Jumat, 13 Desember 2019
  • Home
  • Peristiwa
  • Presiden Jokowi: Silahkan Yang Ngomong Bagi-Bagi Sertifikat Enggak Ada Gunanya

Presiden Jokowi: Silahkan Yang Ngomong Bagi-Bagi Sertifikat Enggak Ada Gunanya

Jumat, 22 Februari 2019 22:15:00
BAGIKAN:
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menanggapi banyaknya sengketa atas kepemilikan tanah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah akan terus melakukan program pembagian sertifikat tanah untuk rakyat, karena sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki.
 
“Kalau ada orang menyampaikan bagi-bagi sertifikat enggak ada gunanya ya silakan. Enggak apa-apa ada yang ngomong seperti itu. Tetapi tetap program ini akan terus kita lanjutkan,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari laman setkab, Jumat (22/02/2019).
 
Presiden menjelaskan, setiap dirinya pergi ke desa, ke kampung suara yang masuk ke dirinya adalah sengketa lahan, sengketa tanah, konflik tanah. "Di mana-mana. Enggak di Sumatera, di Jawa,  Kalimantan, Bali, Maluku, Papua, NTT, NTB semuanya ada yang namanya sengketa lahan, sengketa tanah," sebut Jokowi.
 
Menurut Presiden, dari 126 juta bidang tanah yang harus bersertifikat di seluruh tanah air, baru 46 juta yang sudah bersertifikat di tahun 2015. Masih ada 80 juta yang belum bersertifikat. Karena itu, sengketa banyak sekali karena problem itu, tidak pegang yang namanya hak bukti hukum atas tanah yang dimiliki.
 
Oleh sebab itu, Presiden Jokowi telah meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2017 bisa menerbitkan 5 juta sertifikat, tahun 2018 sebanyak 7 juta.“Alhamdulillah semua target bisa terlampaui semuanya,” ujar Presiden Jokowi.
 
Diakui Presiden Jokowi jika dengan sertifikat yang dipegangnya, kini masyarakat bisa menjadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman di bank.Namun Presiden mengingatkan, agar berhati-hati dalam meminjam uang di bank.“Tolong dikalkulasi dulu, dihitung dulu. Bisa ngangsur enggak nanti ke bank, bisa nyicil nggak nanti ke bank. Dihitung dulu tolong,” pesan Presiden Jokowi.
 
Selain itu, Presiden mengingatkan, agar uang pinjaman bank yang diperolehnya tidak serta merta digunakan untuk membeli mobil misalnya. Tetapi hendaknya digunakan untuk modal investasi dulu. Setelah untung dari investasi, baru bisa digunakan untuk mencicil beli mobil.Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (BS09)
 
T#g:jokowiPresidenSertifikat TanahTanah
  komentar Pembaca
  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Presiden Jokowi Berharap Staf Khusus Beri Kontribusi Inovasi Pada Kebijakan Pemerintah

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Staf Khusus Presiden (SKP) yang baru diangkatnya pekan lalu bisa memberikan masukan-masukan

  • 2 minggu lalu

    Disambut Presiden Moon, Presiden Jokowi Hadiri Rangkaian KTT ASEAN-ROK Commemorative Summit 2019

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri rangkaian agenda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Association of Southeast Asia

  • 3 minggu lalu

    Hingga Noember, Penerbitan Setifikat Tanah 2019 Mencapai 8,5 Juta

    Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kegembiraannya atas perkembangan penerbitan sertifikat bidang tanah di tanah air. Jika s

  • 3 minggu lalu

    Kunjungi Desa Budaya di Busan, Presiden Jokowi: Kampung-Kampung Kita Mampu Seperti Ini

    Beritasumut.com-Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Busan, Korea Selatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi Gam

  • 4 minggu lalu

    Presiden Jokowi Didampingi Gubernur, Tinjau RSUD Abdoel Moeloek Lampung

    Beritasumut.com-Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) singgah di Provinsi Lampung dalam agenda peresmian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di ruas Ja

  • Copyright © 2010 - 2019 Portal Berita Sumatera Utara. All Rights Reserved.