Sabtu, 14 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Sumut Hanya Miliki 180 Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Sumut Hanya Miliki 180 Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Rabu, 00 0000 00:00:00
BAGIKAN:

Medan, (beritasumut.com)

Keberadaan dokter spesialis penyakit dalam di Sumatera Utara ternyata masih sangat minim dan distribusinya lebih berpusat pada wilayah perkotaan. Saat ini Sumut hanya memiliki 180 dokter spesialis penyakit yang sebagian besar berada di Ibukota Provinsi, Medan.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dalam pidato tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Nurdin Lubis pada Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (KOPAPDI) di Grand Ballroom JW Mariot, Medan, Rabu (12/12/2012).

Menurut Plt Gubernur, Sumut memiliki tidak kurang dari 180 orang dokter spesialis penyakit dalam yang mayoritas berada di ibukota provinsi sebagai sentra pendidikan. "Yang lainnya tersebar pada sejumlah kabupaten/kota hingga ke Pulau Nias, dari segi pelayanan mungkin kebutuhan dan distribusi ini perlu diverifikasi lebih lanjut dengan cara¬ memperoleh informasi terbaru untuk update ilmu kedokteran sistim telekomunikasi namun tidak mengabaikan pendekatan ilmu yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah atau evidence-base medicine," ungkapnya.

Plt Gubernur mengharapkan Kongres Nasional ini dapat meningkatkan profesionalisme para dokter spesialis penyakit dalam secara baik dan benar sesuai undang-undang yang berlaku dan perkembangan terkini sehingga mampu menunjang program pemerintah di bidang kesehatan.

Menurutnya beberapa tahun terakhir ini ada kecendrungan masyarakat untuk berobat ke luar negeri yang berdampak mengalirnya dana ke luar negeri, seperti pernyataan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Wilayah Sumatera Utara devisa yang mengalir dari Sumut untuk berobat ke luar negeri mencapai Rp3-4 triliun setiap tahun.

Ini merupakan tantangan khususnya bagi para dokter spesialis penyakit dalam bersama pemerintah daerah dan para stakeholder agar dapat memformulasikan bentuk yang mirip dengan travel medicine atau sesuatu yang lebih fokus berupa sentra pelayanan penyakit tropis¬ berdasarkan kemampuan yang ada baik sarana rumah sakit maupun sumber daya manusia.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Kongres Nasional XV Harun Al Rasyid Damanik mengatakan, tema Kongres Nasional ini adalah ‚Äú55 Tahun Peran Profesional PAPDI Menapak Era Globalisasi di Tengah Masyarakat Indonesia dan Kedokteran Universal‚ÄĚ.

Menurut Panitia peserta Kongres diperkirakan berjumlah 2.475 orang dari 36 Cabang PAPDI dan telah melaksanakan seminar tentang standarisasi internis dengan mencapai 500 makalah, malam budaya, bakti sosial, donor darah dan ceramah internis.

Selanjutnya Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi mengatakan tema kongres sangat relevan dengan misi 2010-2014 bahwa masyarakat sehat dan berkeadilan menuju daya saing kesehatan.

Menurut Menteri pada Tahun 2020 yang akan terjadi perdagangan bebas se Asia-Pasifik untuk melalui Kongres Nasional XV ini diminta kepada peserta kongres agar meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia, memperkuat regulator nasional, meningkatkan kompetensi, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dokter, ciptakan pelayanan kesehatan yang aman, memberikan pemerataan dokter spesialia di Indonesia tidak hanya di kota tetapi harus sampai ke daerah.

Selanjutnya Direktur Jenderal Bina Usaha Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Suriantoro memukul Gong pertanda dimulainya Kongres Nasional XV. (BS-033)

T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.