Peristiwa

Terhitung 2.100 Imigran Pencari Suaka Menetap di Medan

Try Try
Terhitung 2.100 Imigran Pencari Suaka Menetap di Medan
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Imigrasi
Beritasumut.com-Terhitung sampai dengan Oktober 2016 jumlah imigran pencari suaka yang menetap di kota Medan sebanyak 2.100 jiwa. Terbanyak berasal dari negara Somalia 528, Sri Lanka 356, Afganistan 354, Mymanar 313, dan Palestina 222. Hal ini dikatakan Plh Kabid Lalulintas dan Izin Tinggal Imigrasi Kemenkumham Syamsul Bahri, kepada wartawan, Selasa (22/11/2016).
 
Syamsul menyatakan, hingga saat ini, pemulangan ke negara asal sudah dilakukan pemerintah dengan jumlah 352 jiwa yang dilakukan secara bertahap. "Sudah ada yang dipulangkan. Pada Januari tercatat sebanyak 8 orang, Februari 14 orang, Maret 72 orang, April 31 orang, Mei 36 orang, Juni 45, Juli 76 orang, Agustus 35 orang, September 17 orang, Oktober 18 orang," katanya.
 
"Sedangkan negara Amerika, Australia, Kanada yang biasa menjadi tempat-tempat negara ke tiga. Mudah-Mudahan Donlad Trump tak mengubah kebijakannya dan mau menerima pencari suaka ini," imbuhnya.
 
Sementara itu, perwakilan dari International Organization for Migration (IOM), Mariam mengatakan, para imigran itu akan berada di Medan selama enam bulan. Menurutnya keberadaan para imigran pencari suaka tersebut untuk kepentingan cek kesehatan. Sebab, tidak semua Rumah Sakit (RS) yang berada di Aceh memiliki fasilitas kesehatan yang dibutuhkan. Fasilitas itu hanya ada di Kota Medan.
 
“Mereka berada di Medan untuk pemeriksaan kesehatan. Lamanya sekitar enam bulan. Alasan dipilih karena fasilitas untuk pemeriksaan kesehatan tersebut hanya ada di Kota Medan, tidak ada di Aceh,” ujarnya.
 
Selama berada di Medan, para pengunsi tersebut akan ditempatkan di Hotel Beraspati, Jalan Djamin Ginting. Untuk biaya makan dan kebutuhan lainnya akan ditangani pihak IOM. “Untuk pemenuhan kebutuhan standarnya, kami tangani. Mereka ditempatkan di Hotel Beraspati," jelasnya.
 
Hanya saja, mariam tidak bisa memastikan, apakah setelah pemeriksaan kesehatan rutin mereka selesai, para imigran tersebut akan dipulangkan ke negaranya atau di titipkan ke negara lain. Menurutnya, dirinya tidak dapat memastikan. Dirinya hanya memastikan, keberadaan pengungsi asal Rohingnya tidak bisa dipulangkan ke negaranya.
 
“Negaranya sedang konflik. Mereka juga tidak bisa menetap di Indonesia. Sebab, mereka bukan warga Indonesia. Jadi, belum
tahu. Lihat situasinya nanti,” tandasnya. (BS03)