Selasa, 25 Februari 2020
  • Home
  • Peristiwa
  • Puluhan Remaja di Kendari Alami Gangguan Mental, BBPOM Telusuri Kemungkinan PCC Beredar di Medan

Puluhan Remaja di Kendari Alami Gangguan Mental, BBPOM Telusuri Kemungkinan PCC Beredar di Medan

Kamis, 14 September 2017 20:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengungkapkan jika pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran terkait beredarnya obat bertuliskan PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol). Hal ini dilakukan setelah pada Rabu (13/09/2017) puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Utara mendadak mengalami gangguan mental dan kejang-kejang usai mengkonsumsi obat tersebut.
 
"Setelah mendapatkan kabar, kita langsung melakukan penelusuran ke sejumlah distribusi obat yang ada di sini. Hasilnya memang belum ada, tapi penelusuran akan terus kita lakukan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/09/2017).
 
Sacramento mengatakan, pihaknya saat ini juga sudah berkordinasi dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut, dan sejumlah kelompok yang konsen terhadap perlindungan anak. "Kalau ada yang menemukan kejanggalan, saya sudah minta untuk segera dapat laporkan ke kita," terangnya.
 
Lebih jauh, Sacramento menjelaskan, berdasarkan informasi yang di dapat BBPOM di Medan, peredaran obat yang menyebabkan remaja di Kendari mengalami gangguan mental tersebut diperoleh dari oknum-oknum tertentu. Bukan dari distributor yang menjual obat secara resmi."Jadi itu sifatnya modus operandi. Makanya, kelompok yang konsen pada perlindungan anak harus dilibatkan, selain farmasi. Sebab peredaran obatnya langsung kepada para remaja," bebernya.
 
Agar hal tersebut tak terulang, Sacramento mengimbau agar masyarakat juga jangan mudah percaya akan suatu obat, bila ada seseorang yang tiba-tiba menawarkan obat dengan cuma-cuma, padahal orang yang bersangkutan tidak memiliki kapasitas untuk memberikannya. Jika hal tersebut ada terjadi, ia meminta segera melaporkannya ke BBPOM atau ke Puskesmas terdekat."Jadi masyarakat kita minta untuk peran sertanya. Ini kan bahaya, apalagi jika sampai mengenai keluarga kita," tegasnya.
 
Sacramento menambahkan, kasus obat PCC ini, saat ini juga sudah menjadi atensi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beserta Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun sejauh ini, untuk kandungan pasti yang terdapat di dalam obat tersebut, ia mengaku belum mendapat laporan pasti."Kita belum dapat laporan mengenai kandungan yang terdapat dalam obat itu. Sejauh ini masih diselidiki secara bersama-sama oleh instansi terkait melalui laboratorium, bukan hanya oleh BPOM saja," tutupnya. (BS07)
 
T#g:BBPOMBPOMPCCParacetamol Cafein Carisoprodol
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    BBPOM Musnahkan 632 Jenis Produk Ilegal Senilai Rp 1,1 Miliar Lebih

    Beritasumut.com-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan melakukan pemusnahan terhadap 632 jenis produk ilegal senilai Rp1,1 miliar

  • 4 bulan lalu

    Ranitidin Tablet Tercemar NDMA, BPOM Pastikan Tarik Produk dari Pasar

    Beritasumut.com-Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memastikan turut melakukan penarikan terhadap produk tablet ranitidi

  • 5 bulan lalu

    BPOM Tarik Peredaran Obat Lambung Merk Ranitidin

    Beritasumut.com-Izin edar Obat maag dengan merk Ranitidin ditarik oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Instruksi untuk melakukan penar

  • 11 bulan lalu

    Wali Kota Medan Terima Penghargaan dari Badan POM RI

    Beritasumut.com-Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH menerima penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI

  • 12 bulan lalu

    Jaga Kesehatan Sajian Makanan, BPOM Medan Gelar Pembinaan Fasilitator Desa dan Usaha Kecil di Tobasa

    Beritasumut.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Medan menggelar pembinaan fasilitator desa dan usaha kecil di Wilayah Kabupaten Toba Samosir

  • Copyright © 2010 - 2020 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.