Minggu, 22 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Soal Dosen Diduga Langgar UU ITE, Rektor USU Dinilai Terlalu Over

Soal Dosen Diduga Langgar UU ITE, Rektor USU Dinilai Terlalu Over

Senin, 21 Mei 2018 00:01:00
BAGIKAN:
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Dosen USU (Universitas Sumatera Utara) Himma Dewiyana Lubis yang diduga menyebut kasus bom Surabaya pengalihan isu dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Arsip oleh Rektor USU. Pencopotan ini mendapat kritikan dari Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut Aripay Tambunan (AT). 
 
Menurut Aripay, dosen USU itu tidak bisa dibela karena tersangkut masalah UU ITE. "Ibu itu tidak bisa kita bela karena tersangkut UU ITE. Ya sudahlah biarlah polisi yang melakukannya. Tapi USU tidak boleh terlalu over, main pecat segala," tegas Aripay Tambunan, Minggu (20/05/2018).
 
Seharusnya, lanjut Aripay yang juga berprofesi dosen itu, USU harus melakukan pembinaan kepada seluruh dosen dan pegawai agar kasus tersebut tidak terulang.  "Jelas kok ibu itu buat itu karena juga alasan kesal terhadap pemerintah sekarang," ujarnya.
 
Menurutnya lagi, sikap yang diambil Rektor USU memecat dosen tersebut tak pantas. "Mungkin dia melanggar UU ITE, salahlah dia. Itu urusan polisi. Polisikan sedang menyelidiki, memeriksa, tapi kenapa USU cari muka kali seperti itu. Kita sayang sikap rektor itu, tidak mencerminkan dunia pendidikan," imbuhnya lagi.
 
Dia juga berpesan, UU ITE itu sebagai antisipasi agar tidak sembarangan menyampaikan ke publik, apalagi berbau SARA dan ujaran kebencian. "Kita meminta dan berharap cukup lah gunakan medsos sebagai untuk menyampaikan hal positif aja dan didukung dengan data valid," tambahnya. 
 
Seperti diketahui, dosen USU itu ditangkap di rumahnya di Jalan Melinjo II Komp Johor Permai, Kota Medan, pada Sabtu (19/05/2018) sekitar pukul 16.00 kemarin. Penangkapan ini karena ada laporan warga terkait status Facebook Himma soal bom di tiga gereja Surabaya.
 
“Skenario pengalihan yg sempurna… #2019GantiPresiden” tulis akun facebook Himma Dewiyana.(BS03)
T#g:UU ITEdosen USUujaran kebencian
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Diskusi UIN Sumut, Orang Miskin Sulit Mendapat Kepastian Hukum

    Beritasumut.com-Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumut menggelar diskusi tentang demokrasi dan HAM, Kamis (11/07/2019).   

  • 3 bulan lalu

    PK Ditolak MA, Presiden Jokowi Pertimbangkan Beri Amnesti Untuk Baiq Nuril

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak ingin mengomentari keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak Peninjauan Kembali (PK) B

  • 4 bulan lalu

    Pemerintah Cegah Penyebaran Hoaks, 2184 Akun dan Website Ditutup

    Beritasumut.com-Pemerintah berupaya mengurangi dampak hoaks dan ujaran kebencian yang disebarluaskan melalui platform media sosial (medsos) dan per

  • 4 bulan lalu

    Buat Ketakutan, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Ujaran Kebencian, Foto/Video Aksi Unjuk Rasa

    Beritasumut.com-Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/05/2019), berupa video aksi kekerasan, ker

  • 6 bulan lalu

    Ribuan Siswa Madrasah Deklarasi Anti Hoax dan Ujaran Kebencian di Medan

    Beritasumut.com-Sebanyak 17.419 siswa madrasah se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membacakan deklarasi menentang hoax dan ujaran kebencian serta me

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.