Peristiwa

Ratusan Personil APMAS Demo Kantor Perumnas I Helvetia, Kasus Perusakan Mesjid Amal Silaturahim


Ratusan Personil APMAS Demo Kantor Perumnas I Helvetia, Kasus Perusakan Mesjid Amal Silaturahim
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Ratusan personil Aliansi Penyelamatan Mesjid Amal Silaturahim (APMAS) melakukan aksi demo kantor Perumnas Regional I, Jalan Matahari Raya, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (01/11/2019) sore. Aksi bela tempat ibadah oleh ormas Islam ini, karena adanya indikasi pemindahan yang disinyalir dilakukan oleh oknum-oknum yang bekerja di kantor tersebut.
 
Pantauan wartawan, sejumlah tokoh agama dan Badan Kepengurusan Mesjid (BKM) Amal Silaturahim berteriak kepada pihak perwakilan kantor Perumnas Regional I, agar keluar menemui massa guna mendengar tuntutan yang telah disepakati. Aksi ini nyaris ricuh, sebab pihak perwakilan kantor tersebut tidak mau hadir dihadapan massa. Beberapa kali, pagar besi sebagai akses pintu masuk kantor tersebut digoyang para demonstran. Menunjukkan kekesalan mereka lantaran tidak adanya respon positif dari pihak kantor tersebut.
 
Aksi ini mendapatkan kawalan dari kepolisian Polsek Medan Helvetia dan personil Sat Sbhara Polrestabes Medan, yang terlebih dahulu berada di lokasi, untuk mengantisipasi timbulnya kericuhan.
 
"Mesjid Amal Silahturahim statusnya Wakaf dan terdaftar di Kemenag dengan ID No.01.6.02.26.10.000023. Mesjid ini juga memiliki Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf (APAIW) dengan no.W.3/01/21/09 Tahun 2016, yang dikeluarkan dan ditanda tangani oleh KUA Kecamatan Medan Area," ucap Kordinator Lapangan, Murwinto Marik.
 
Berdasarkan UU No.41 Tahun 2004 terutama Pasal 40 disebutkan, Wakaf tidak boleh dijual, ditukar, dialihkan dalam bentuk lain. "Maka dari itu, berdasarkan MUI Kota Medan, tidak pernah menyetujui pemindahan Mesjid tersebut sebagaiamana Fatwa MUI Sumut 1983 dan Fatwa MUI Medan tahun 2011 tentang keberadaan Wakaf Mesjid," tambahnya.
 
Atas bukti ini, sebut dia, tindakan Perum Perumnas yang akan melakukan pemindahan disertai perusakan meajid tersebut telah melanggar hukum. Sehingga pihaknya tidak tinggal diam untuk melakukan penyelamatan terhadap bangunan mesjid tersebut. "Kami minta kepada kalian (pegawai kantor Perumnas Regional I) keluar dan temui kami. Jangan bersembunyi didalam kantor kalian," teriaknya diikuti gemuruh ratusan demonstran.
 
Namun aksi mereka tetap tidak diindahkan oleh perwakilan dari kantor tersebut. Sehingga, ratusan massa membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan melakukan aksi selanjutnya di kantor Perumnas Regional I Medan. "Kami menolak upaya tindakan perobohan mesjid Amal Silahturrahim yang akan dilakukan oleh Perum Perumnas. Mengecam keras segala tindakan kriminal pada tanggal 22 Oktober 2019 lalu. Kemudian mendesak Kapoldasu, Kapolrestabes Medan serta Kapolsek Medan Area untuk meringkus aktor intelektual dan preman-preman bayaran yang melakukan penyeranga," ujarnya.
 
Sementara itu, berdasarkan pengakuan BKM Amal Silaturahim, Indra Safii mengatakan, bahwa Polsek Medan Area, telah melepaskan 6 orang yang diduga sebagai pelaku perusakan mesjid tersebut, yang sebelumnya telah diciduk oleh polisi. Karena laporan di Polsek Medan Area jalan ditempat, pihak BKM tersebut selanjutnya membuat pengaduan ke Polrestabes Medan. "Kita sekarang berencana membuat laporan ke Polrestabes Medan dulu. Dan nanti apabila tidak ada perkembangan, selanjutnya kita akan menuju Polda Sumut," jelasnya. (BS04)

Tag:APMAS DemoMesjid AmalSilaturahimPembongkaran MasjidPerumnasI Helvetia