Sabtu, 21 September 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Serius Tangani Penyakit Masyarakat, Pemkab Pakpak Bharat Bongkar Warung Reman-remang di Dusun Buluh Didi

Serius Tangani Penyakit Masyarakat, Pemkab Pakpak Bharat Bongkar Warung Reman-remang di Dusun Buluh Didi

Minggu, 26 Agustus 2018 12:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Keseriusan Pemkab Pakpak Bharat dalam menangani persoalan penyakit masyarakat terus ditunjukkan dengan kembali menggelar Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pakpak Bharat di Bale Sada Arih. 
 
Bupati Pakpak Bharat Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA memimpin langsung acara ini dengan mempresentasikan progress report pelaksanaan rencana pembongkaran warung remang-remang yang di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTU Jehe, yang terindikasi kuat sebagai sarang penyakit masyarakat berupa prostitusi, peredaran minuman keras, bahkan terjadi human trafficking atau perdagangann manusia, serta banyak ditemukan kasus HIV/AIDS.
 
Menurut Bupati di hadapan seluruh undangan, termasuk Ketua DPRD Sonni P Berutu STh, Dandim 0206/Dairi Letkol (Arh) Letkol (Arh) Hadi Purwanto SH, Ketua PN Sidikalang Afrizal Hadi, serta perwakilan dari Polres Pakpak Bharat dan Kejari Dairi, bahwa sejak dilayangkan surat peringatan ketiga pada 7 Agustus lalu, sudah mulai ada perubahan di dusun sepanjang jalan negara tersebut, khususnya pembongkaran warung-warung yang menyediakan prostitusi serta minuman keras, baik itu yang sudah dibongkar permanen, ataupun masih sekat-sekat kamarnya.
 
“Pada intinya, jika masih ada bangunan yang menjadi tempat penyakit masyarakat tersebut, maka secara naluriah subjek-subjek penyakit masyarakat akan kembali lagi ke lokasi itu. Maka tidak ada jalan lain, harus secara total, tuntas dan permanen meniadakan tempat-tempat yang meresahkan itu," ujarnya dilansir dari laman pakpakbharatkab.go.id, Minggu (26/08/2018)/
 
Bupati juga menyampaikan bahwa dampak dari penyakit masyarakat ini tidak sederhana. “Informasi terakhir yang saya terima bahwa ada seorang bayi yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus HIV, yang juga orang tuanya telah mendahuluinya. Artinya hal ini tidak hanya menyangkut masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat saja, tetapi juga keselamatan bangsa dan negara karena jika orang yang terjangkit virus HIV/AIDS menghilang, dan tetap melakukan seks bebas, maka dampaknya sangat luas untuk keselamatan umat manusia," tegasnya, seraya mengingatkan semua yang berkompeten harus 1 frekuensi untuk menyelesaikan masalah ini.
 
Dukungan akan hal ini disampaikan Ketua DPRD Sonni P Berutu STh yang menyatakan bahwa semua ini berangkat dari keinginan umat dan aspirasi masyarakat. “Untuk itu kita perlu bersinergi dan melakukan persiapan yang baik dalam rangka menyelesaikan masalah ini," sebutnya.
 
Senada dengan Ketua DPRD, Ketua PN Sidikalang Afrizal Hadi mengutarakan bahwa persepsi juga harus disamakan, karena sesungguhnya budaya kita menolak tindak-tanduk penyakit masyarakat tersebut. Sementara itu Dandim menyampaikan hal yang sama bahwa pada kenyataanya semua sudah memiliki tekad yang bulat untuk menghapus perilaku yang meresahkan di Dusun Buluh Didi itu. “Kami dari Kodim mendukung penuh untuk dilaksanakan pembongkaran secepatnya dan semoga tidak ada hambatan serta benturan yang terjadi," harap Dandim.
 
Pihak ormas keagamaan yang hadir, antara lain MUI, BKAG, KWI, dan IPHI juga menyampaikan apresiasi serta dukungan yang bulat untuk pelaksanaan pembongkaran ini. Ketua FKUB, Pdt. Mangara Sinamo dalam kesempatan ini juga menyampaikan kesepakatan untuk menyamakan frekuensi sebagaimana yang disebutkan Bupati. “Mari kita membangun empati terhadap kondisi yang ada, agar tidak ada pencederaan terhadap nilai-nilai spiritual kita. Jangan hancurkan generasi, dan mari kita jadikan penyakit masyarakat ini sebagai musuh bersama”, ujarnya.
 
Di akhir pertemuan, Bupati menarik kesimpulan bahwa seluruh elemen yang hadir sudah satu suara dan bertekad yang bulat untuk melakukan pembongkaran ini, terkhusus pada peredaran miras dan tindak prostitusi akan ditertibkan secara permanen. Bupati juga menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran peraturan dan norma.
 
“Tindakan awal yang dilakukan adalah melakukan koordinasi internal terkait persiapan teknis agar semua berjalan lancar tanpa kendala.Berikan kepercayaan sepenuhnya kepada saya sehingga nantinya pada saat yang tepat akan dilaksanakan untuk memusnahkan penyakit masyarakat ini, dan yakinlah akan keseriusan saya bahwa tidak ada semangat yang kendur terhadap persoalan ini," pungkas Bupati.(BS09)
T#g:AIDScafeHIVPSKPemkab Pakpak BharatWarung Reman-remang
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Polrestabes Medan Didesak Tutup Cafe Duku di Kutalimbaru

    Beritasumut.com-Puluhan massa gabungan organisasi Islam di Kota Medan mendesak Polrestabes Medan menutup cafe maksiat yang ada di Kutalimbaru. Pasa

  • satu bulan lalu

    Peduli Terhadap Nasib ADHA, Nawal Edy Rahmayadi Dinobatkan Sebagai Ibu Asuh ADHA

    Beritasumut.com–Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi dinoba

  • 2 bulan lalu

    Pasang Tarif Rp 2 Juta, Seorang Mucikari dan Wanita Diamankan Polisi dari Hotel di Medan

    Beritasumut.com-Tim Pegasus Unit Pidum Reskrim Polrestabes Medan kembali mengamankan 1 orang diduga mucikari di salah satu hotel di Medan. "Te

  • 2 bulan lalu

    Pembakar Istri Sendiri di Cafe Ditangkap Polres Binjai

    Beritasumut.com-T Raja Aceh alias Dedek (32) warga Jalan Abdul Hamid Noor, Lingkungan II, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota ditangkap Aparat

  • 2 bulan lalu

    Kadis Kesehatan Tapteng: Cegah HIV/AIDS, Mari Lakukan Konseling dan Tes HIV Sukarela

    Beritasumut.com-Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV secara

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.