Jumat, 23 Februari 2018
  • Home
  • Peristiwa
  • Sepanjang 2017, Ada 2.057 Bencana Terjadi di Indonesia, 3,2 Juta Jiwa Terpaksa Mengungsi
pilkada beritasumut.com

Sepanjang 2017, Ada 2.057 Bencana Terjadi di Indonesia, 3,2 Juta Jiwa Terpaksa Mengungsi

Senin, 20 November 2017 23:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (20/11/2017) menuturkan, ancaman bencana di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Puncak hujan diperkirakan Januari mendatang sehingga bencana banjir, longsor dan puting beliung akan juga meningkat. Ini di luar dari bencana geologi seperti gempabumi, tsunami dan erupsi gunungapi yang dapat terjadi kapan saja.
 
"Data sementara kejadian bencana selama 2017 (1 Januari hingga 20 November 2017) terdapat 2.057 bencana. Jenis dan jumlah kejadian bencana ini terdiri dari banjir (689), puting beliung (618), tanah longsor (545), kebakaran hutan dan lahan (96), banjir dan tanah longsor (63), kekeringan (19), gempa bumi (18), gelombang pasang/abrasi (7),  dan letusan gunungapi (2)," papar Sutopo.
 
Adapun dampak bencana dari 2.057 kejadian, sambung Sutopo, adalah 282 orang meninggal, 864 orang luka-luka dan 3.209.513 orang mengungsi dan menderita. Kerusakan bangunan meliputi 24.282 unit rumah rusak (4.594 rusak berat, 4.164 rusak sedang dan 15.524 rusak ringan) dan 313.901 unit rumah terendam. Sebanyak 1.611 unit fasilitas publik meliputi  974 unit fasilitas pendidikan, 546 unit fasilitas peribadatan dan 91 fasilitas kesehatan.
 
"Dampak ekonomi tentu cukup besar karena telah menyebabkan penderitaan masyarakat. Sebagai misal dampak kerugian ekonomi peningkatan status Awas Gunung Agung di Bali mencapai lebih dari Rp 2 trilyun. Jumlah total kerugian dan kerusakan ekonomi akibat bencana belum dilakukan perhitungan," imbuh Sutopo. 
 
Untuk itu, lanjutnya, Pemda dan masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Kejadian curah hujan ekstrem makin meningkat saat ini. Dampak perubahan iklim global memang makin meningkatkan kejadian hujan ekstrem. Selain itu kerusakan lingkungan, degradasi lahan, daerah aliran sungai kritis dan banyaknya penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana juga makin meningkatkan risiko bencana. Saat ini sesungguhnya darurat ekologi. Luas lahan kritis di Indonesia sekitar 24,3 juta hektar. Laju kerusskan hutan rata-rata berkisar 750.000 hektare per tahun. Sementara kemampuan pemerintah melakukan rehabilitasi hutan dan lahan rata-rata berkisar 250.000 hektare per tahun.
 
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir di dataran banjir dan bantaran sungai seperti di sepanjang pantai timur Sumatera, pantai utara Jawa, Kalimantan dan lainnya harus waspada terhadap ancaman banjir. Begitu pula masyarakat yang bermukim di daerah rawan longsor di perbukitan, pegunungan atau tebing dan lereng hendaknya waspada dari ancaman longsor. "Kenali lingkungan sekitarnya. Jika di bagian hulu atau di daerahnya hujan deras hendaknya waspada. Awasi anak-anak bermain saat banjir. Seringkali musibah anak-anak hanyut saat bermain air banjir yang kemudian terseret arus sungai atau banjir. Hal yang sama, masyarakat perlu melakukan pemantauan lingkungan sekitar akan tanda-tanda longsor seperti adanya retakan, amblesan tanah, mata air berubah keruh, tiang listrik atau pohon menjadi miring, dan lainnya," papar Sutopo.
 
Peta rawan banjir dapat diakses di website BNPB, katanya. Begitu juga peta rawan longsor dapat diakses di website Badan Geologi. Prediksi cuaca dapat diperoleh dari BMKG. "Hendaknya peta dan informasi tersebut dijadikan dasar bagi pemda dan aparat untuk memberikan informasi, sosialisasi dan peringatan dini kepada masyarakat," pungkasnya. (BS07)
T#g:Anomali IklimBNPBbencana alamCuacaIndonesia
ceritasumut.com
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • kemarin

    Menteri PMK: Sinergi Penanggulangan Bencana antara Pusat dan Daerah

    Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nas

  • kemarin

    Dubes Selandia Baru Serahkan Dokumen KNPDB kepada BNPB

    Beritasumut.com-Duta Besar Selandia Baru Trevor Matheson menyerahkan dokumen KNPDB kepada Kepala Badan Nasional Penang-gulangan Bencana (BNPB) Will

  • 4 hari lalu

    Erupsi Gunung Sinabung, Polres Tanah Karo Berjibaku di Lapangan

    Beritasumut.com-Erupsi gunung Sinabung di Kabupaten Karo dengan jarak luncur diperkirakan sejauh 8 km, Senin (19/02/2018) pagi, sekira pukul 08.56

  • 5 hari lalu

    Juara Piala Presiden, Persija Jakarta Berhak Atas Dana Pembinaan Senilai Rp 3,3 Miliar

    Beritasumut.com-Kesebelasan Persija Jakarta berhasil menjadi juara turnamen Piala Presiden 2018, setelah pada pertandingan final di Stadion Utama G

  • satu minggu lalu

    Dansatgaskes TNI Apresiasi Keberhasilan Tim Satgaskes II TNI

    Beritasumut.com-Tim Gabungan Satgaskes II TNI telah selesai melaksanakan tugas penanggulangan KLB Asmat, Papua. Tim ini berhasil melaksanakan tugas

  • Copyright © 2010 - 2018 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.