Peristiwa

Selama Ramadhan, BBPOM Medan Lakukan Pengawasan Produk Makanan di Lima Wilayah di Sumut


Selama Ramadhan, BBPOM Medan Lakukan Pengawasan Produk Makanan di Lima Wilayah di Sumut
Beritasumut.com/Ist
 Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan

Beritasumut.com-Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan Ali Bata mengungkapkan, selama Ramadhan pihaknya
melakukan pengawasan produk makanan dan kosmetik di sejumlah tempat secara terpisah di lima Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut)
sejak 9 Juni hingga 14 Juni 2016.

Kelima wilayaha tersebut adalah Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Kotamadya Binjai dan Kotamadya Medan. "Pengawasannya itu berupa uji sampling terhadap jajanan berbuka puasa yang ada di sana," jelasnya.

Dalam pengawasannya tersebut, BBPOM mengambil sebanyak 141 sample. Secara umum hasil temuan BBPOM itu memang rata-rata memenuhi syarat atau negatif."Untuk di Medan, pengawasan yang sudah dilakukan yakni dikawasan Medan Sunggal serta Ramadhan Fair. Semuanya memenuhi syarat, kecuali adanya bakso yang mengandung boraks dan mie mengandung formalin di 3 stand di Ramadhan Fair," sebut Ali.

Boraks dan formalin itu terang Ali sangat berbahaya apabila dikonsumi oleh manusia. Boraks sendiri banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri keras, gelas, pengawet kayu, anti septik kayu, keramik dan pengontrol kecoa.

"Sementara formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet makanan karena jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia bisa menyebabkan tenggorokan terasa panas dan menyebabkan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya," ujarnya.

Selain melakukan uji sampling terhadap jajanan berbuka puasa, selama Ramadhan, Ali juga mengaku turut melakukan pengawasan terhadap produk kemasan yang tidak memiliki izin edar. Hasilnya sebanyak 48 jenis makanan dan minuman berjumlah 16.799.729 item senilai Rp 301
juta disita oleh BBPOM.

Tak hanya disitu, lanjut Ali, untuk produk kosmetik BBPOM juga turut melakukan penyitaan, kepada 94 produk kosmetik berjumlah 25.773 item senilai Rp 55 juta."Di sini kita akan terus melakukan pengawasan, dalam rangka perlindungan kepada masyarakat," tandasnya.(BS04)


Tag: