Peristiwa

Polrestabes Medan Ajak Ibu-Ibu Pia Ardhya Garini Lanud Soewondo Redam Aksi Terorisme


Polrestabes Medan Ajak Ibu-Ibu Pia Ardhya Garini Lanud Soewondo Redam Aksi Terorisme
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Polrestabes Medan, melalui Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meredam aksi terorisme dan paham radikalisme yang dapat merusak ketuhanan NKRI. Karena itu, semua komponen masyarakat harus menyatu untuk bersama menangani suasana tetap aman dan kondusif. 
 
"Hanya satu jalan yang bisa meredam terorisme yakni melibatkan semua komponen masyarakat yang mampu menjaga suasana tetap aman dan kondusif, " ucap Kompol Eko Hartanto usai memberikan pemahaman bahaya terorisme dan radikalisme pada Ibu-ibu Pia Ardhya Garini Lanud Soewondo Medan, Selasa (12/11/2019). 
 
Kata Kompol Eko Hartanto, terorisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringannya. Namun lebih dari itu, terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan idiologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat. Tumbuh suburnya terorisme tergantung dilahan mana dia tumbuh dan berkembang. Jika dia hidup di lahan gersang, maka terorisme sulit menemukan tempat, sebaliknya jika dia hidup di lahan subur maka akan cepat berkembang.
 
"Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme dan radikalisme, yaitu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (Violence) dan aksi-aksi yang ekstrem," jelasnya.
 
Dipaparkan Kompol Eko Hartanto, beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal diantaranya adalah Intoleran, yaitu sikap tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain. Fanatik, selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah. Ekslusif, membedakan diri dari umat beragama pada umumnya. Revolusioner, cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.
 
Kasat Reskrim Polrestabes Medan juga menjelaskan, memiliki sikap dan pemahaman radikal saja tidak mesti menjadikan seseorang terjerumus dalam paham dan aksi terorisme. Maka ada beberapa cara untuk menangkal paham radikal dan terorisme. Pertama pendidikan, melalui peran lembaga pendidikan, guru dan kurikulum dalam memperkuat wawasan kebangsaan, sikap moderat dan toleran pada generasi muda. Kedua keluarga, melalui peran Orangtua dalam menanamkan cinta dan kasih sayang kepada generasi muda dan menjadikan keluarga sebagai unit konsultasi dan diskusi.
 
Ketiga, komunitas, melalui peran tokoh masyarakat di lingkungan masyarakat dalam menciptakan ruang kondusif bagi terciptanya budaya perdamaian di kalangan generasi muda. "Selain peran yang dilakukan secara institusional melalui kelembagaan pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat, generasi muda juga dituntut 
mempunyai imuntas dan daya tangkal yang kuat dalam menghadapi pengaruh dan ajakan radikal terorisme," bebernya.
 
Kompol Eko menegaskan, terorisme merupakan tindakan kejahatan yang mempunyai akar dan jaringan kompleks yang tidak hanya bisa didekati dengan pendekatan kelembagaan melalui pnegakan hukum semata. Keterlibatan komunitas masyarakat terutama lingkungan lembaga pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat serta generasi muda itu sendiri dalam mencegah terorisme menjadi sangat penting. "Karena itulah dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam memerangi terorisme demi keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara tercinta yang damai, adil dan sejahtera," tutup mantan Kapolsek Sunggal ini. (BS04)

Tag:Aksi TerorismeKasat ReskrimLanud SoewondoPia ArdhyaGariniPolrestabes Medan