Peristiwa

Sebabkan Rumah Retak, Warga Tembung Pasar VII Lakukan Protes ke PT Wijaya Karya


Sebabkan Rumah Retak, Warga Tembung Pasar VII Lakukan Protes ke PT Wijaya Karya
BERITASUMUT.COM/BS04
Alat untuk mengerjakan pemasangan pasak bumi.
Beritasumut.com-Pengerjaan proyek rel kereta api yang dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) TBK di Stasiun Kereta Api, Bandar Khalipah, menuai protes dari warga. Pasalnya, akibat getaran saat melakukan pemasangan pondasi paku bumi telah membuat beberapa rumah warga Tembung Pasar VII, Jalan Jati, Gang Jati 1, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Seituan kondisinya retak.
 
"Sebelum pemasangan paku bumi itu sebenarnya warga sekitar banyak yang menolak. Bahkan, sudah sepakat jangan diteruskan pengerjaannya. Tapi pihak PT Wika ternyata tetap melakukan pekerjaan tersebut, hingga membuat rumah beberapa warga mengalami kerusakan," ujar salah seorang warga setempat bernama Tukijan, Senin (3/10/2016).
 
Tukijan menambahkan, warga pun kemudian mendatangi pihak PT Wika pada Senin (03/10/2016) pagi. Kedatangan disambut Humas PT Wika, Rahmad, yang mengaku pihaknya akan mengganti kerusakan rumah warga yang mengalami kerusakan. "Tapi kami tak percaya begitu saja Humasnya, sebelum ada pernyataan tertulis secara resmi," sambung Tukijan. 
 
Selang beberapa waktu, saat beritasumut.com mencoba mencari informasi lebih lengkap, salah satu satpam PT Wika bernama Nanang tiba-tiba mengamuk sambil mencari wartawan."Permasalahan rumah warga yang retak sudah diganti rugi. Jadi, permasalahan PT Wika sama warga sudah tidak ada lagi. Apalagi, saya keponakan dari salah satu pimpinan Media Antara. Jadi tolong jangan memperkeruh suasana," terang Rahmad dengan nada kesal.(BS04)
 

Tag:Kereta ApiPT WikaStasiun Kereta Api