Jumat, 15 November 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Ribuan Santri Musthafawiyah Purba Baru Bakar Kafe Maksiat

Ribuan Santri Musthafawiyah Purba Baru Bakar Kafe Maksiat

Senin, 30 Maret 2015 17:27:00
BAGIKAN:
Santri Pesantren Musthafawiyah berorasi di gerbang Komplek Kantor Bupati Madina. (M Saima Putra)
Beritasumut.com - Ribuan santri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi warung remang-remang di Desa Saba Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Madina yang diduga dijadikan tempat maksiat dan menjual minuman keras, Senin (30/3/2015).

Para santri datang dari pesantren dengan berjalan kaki dan tiba di lokasi yang diduga dijadikan tempat maksiat tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Selanjutnya para santri langsung merusak dan membakar pondok-pondok di lokasi itu.

Perusakan dilakukan ribuan santri akibat kafe tersebut diduga dijadikan tempat maksiat dan minuman keras yang dinilai dapat merusak nama baik Kabupaten Madina yang dikenal dengan Serambi Makkahnya Sumatera Utara dan juga sebagai Kota Santri.

Pantauan wartawan, terlihat ribuan santri yang mendatangi kafe berkedok rumah makan tersebut langsung melakukan perusakan pondok yang diduga kuat tempat maksiat para hidung belang di malam hari dan tempat minuman keras. Usai melakukan perusakan santri langsung membakar pondok-pondok yang telah dirusak.

Setelah puas melakukan pembakaran kafe, ribuan santri langsung menuju Kantor Bupati Madina dan meminta pertanggungjawaban Bupati Madina. Mereka mendesak Bupati Madina menutup tempat maksiat di Madina khususnya di sekitar Pesantren Musthafawiyah.

Dihadapan Wakil Bupati Imron Lubis, Ustadz Amrin‎ yang juga Guru Musthafawiyah menyampaikan bahwa aksi demonstrasi hari ini adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap maraknya kemaksiatan di Madina. Salah satunya keberadaan kafe remang-remang di perbatasan Desa Purba Baru dengan Desa Purba Lamo.

"Dari hasil aksi demo yang dilakukan, kami menemukan di lokasi kafe tersebut botol minuman keras ‎dan kondom. Kondisi ini semakin membuktikan dugaan selama ini. Oleh karena itu kami meminta keseriusan dan tanggung jawab Pemkab Madina untuk memberantas berbagai macam bentuk kemaksiatan di Madina," tegas Ustadz Amri.

Menanggapi tuntutan pendemo, Wakil Buputi Madina Imron L‎ubis berjanji akan melakukan razia dan akan menindak dengan tegas pemilik kafe yang melanggar peraturan.

Pemerintah sangat merespon dan mendukung sepenuhnya niat baik para santri yang hendak membersihkan lokasi kemaksiatan dari Madina.

Kemudian Kapolres Madina AKBP Bony JS Sirait berjanji akan menegakkan peraturan yang berlaku dengan menutup semua kafe yang tidak memiliki izin. Polisi akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan razia. 

Aksi unjuk rasa ribuan santri Musthafawiyah Purba Baru ini dipimpin Ustadz Amrin, Ustadz Ridwan, Ustadz Fakhri, Ustadz Jakfar dan ustadz lainnya.

Usai melakukan aksi demonstrasi dan ditemui titik kesepakatan, akhirnya perwakilan guru dan santri melakukan pertemuan di Aula Kantor Bupati bersama Kapolres, Wakil Bupati dan SKPD. Sementara santri yang lain pulang ke pesantren. (BS-026)
T#g:
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 5 tahun lalu

    Santri Bakar Kafe Maksiat

    Ribuan santri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendatangi warung remang-remang di Desa Saba Purba, Kecamatan Le

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.