasionalisasi Anggaran APBD Provsu TA.2019 oleh Pemprovsu, di mana menunda pelaksanaan beberapa kegiatan di daerah yang masih mengalami kendala hibah lahan, termasuk pembangunan sungai Ehau tersebut,” papar Bernard menambahkan.
 
Terkait kelanjutan pengendalian banjir di ibukota Kabupaten Nias Utara tersebut, Kadis PUPR menyatakan akan dilakukan bertahap mulai APBD TA.2020 yang akan datang karena dana yang dibutuhkan sangat besar karena tidak hanya normalisasi dan perkuatan tebing di Sungai Lotu saja, namun harus menyeluruh hingga di muaranya yakni sepanjang Sungai Ehau hingga Sungai Muzoi. 
 
"Namun hal tersebut pun sangat ditentukan dari kerjasama masyarakat untuk menghibahkan tanahnya di sepanjang normalisasi sungai yang dimaksud. Jika surat pembebasan lahan tidak diserahkan masyarakat secara keseluruhan, maka kecil kemungkinan kegiatan normalisasi tersebut dapat dilaksanakan," pungkasnya menjelaskan.(BS09)
 
T#g:BanjirLahanNiasNias UtaraSungaiSungai Ehau
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Nias Utara Diguncang Gempa 4,8 SR

    Beritasumut.com-Gempa bumi berkekuatan M=4.8 mengguncang wilayah Kabupaten Nias Utara dan sekitarnya, Rabu (16/10/2019) pagi tadi, sekitar pukul 09

  • 5 hari lalu

    BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sumut

    Beritasumut.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan sedang hingga lebat akan melanda sejumlah wilayah Sumatera Ut

  • 3 minggu lalu

    Inilah Tempat Layanan WIFI Gratis yang Disediakan Pemkab Nias Utara

    Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Utara menyediakan layanan wifi gratis di beberapa tempat di Kabupaten Nias Utara. Lokasi pemasan

  • 4 minggu lalu

    Panglima TNI: Sungai Citarum Bisa Dijadikan Lokasi Wisata

    Beritasumut.com-Panglima TNI, Marsekal TNI Dr (HC) Hadi Tjahjanto SIP dan Ketum Dharma Pertiwi Ny Nanny Hadi Tjahjanto beserta Kasad Jenderal TNI A

  • 4 minggu lalu

    Percepat Penanggulangan Banjir di Sumut, Gubernur Sambut Baik Konsep dari Kementerian PUPR

    Beritasumut.com–Untuk mempercepat penanggulangan banjir di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan dan sekitarnya, Pemerintah Provinsi (

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.