Peristiwa

Sungai Sibarau Meluap, 184 Rumah Terendam di Sergai


Sungai Sibarau Meluap, 184 Rumah Terendam di Sergai
Rumah warga di Desa Simalas terendam banjir. (Ist)
Beritasumut.com Luapan Sungai Sibarau, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut) merendam  pemukiman 184 warga warga di tiga desa.

Di Kampung Kambing, Desa Simalas, Kecamatan Sipispis terdapat 104 rumah warga terendam, Desa Dolok Sagala 35 rumah, dan Desa Bukit Cermin, Kecamatan Dolok Masihul 45 rumah. Kondisi banjir yang sudah memasuki hari ketiga, Kamis (15/1/2015) ini mulai surut. Sebelumnya ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Lokasi banjir terparah di Desa Simalas dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,5 meter. Lahan ubi warga ikut terendam akibat air kiriman dari Gunung Simalungun itu. Begitu juga ternak warga seperti unggas dan kambing harus diungsikan ke lokasi lebih tinggi.

Ramli  (47) Kepala Dusun III Kampung Kambing Desa Simalas, Kamis (15/1/2015), mengatakan kondisi banjir sudah memasuki hari ketiga. Banjir terjadi sekira pukul 0700 WIB. Saat semua beranjak bekerja dan anak sekolah keluar rumah tiba-tiba air dengan deras masuk ke jalan umum serta menggenangi pemukiman warga.

Warga yang tadinya berniat bekerja membatalkan kepergiannya lalu kembali ke rumah masing-masing takut terjadi banjir bandang, mengingat banjir datangnya mendadak hingga dalam seharian air terus meninggi dan masuk ke rumah warga.

Hari kedua banjir debit air semakin tinggi, warga pun mengungsikan barang-barangnya ke lokasi lebih tinggi dan sebagian warga mengungsi ke rumah ibadah, sebagian mengungsi ke rumah keluarga yang lebih tinggi.

"Airnya datang dengan tiba-tiba. Kami yang takut langsung menyelamatkan barang-barang, begitu juga ternak uanggas serta kambing. Kalau tanaman ubi harus direlakan tenggelam," ucap ayah tiga anak ini.

Jumangin (43) dan Narto (28) warga yang sama  menambahkan derasnya air yang mengalir di kampung mereka juga diakibatkan jebolnya tanggul  yang berada di pinggir Sungai Sibarau.

"Dari dulu kami sudah mengatakan tanggul itu sudah parah namun tidak diindahkan. Saat ini kondisi air memang sudah mulai surut namun kami warga masih waspada jika air kiriman dari gunung Simalungun turun ditambah cuaca yang terus hujan. Bisa-bisa kampung ini tenggelam. Kami berharap pemerintah segera bersikap," ucap Narto.

Sedangkan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai Nina Deliana mengatakan pihaknya telah mendirikan posko penanggulangan benca di Desa Simalas, satu perahu karet. Data yang dihimpun BPBD terdapat 184 KK di tiga desa yang rumahnya terendam banjir. Sempat ada 70 KK mengungsi dan kini sudah kembali ke rumah masing-masing mengingat air mulai surut.

Pantauan di tiga desa lokasi banjir, warga tetap bertahan di rumah masing-masing dan terlihat perabotan warga masih diungsikan di tempat yang lebih tinggi. Aktifitas sekolah dan rumah ibadah  juga tidak terganggu. (BS-001)

Tag: