Senin, 20 Januari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Tak Ingin Situasi Memburuk, Indonesia Ajak Semua Pihak Cegah Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah

Tak Ingin Situasi Memburuk, Indonesia Ajak Semua Pihak Cegah Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah

Senin, 13 Januari 2020 12:01:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Indonesia berusaha melakukan berbagai upaya untuk mencegah eskalasi ketegangan di Timur Tengah pasca serangan drone Amerika Serikat (AS) yang menewaskan jenderal senior Iran, Qassem Soeleimani, di Baghdad, Irak, awal bulan ini. 
 
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Indonesia sudah berbicara dengan Amerika Serikat, dengan Iran di tingkat Dewan Keamanan, dan sudah berusaha untuk men-deputation, meng-encourage semua pihak agar eskalasi yang lebih jelek tidak terjadi lagi. “Saya melakukan pembicaraan per telepon pada tanggal 8 malam berarti 9 pagi, karena pada saat itu Menteri Luar Negeri Vietnam baru mendarat di New York. Vietnam untuk bulan Januari ini bertindak sebagai Presiden dari Dewan Keamanan PBB. Saya melakukan pembicaraan, saya mengulangi lagi spot Indonesia terhadap presidency Vietnam,” kata Menlu kepada wartawan di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/01/2020) malam. 
 
Indonesia, lanjut Menlu, mengharapkan Vietnam juga menggunakan pengaruhnya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB agar semua pihak yang terkait dapat menahan diri sehingga tidak terjadi lebih buruk lagi. “Jadi, kita cukup banyak untuk mengirimkan pesan, untuk meng-encourage agar eskalasi yang lebih jelek tidak terjadi lagi,” tegas Menlu. 
Mengenai apakah masalah tersebut dibicarakan dengan Uni Emirat Arab (UEA), Menlu Retno Marsudi mengemuakan, pada pertemuan dengan Menlu UEA dirinya juga membahas masalah tersebut, dan prinsip keduanya sama. “Kita tidak ingin situasi, apa namanya, menjadi lebih memburuk,” ujarnya. 
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun, sambung Menlu, juga sedikit menyinggung masalah ketegangan di Timur Tengah tersebut dalam pertemuan dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Namun pembahasan ini tidak fokus, karena fokus pembahasan dalam pertemuan keduanya lebih kepada masalah ekonomi. 
 
Ratusan WNI 
 
Ditegaskan Menlu, semua negara khawatir dengan kemungkinan terjadinya perang terbuka antara AS dan Iran. Indonesia pun yang posisinya jauh juga khawatir karena perang tidak akan menguntungkan siapapun. “Perang itu akan berpengaruh pasti terhadap ekonomi dunia yang sudah tanpa perang pun sudah tertekan, tertekan terus ke bawah,” kata Menlu. 
 
Buat Indonesia, menurut Menlu, yang sangat langsung adalah nasib warga negara kita. Karena di Iran, kalau menurut data yang ada, jumlah WNI yang ada di sana itu lebih dari 400. Sementara yang di Irak lebih dari 800. Namun diperkirakan jumlah yang ada pasti lebih besar dari data yang kita diterimanya. 
“Belum lagi kita bicara mengenai WNI yang tinggal di sekitar wilayah itu yang kalau ditotal bisa jumlahnya jutaan. Jadi, kalau situasinya tidak dapat dieskalasi, diredakan maka pasti akan terpengaruh kepada warga negara kita, tetapi sekali lagi untuk antisipasi,” tutur Menlu.(rel)
T#g:konflik timur tengahsikap indonesia di timur tengahTimur Tengah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Seleksi Beasiswa S1 dari Kemenag ke Timur Tengah Segera Diumumkan

    Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) akan segera mengumumkan tambahan peserta yang dinilai lulus seleksi kuliah S1 di Timur Tengah. Kepastia

  • 3 tahun lalu

    Ribuan Siswa Madrasah Daftar Seleksi S1 Timur Tengah

    Beritasumut.com-Seleksi beasiswa kuliah S1 di Timur Tengah banjir peminat. Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag mencatat sampai Juma

  • 3 tahun lalu

    Kunjungi Makam Mahligai, Jokowi Katakan Indonesia dan Timur Tengah Miliki Hubungan Sejarah

    Beritasumut.com-Dalam kunjungan kerja ke Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi makam Mahlig

  • 3 tahun lalu

    Hidayat Berharap Para Wanita Alumni Timur Tengah Jadi Teladan Umat dan Bangsa

    Beritasumut.com-Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid didaulat melantik dan memandu pengucapan sumpah dan janji Dewan Kehormatan dan Dewan Pengurus

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.