Peristiwa

Tak Digaji, Wanita Timor Leste Ini Lari dari Rumah Majikan di Kompleks Mutiara Residence Percut Seituan

Tak Digaji, Wanita Timor Leste Ini Lari dari Rumah Majikan di Kompleks Mutiara Residence Percut Seituan
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Angela (35) berkebangsaan Timor Leste, melarikan diri dari tempat kerjanya yang berada di Kompleks Mutiara Residence, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.Dilansir dari laman tribratanews.sumut, Kamis (21/062018), wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga ini, tak tahan bekerja karena belum menerima gaji selama empat bulan.
 
Angela menuturkan, bahwa ia melarikan diri dari tempat kerjanya karena tak tahan menahan rasa sakit di tangannya.“Tangan saya ini sakit. Saya jatuh di kamar mandi, karena waktu itu tangan saya kena benturan di lantai kamar mandi itu. Walaupun saya sakit, saya terus dipaksa bekerja, mencuci piring, mencuci kain, dan mencuci kamar mandi,” ujar Angela yang fasih berbahasa Korea ini.
 
Angela pun akhirnya pergi ke Polsek Percut Seituan, untuk meminta tolong kepada Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri.“Saya minta tolong sama Kapolsek agar saya bisa tidur di sini. Besok saya akan pulang ke Timor Leste, karena uang saya sekarang tinggal sedikit lagi. Pak Kapolsek pun mengizinkan saya di sini,” terang Angela.
 
“Gaji saya enggak dikasih. Katanya, gaji saya sudah dikasih ke Yayasan Sumatera. Terus ku tanya yayasannya, gaji saya sudah dipakai untuk pelunasan ongkos saya dulu dari Timor Leste ke Medan,” katanya lagi.
 
Angela mengaku datang ke Medan pada Jumat (06/02/2018) lalu dan mulai bekerja di perumahan tersebut sejak Jumat (09/02/2018). Merasa tak terima gajinya tersebut diserahkan ke Yayasan Sumatera, wanita berkebangsaan Timor Leste ini akhirnya memutuskan untuk pulang ke negaranya.“Saya digaji di sana Rp. 2.500.000. Sudah empat bulan saya enggak nerima gaji, kalau saya nanya, katanya gaji saya itu sudah dikasih ke Yayasan Sumatera, untuk melunasi ongkos saya dulu dari Timor Leste ke Medan,” paparnya.
 
Akibat kejadian itu, Angela terpaksa tidur, mandi dan makan, di Kantor Polisi sebelum berangkat ke kampung halamannya. “Saya di sini, makan, mandi, tidur di kursi ruangan Kanit Sabhara. Untung baik Kapolseknya. Katanya besok saya diantar ke bandara, karena saya tidak punya kendaraan. Pak Kapolsek tadi sudah bilang sama saya begitu. Lagi pula, besok suami saya akan mentransfer uang untuk biaya keberangkatan saya,” pungkasnya.(BS04)