Selasa, 25 Februari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Terkait Penangkapan Kapolsek di Nias Selatan dan Oknum Polres Tanjungbalai, Keduanya Berteman dengan Bandar Narkoba

Terkait Penangkapan Kapolsek di Nias Selatan dan Oknum Polres Tanjungbalai, Keduanya Berteman dengan Bandar Narkoba

Rabu, 06 Desember 2017 22:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumut (Poldasu) pada Selasa (05/12/2017) berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan Kapolsek Lolowau, Nias Selatan (Nisel) dan satu oknum personil Polres Tanjungbalai. Selain itu, polisi juga mengamankan 14 tersangka lain dengan total barang bukti (barbut) 38 Kg sabu.
 
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut (Poldasu) Kombes Pol Hendri Marpaung menyebutkan, dua oknum anggota Polri, AKP BS yang juga Kapolsek Lolowau, Nisel dan Bripda YMS, anggota Polres Tanjungbalai, diduga berteman dengan para bandar narkoba.Pasalnya, keduanya diamankan ketika sedang bersama tersangka MDS (40) dan R alias Atong (34) dengan barang bukti 15 Kg sabu.
 
"Kedua anggota Polisi yang turut terjaring dalam kasus ini ditangkap bersama dengan beberapa tersangka bandar yang diamankan atas kepemilikan 15 kilogram sabu, Selasa (05/12/2017) kemarin. Kita menduga keduanya ini (AKP BS dan Bripda YMS) berteman dengan para bandar tersebut," ujar Hendri saat mendampingi Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dan pejabat utama Poldasu lainnya dalam konferensi pers, Rabu (06/12/2017) siang. 
 
Berkaitan hal itu Hendri menyebutkan, pihaknya saat ini masih berupaya mendalami peran kedua oknum Polri berpangkat AKP dan Bripda itu dengan kaitan jaringan sindikat peredaran sabu tersebut."Tentu kita dalami peran mereka mengenai hubungannya dengan sindikat jaringan ini. Propam Poldasu juga masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Apakah keduanya terlibat dalam jaringan itu atau tidak, untuk mamastikannya masih dilakukan pemeriksaan," jelasnya.
 
Sementara itu ketika ditanya mengenai kode etik profesi kedua oknum polisi itu, Hendri tak menampik keberadaan keduanya di lokasi penangkapan para tersangka jelas merupakan pelanggaran kode etik.
 
"Memang sudah termasuk pelanggaran kode etik, apalagi keduanya ini berada di luar wilayah hukumnya pada saat diamankan bersama para tersangka bandar 15 kilo sabu tersebut. Tapi untuk kepastian selanjutnya masih dilakukan pemeriksaan, kita berharap rekan-rekan bersabar. Pasti akan kita sampaikan perkembangannya nanti," pungkas Hendri.(BS04)
T#g:BBPOM Medanbandar narkobaKapolsek Nias SelatanNarkobaPoldasuganjasabu
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pemkab Tapteng Terbitkan Perdes Narkoba, Pastikan Tidak Langgar Hukum

    Beritasumut.com-Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Organisasi dan Tata Laksana (Orta) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Muha

  • 3 hari lalu

    Safari di Masjid Ar-Ridha Paya Pasir, Plt Wali Kota Medan: Jihad Lawan Narkoba

    Beritasumut.com-Kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Medan selama ini pelakunya umumnya pencandu narkoba. Oleh karenanya, perlawanan terhadap nar

  • 5 hari lalu

    Dua Orang Pemuda Pengedar Pil Ekstasi Ditangkap Polsek Pancur Batu

    Beritasumut.com-Dua orang pemuda  sebagai pengedar narkotika jenis pil ekstasi disergap petugas Polsek Pancur Batu. Kedua pelaku disergap di k

  • 6 hari lalu

    Kepala BNNP Sumut Harapkan Kampung Kubur Jadi Kampung Sejahtera

    Beritasumut.com-Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial Tanjung berharap Kampung Kubur menjadi Kampung Sejahtera untuk semua masyarakat Kota Medan. La

  • 6 hari lalu

    Kejari dan Diskominfo Sosialisasi Bahaya Narkoba di MAN 3 Stabat

    Beritasumut.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat  bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Langkat masuk sekolah,dalam rangka so

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.