Rabu, 13 November 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Singgih Susilo Kartono: Cendekia LPDP, Kembalilah ke Daerah

Singgih Susilo Kartono: Cendekia LPDP, Kembalilah ke Daerah

Rabu, 25 Mei 2016 21:12:00
BAGIKAN:
Beritasumut.com/Ist
Singgih Susilo Kartono, founder Piranti Works dan creator Magno Radio, saat menjadi pembicara di program Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 68

Beritasumut.com-Indonesia adalah negara yang memiliki lebih dari 72.000 desa, namun kini semakin berorientasi kepada industrialisme. Hal itu dikatakan Singgih Susilo Kartono, founder Piranti Works dan creator Magno Radio, dalam program Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 68 Gardapati Parahita, Rabu (25/05/2016).

Singgih turut memberikan inspirasi kepada para penerima beasiswa di Wisma Hijau, Cimanggis. Desainer produk-produk berbahan dasar kayu ini menyampaikan bahwa jati diri Indonesia sebagai bangsa agraris semakin tergerus. “Negara maju kini berada dalam fase post-industrialisme dan berorientasi pada produk eco-friendly. Bahkan ironisnya, banyak negara yang memproduksi sepeda bambu padahal mereka bukan negara penghasil bambu,” ungkap Singgih dalam rilis yang diterima beritasumut.com.

Pengusaha berusia 48 tahun yang kini memproduksi sepeda bambu hybrid ini sungguh menyayangkan banyaknya cendekia yang enggan kembali ke desa. Singgih meyakini bahwa ilmu di perguruan tinggi sarat konteks industri sehingga para mahasiswa merasa tidak mendapat 'tempat' di pedesaan.

Menurutnya, apabila berkeinginan untuk memajukan desa, orang-orang terdidik ini perlu memiliki kemampuan untuk mentransformasikan ilmunya agar tepat guna. Oleh karena itu beliau berpesan kepada peserta PK Angkatan 68 untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, namun harus tetap ingat kembali mengabdi di daerah.

Peraih berbagai penghargaan desain tingkat internasional ini pun menghimbau para penerima beasiswa untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. ”Lokalitas akan menghasilkan originalitas, kemudian dari originalitas itu kita akan diakui oleh pihak lain,” terangnya.

Singgih menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengekspor produknya, namun ia berkeinginan untuk mempromosikan gerakan dengan tujuan akhir untuk merevitalisasi desa. “Indonesia membutuhkan orang-orang yang mau bersikap dan melakukan sesuatu sehingga harus berani mengambil risiko. Kalian ambillah risiko dan jadilah orang yang memberikan manfaat bagi Indonesia,” pungkasnya. (BS02)

T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.